dalam kategori | Featured, Herbal

Yang Alami Untuk Gigi & Gusi

Yang Alami Untuk Gigi & Gusi

Saya sekarang sedang menjalani proses perawatan gigi. Sedih sekali, karena merawat gigi ke dokter gigi butuh ekstra tenaga, waktu, dan biaya. Tidak menyangkal ya, kalau biaya untuk pengobatan ke dokter gigi itu tidak murah. Apalagi untuk perawatan yang bolak-balik alias tak sekali datang. Weleh-weleh, kalau dikumpulin mungkin uangnya bisa dipakai untuk shopping atau membengkel.

Penyakit gigi dan mulut sangat berhubungan dengan gaya hidup kita. Ini hasil mengobrol dengan Dokter Gigi saya, karena saking seringnya kita berjumpa rawat. Saya termasuk orang yang malas sikat gigi. Sikat gigi rutin dilakukan pada waktu mandi di pagi hari. Kemudian selama melakukan aktivitas hingga malam hari, tidak ada jadwal sikat gigi lagi. Jika sudah sampai kamar tidur dan melihat kasur, wah sudah deh, rasanya nggak ada niat sedikitpun untuk bangkit dan sikat gigi. Yang terpikir hanya melemparkan badan ke kasur dan langsung istirahat.

Kebiasaan buruk saya ini membuat keadaan gigi dan mulut saya ternyata tidak baik. Ada radang yang menggerogoti gusi. Belum lagi susunan gigi yang nggak karuan, sehingga sikat gigi yang sekali sehari saya lakukan, tidak mampu membersihkan dengan tuntas semua sisa makanan yang menempel. Jadilah saya harus menebus dosa ini dengan melakukan perawatan maksimal di dokter gigi. Ada tips nih untuk pembaca. Jika masih punya momongan yang kecil, lebih baik perawatan dan kebiasaan merawat gigi dipupuk dari sejak dini. Berikan asupan daging pada makanannya, untuk memberikan pertumbuhan rahang yang kuat. Dalam pembicaraan saya dengan sang dokter, biasanya penduduk yang tinggal di pulau Sumatera memiliki struktur rahang yang lebih kuat. Ini dikarenakan mereka lebih sering mengonsumsi daging dan ikan, ketimbang penduduk Jawa yang sering mengonsumsi tahu, tempe, dan sayur. Hati-hati saja ya pembaca, asupan dagingnya sesuai takaran dan kebutuhan. Jangan sampai over, bisa-bisa nanti anak lebih cepat terserang penyakit obesitas atau kolesterol.

Tips lainnya sebagai bahan-bahan yang membantu perawatan gigi dan gusi, saya daftar di bawah ini. Yuk ah! Kita sikat gigi minimal dua kali sehari. Agar tak menyesal dikemudian hari. Selamat membaca.

Daun sirih

Mungkin Anda masih ingat, kakek dan nenek Anda yang tinggal di desa memiliki kebiasaan mengunyah daun sirih dan kapur. Hal itu mereka lakukan untuk membersihkan dan menguatkan gigi. Minyak atsiri yang terdapat dalam daun sirih bisa menjadi antikuman, antijamur, dan antiradang.

Air rebusan daun sirih juga bisa Anda gunakan untuk mencegah dan menghilangkan masalah bau mulut dan juga radang gusi. Gigi berlubang terasa sakit? Atasi dengan minyak daun sirih. Teteskan minyak itu pada bagian yang berlubang, sakit gigi pun reda.

Kayu siwak

Manfaat kayu siwak untuk merawat gigi sudah lama diketahui bangsa Arab. Siwak mengandung bahan kimia yang dapat membunuh bakteri, menghilangkan plak, dan menjaga kesehatan gusi. Antibacterial acids di dalamnya bisa mencegah infeksi dan menghentikan pendarahan pada gusi. Penggunaan siwak juga berguna mencegah bau mulut dan peradangan, karena bahan ini bisa merangsang produksi air liur (saliva) yang secara alami membersihkan bagian mulut.

Siwak yang dipakai untuk membersihkan gigi bisa berupa batang kayu yang dipakai untuk menyikat gigi, bisa pula berupa bubuk halus yang digosokkan pada gigi. Bubuk halus tersebut bisa menjangkau sela gigi dan menghapus plak atau karang gigi.

Sayuran

Sayuran yang renyah seperti wortel, brokoli, mentimun dan seledri bisa berfungsi sebagai sikat gigi alami. Menggigit sayuran tersebut dalam keadaan segar bisa membantu mengangkat sisa makanan dari gigi dan gusi.

Stroberi

Buah yang satu ini menjadi pemutih gigi alami. Rahasianya terletak pada kandungan asam organik yaitu malic acid pada stroberi. Bahan tersebut bisa mengusir noda di gigi akibat konsumsi minuman bersoda, kopi atau wine.

Stroberi juga bisa membantu memutihkan gigi. Caranya, lembutkan stroberi, campur dengan baking soda, kemudian oleskan pada gigi dan sikat dengan sikat gigi. Lalu berkumurlah hingga bersih. Tambahan baking soda untuk membunuh bakteri yang bisa menyebabkan timbulnya plak dan karang gigi.

Tapi jangan lakukan perawatan itu terlalu sering. Sebab kandungan asam bisa merusak lapisan enamel pada gigi. Anda bisa melakukannya 1-2 pekan sekali.

Daun peppermint

Minyak esensial dalam daun peppermint, yaitu menthol, mampu membersihkan kuman dan bakteri di mulut. Sensasi menthol juga bisa membuat mulut terasa segar dan dingin. Karena itu, peppermint banyak dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan pasta gigi, obat kumur, permen penyegar tenggorokan, dan sebagainya.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu