dalam kategori | Tips Kesehatan

Yoga meminimalkan efek stres

Yoga meminimalkan efek stres

YOGA dipercaya tak hanya mampu mengurangi sakit kepala tetapi juga dinyatakan efektif meminimalkan efek-efek stres. Pengetahuan ilmiah yang mendasari yoga (yogic science) meyakini kalau melakukan yoga secara teratur bisa menguatkan sistem saraf dan membantu Anda menghadapi situasi yang penuh tekanan dengan cara yang positif.

Bagaimana yoga meredakan stres?

Yoga bukanlah cara penyembuhan ajaib yang bisa langsung membebaskan Anda dari stres, tetapi bisa membantu Anda meminimalkan efek negatif stres. Kecemasan dalam kehidupan modern akan mengosongkan persediaan bioenergi, sehingga tubuh menarik energi dari rumah penyimpanan (sel saraf). Hal ini akan membuat persediaan energi terkuras, sehingga memicu gangguan keseimbangan mental dan fisik.

Yogic science meyakini bahwa saraf mengontrol pikiran bawah sadar, dan saat sistem saraf kuat maka Anda bisa menghadapi situasi stres dengan lebih positif. Yoga dinyatakan berfungsi memperbaiki aliran darah ke semua sel di dalam tubuh, dan meremajakan sel-sel saraf. Aliran darah ini akan menguatkan sistem saraf dan kapasitasnya dalam menahan stres.

Bagaimana prosesnya?

Menurut yogic science, diafragma merupakan dasar kekuatan jantung dan jendela jiwa. Akan tetapi, dalam situasi stres, saat Anda menghirup dan menghembuskan nafas, diafragma menjadi terlalu tegang untuk mengubah bentuknya. Latihan yoga mengatasi gangguan ini dengan cara membangun kelenturan diafragma. Dengan begitu, saat diregangkan, diafragma bisa menangani setiap stres, baik stres intelektual, emosi, atau fisik.

Selain itu, otot-otot juga menumpuk stres karena saat tubuh tidak bergerak akan terjadi pembentukan zat kimia yang disebut dengan asam laktat. Saat Anda tidur di malam hari, tubuh akan mengeluarkan asam laktat yang membuat Anda merasa kaku saat bangun di pagi hari. Jika Anda meluangkan waktu untuk bergerak, maka kekakuan tersebut akan sirna secara perlahan.

Selain itu, racun-racun yang terakumulasi di persendian juga mencegah gerakan bebas. Otot-otot diantaranya juga mengandung ruang di mana terjadi gangguan sirkulasi. Gerakan-gerakan yoga bisa mengatasi masalah ini dengan meregangkan otot-otot dan mengembangkan persendian. Cara ini akan memperbaiki peredaran darah dan mengeluarkan racun-racun. Gerakan kepala dan leher merupakan beberapa praktek bermanfaat yang hanya memerlukan sedikit waktu.

Rilekskan tubuh

Yoga merupakan terapi yang efektif meningkatkan kekebalan tubuh, stamina dan kekuatan berbagai sistem di dalam tubuh. Gerakan-gerakan yoga membantu menyatukan tubuh, pernafasan, pikiran dan kecerdasan. Tarikan nafas lambat dan hampir tanpa usaha selama melakukan yoga membawa ketentraman ke seluruh sel tubuh, merilekskan otot-otot muka, dan melepaskan ketegangan dari organ indra seperti mata, telinga, hidung, lidah dan kulit.

Saat ini terjadi, otak (yang secara kostan berkomunikasi dengan organ) akan menjadi kosong dan semua pikiran jadi tenang. Dengan begitu, semua ketakutan dan kecemasan yang melanda tidak bisa masuk ke otak. Jika sudah bisa mengembangkan kemampuan ini, Anda bisa melakukan aktivitas sehari-hari dengan lebih efisien dan ekonomis. Anda tidak memboroskan bioenergi. Anda bisa memasuki kejernihan intelektual. Dan yang terpenting, pikiran Anda juga bebas dari stres dan penuh dengan ketenangan dan kenyamanan.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu