dalam kategori | Pola Hidup

Waspadai mendengkur pada anak

Waspadai mendengkur pada anak

Mendengkur merupakan suatu pertanda adanya gangguan jalan pernapasan seseorang saat tidur. Umumnya mendengkur terjadi pada laki-laki dewasa yang telah mengalami pubertas dan perubahan suara. Namun tidak jarang mendengkur juga terjadi pada anak-anak.

Mendengkur memang tidak berbahaya. Namun mendengkur dapat merupakan pertanda adanya gangguan jalur pernapasan pada anak. Penelitian menyebutkan 16 % diantaranya menderita Obstructive Sleep Apnea Syndrom (OSAS) atau sindrom gangguan pernapasan saat tidur apabila terjadi terus-menerus. Sindrom ini merupakan masalah umum yang sering diabaikan oleh masyarakat. Padahal apabila hal ini dibiarkan dapat menyebabkan beberapa komplikasi pada anak-anak.

Salah satunya adalah gangguan tidur. Anak yang mendengkur menandakan ia tidak tidur pulas malam itu. Padahal tidur merupakan aktivitas penting bagi anak. Apabila anak tidak dapat tidur pulas maka perkembangan otak dan pertumbuhan tubuhnya tidak akan berjalan optimum.

Selain itu gangguan pernapasan saat tidur juga mengganggu suplai oksigen. Kurangnya oksigen yang diedarkan dalam tubuh dapat menyebabkan gangguan metabolisme. Apabila hal tersebut terjadi pada sel-sel otak akan terganggu dan mengakibatkan kemunduran mental anak. Sebuah penelitian lain membuktikan, anak yang menderita gangguan pernapasan saat tidur ini memiliki IQ (tingkat kecerdasan) lebih rendah dari anak-anak pada umumnya.

Komplikasi lebih gawat akan terjadi apabila gangguan metabolisme terjadi pada organ-organ penting lainnya secara bersamaan. Seperti jantung yang berfungsi memompakan darah ke seluruh tubuh, hati yang berfungsi menjaga keseimbangan kimia, atau ginjal yang berfungsi menyaring darah.

Dibandingkan pada orang dewasa, mendengkur pada anak perlu mendapat perhatian lebih. Sebab di usia inilah terjadi proses perkembangan otak dan pertumbuhan tubuh. Proses tersebut bersifat permanen sehingga apabila diabaikan dapat mempengaruhi kepercayaan diri anak. Terutama berkaitan dengan prestasi dan penampilannya saat dewasa nanti.

Mendengkur umumnya terjadi pada anak-anak yang kegemukan. Pada anak kegemukan, terdapat timbunan lemak pada daerah sekitar saluran pernapasan. Hal ini menyebabkan saluran tersebut mengalami penyempitan sehingga dapat terjadi pantulan suara seperti orang yang sedang bersiul. Faktor lain yang menyebabkan anak mendengkur adalah kesalahan posisi tidur sehingga menutupi jalur pernapasan, radang saluran pernapasan akibat virus, seperti influenza, perbesaran kelenjar tonsil (amandel) akibat peradangan, dan penyempitan saluran pernapasan akibat kelainan bentuk fasial. Kelainan bentuk fasial ini dapat meliputi bentuk tulang tengkorak, ukuran lidah, dan posisi rahang dan gigi.

Untuk mengatasinya kita harus terlebih dahulu mengenali penyebab anak mendengkur. Apabila anak mendengkur akibat kesalahan posisi tidur, miringkanlah posisi tubuh anak ke salah satu sisi, kiri atau kanan. Terkadang posisi tidur telentang dan tengkurap dapat mengganggu jalur pernapasan anak. Hal tersebut disebabkan adanya benda, bantal atau selimut misalnya, yang menutupi lubang pernapasan atau dapat pula disebabkan pakaian yang terlalu sempit sehingga rongga dada tidak dapat berkembang optimal.

Pada anak kegemukan. Maka yang harus kita atasi adalah timbunan lemak yang mempersempit jalan pernapasan. Kita harus berupaya mengurangi timbunan lemak pada saluran pernapasan anak dengan mengontrol makanan dan berat tubuhnya. Apabila disebabkan karena influenza maka segeralah ke dokter terlebih dahulu menyembuhkan influenzanya.

Perbesaran kelenjar tonsil (amandel) akibat peradangan dapat diatasi dengan pemberian obat oleh dokter untuk mengurangi peradangannya sehingga ukuran kelenjar tonsil kembali normal. Pada beberapa kasus, perbesaran kelenjar tonsil juga dapat diatasi dengan operasi amandel.

Pada siang hari gejala OSAS ini juga dapat terlihat. Anak-anak dengan gangguan diatas seringkali bernapas dengan mulut dimana saat bernapas anak seringkali membuka mulutnya dan napasnya terlihat terganggu apabila mulutnya tertutup. Anak juga menjadi hiperaktif dan agresif. Gejala lainnya, anak menjadi sulit berkonsentrasi, terutama apabila suplai oksigen tidak mencukupi sehingga otak tidak dapat melakukan metobolisme optimal dalam mendukung anak saat berpikir.

Memang tidak semua anak yang mendengkur menderita OSAS, namun sebagai orang tua selayaknya kita mewaspadai apabila terjadi gejala-gejala tersebut. Mengingat prevalansi keberadaan kasus OSAS cukup banyak terjadi di sekitar kita. Tentunya anda tidak mau anak anda menjadi salah satu korbannya, bukan ?

Satu respon to “Waspadai mendengkur pada anak”

  1. oh gitu yah
    terimakasih infonya



Trackbacks/Pingbacks


Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu