dalam kategori | Penyakit

Waspadai infeksi ginjal

Waspadai infeksi ginjal

Di Indonesia, infeksi ginjal (glomerulonefritis) masih merupakan penyebab utama penyakit ginjal tahap akhir (gagal ginjal) yang menjalani terapi cuci darah. Sedangkan di Amerika, infeksi ginjal menjadi urutan kedua setelah Diabetes mellitus sebagai penyebab gangguan ginjal yang memerlukan cuci darah.

Gejala umum dari penyakit ini, biasanya timbul secara tiba-tiba berupa demam, menggigil, nyeri di punggung bagian bawah, mual dan muntah. Beberapa penderita menunjukkan gejala infeksi saluran kemih bagian bawah, yaitu sering berkemih dan nyeri ketika berkemih. Bisa terjadi pembesaran salah satu atau kedua ginjal dan Kadang otot perut berkontraksi kuat.

Banyak orang berpikiran, saluran kemih hanyalah terdiri dari saluran kencing dan kandung kemih. Padahal, menurut ilmu kedokteran, saluran kemih itu meliputi ginjal, saluran yang menghubungkan ginjal dan kandung kemih (ureter), kandung kemih, dan saluran kencing (uretra). Infeksi terjadi ketika bakteri, virus, atau jamur masuk dalam jumlah cukup banyak ke saluran kemih dan tak dapat dilawan oleh imunitas tubuh.

Sebagian besar kuman berasal dari luar tubuh, misalnya dari air yang tidak bersih atau penyakit menular seksual. Kuman, yang masuk lewat saluran kencing, bila tidak segera teratasi bisa naik ke kandung kemih. Jika dibiarkan, hal ini bisa membuat kerja ginjal terganggu. Pada ginjal bisa juga terjadi infeksi yang bermula dari adanya batu yang menyumbat ureter. Hal ini menyebabkan aliran air seni tidak lancar, sehingga terjadi infeksi.

Menurut dr. Sigit Sholichin, Sp.U, spesialis urologi dari Asri Urology Center, Rumah Sakit Asri, Jakarta, rasa sakit saat berkemih hanyalah satu gejala yang perlu Anda waspadai. Pada bagian tubuh yang berbeda, bisa beda pula gejalanya. “Jika infeksi terjadi di daerah saluran kencing (uretra) atau kandung kemih, biasanya gejala yang terasa adalah sering ingin buang air kecil, meski air yang keluar sangat sedikit (anyang-anyangan). Selain itu, saat berkemih saluran kencing terasa panas dan perih, terkadang keluar cairan kental berwarna kekuningan, dan berbau seperti nanah. Biasanya jarang disertai demam.”

Pada wanita biasanya juga terasa sakit di daerah tulang kemaluan, sementara pria umumnya merasakan sakit di daerah usus besar dekat anus. Sedikit berbeda jika infeksi sudah mencapai ginjal atau saluran yang menghubungkan ginjal dan ureter. “Biasanya penderita akan merasakan sakit di pinggang belakang dan demam. Kondisi penderita pun biasanya jadi sangat lemah,” jelas dr. Sigit.

Beberapa faktor yang mungkin meningkatkan resiko infeksi ginjal dan saluran kemih.

  • Hubungan seksual (pada wanita) mungkin meningkatkan risiko infeksi saluran kencing karena kemungkinan introduksi dari bakteri-bakteri sekitar urethra kedalam sistim urin (kondisi yang adakalanya dirujuk sebagai “honeymoon cystitis”).
  • Kehamilan mungkin juga meningkatkan insiden dari UTI (urinary tract infection) dan infeksi ginjal pada wanita, faktanya, 2% sampai 8% dari wanita hamil mungkin mengalami infeksi kencing selama kehamilan mereka. Mungkin terjadi karena penyaluran urin yang lebih lambat pada ureter selama kehamilan yang disebabkan tekanan dari kandungan (uterus).
  • Kateter urin (Foley catheters) juga meningkatkan risiko mengembangkan infeksi-infeksi kencing dan ginjal. Kateter digunakan dalam kondisi dimana seorang individu mungkin tidak mampu untuk kencing yang disebabkan oleh kelumpuhan (paralysis), penyakit berat, keadaan yang terikat pada ranjang, incontinence of urine (ketidakmampuan untuk menahan kencing), atau disfungsi kantong kemih. Kateter urin akan menjadi sarana bagi bakteri-bakteri dari luar untuk secara langsung diangkut kedalam kantong kemih dan sistim urin.
  • Batu ginjal dan kelainan-kelainan struktur lain dari sistim urin mungkin juga menyebabkan infeksi ginjal. Penyaluran urin yang terganggu mungkin menyebabkan bakteri untuk naik ke ginjal tanpa dibuang langsung dengan urin. Segala rintangan pada aliran urin dapat menjadi fokus dari infeksi yang dapat menyebar ke bagian-bagian lain dari saluran kencing.

Mendiagnosa Infeksi Ginjal

Infeksi ginjal mungkin didiagnosa dengan melakukan pemeriksaan fisik lengkap dan mencatat sejarah medis secara detil. Evaluasi termasuk pemeriksaan tanda-tanda vital (denyut jantung, tekanan darah, temperatur, dan pernapasan), mengakses tanda-tanda dehidrasi, dan memeriksa kepekaan pada punggung bagian tengah dan bawah. Pada pasien-pasien wanita muda pemeriksaan pelvis mungkin juga perlu dilakukan untuk mengevaluasi infeksi pelvis (pelvic inflammatory disease atau PID). Tes kehamilan mungkin juga dilakukan.

Tes analisa urin adalah penting untuk mendiagnosa infeksi ginjal. Sample (contoh) urin harus diambil. Urethra perlu dibersihkan dengan baik sebelum sampel diambil dalam rangka untuk mencegah kontaminasi urin oleh bakteri-bakteri pada kulit sekitar urethra. Aliran awal dari urin mungkin juga dibuang.

Analisa urin yang mengindikasi infeksi dalam urin (kehadiran dari sel-sel darah putih atau bakteri-bakteri dalam urin) pada umumnya menguatkan dan mendukung diagnosis dari infeksi ginjal atau infeksi saluran kencing.

Sekali sel-sel darah putih dan indikasi-indikasi lain dari infeksi urin [seperti, leukocyte esterase (dihasilkan oleh sel-sel darah putih di urin) atau nitrites (dihasilkan oleh bakteri-bakteri dalam urin)] tercatat pada analisa urin, adalah penting untuk menentukan jumlah dan tipe dari bakteri-bakteri dalam contoh urin. Umumnya, contoh urin yang mempunyai lebih besar dari 100,000 bakteri-bakteri dalam satu cc dari urin dipertimbangkan sebagai infeksi saluran kencing secara diagnostik. Pada beberapa kondisi, jumlah dibawah 100,000 bakteri dalam satu cc urin mungkin juga mengindikasikan infeksi.

Mencegah Infeksi Ginjal

Kebersihan: Pendekatan utama pada pencegahan infeksi ginjal adalah kebersihan. Karena kebanyakan infeksi cenderung terjadi disebabkan oleh kehadiran bakteri-bakteri yang memasuki saluran kencing dari urethra, kebersihan pribadi yang tepat adalah sangat penting. Contohnya, pada wanita, menyeka area kemaluan dari depan ke belakang setelah pergi ke kamar kecil dapat mencegah secara signifikan bakteri-bakteri sekitar dubur atau vagina untuk mendapatkan akses ke urethra.

Sex: Karena hubungan seksual adalah faktor risiko untuk infeksi ginjal, maka dinasehati untuk mengosongkan kantong kemih (kencing) setelah aktivitas seksual untuk mengalirkan keluar bakteri-bakteri yang mungkin telah memasuki kantong kemih.

Makanan-makanan/suplemen-suplemen: Cranberry dan cranberry juice adalah juga metode-metode yang telah terbukti untuk mencegah kekambuhan infeksi ginjal.

Kateter: Tindakan penting lain mungkin diterapkan pada kondisi tertentu. Contohnya, pada individu yang menggunakan kateter kantong kemih, adalah penting bahwa kateter ditukar secara rutin dibawah petunjuk seorang dokter. Area sekitar kateter, terutama dimana ia memasuki urethra, harus awasi dan dibersihkan secara rutin.

Batu ginjal: Pada pasien dengan infeksi ginjal yang juga mempunyai baru ginjal, batu mungkin menjadi fokus yang potensial dari infeksi yang dapat menyebar keseluruh sistim urin. Oleh karenanya, pasien mungkin dirujuk ke seorang spesialis (urologist) untuk evaluasi dan kemungkinan pengangkatan batu-batu untuk mencegah infeksi urin masa depan.

Obat tradisional untuk infeksi ginjal

  1. Ambil kulit batang kamboja 250 gram, dan satu botol limun, cara membuatnya : Cuci sampai bersih kulit batang kamboja sampai bersih kemudian rebus dengan air limun tersebut hingga airnya berkurang menjadi setengah, selanjutnya minum air rebus ramuna tersebut sekaligus, lakukan dengan rutin
  2. Ambil kulit batang pepaya 100 gram dan air putih (air matang) satu cangkir, cara membuatnya : Tumbuk kulit batang pepaya hingga lumat, kemudian tambah air aduk-aduk hingga rata dan air tercampur dengan kulit batang pepaya, selanjutnya saring ambil airnya. Cara mengkonsumsinya : Minum air ramuan tersebut sekaligus sampai habis, lakukan dengan rutin
  3. Siapkan bahan-bahan berikut
    • Biji kopi 25 gram
    • Meniran 30 gram
    • Tamulawak 30 gram
    • Akar alang-alang 25 gram
    • Asam kawak 5 gram

    Cara membuatnya kesemua bahan ramuan tersebut, cuci sampai bersih, biji kopi ditumbuk hingga pecah-pecah, temulawak dan akar alang-alang dipotong, selanjutnya kesemua bahan ramuan tersebut direbus dengan 3 liter air hingga airnya berkurang menjadi 2 liter. Cara mengkonsumsinya : Minum air ramuan tersebut diminum satu gelas sehari sampai tiga hari

  4. Siapkan bahan-bahan yang dibutuhkan
    • Daun kumis kucing dan bunganya 40 lembar
    • Daun belimbing wuluh tua 10 lembar

    Cara membuatnya : Cuci sampai bersih ketiga ramuan tersebut sampai bersih, kemudia ditumbuk hingga lumat, selanjutnya diseduh dengan air panas dua gels. Cara mengkonsumsinya : Minum air ramuan tersebut tiga kali sehari, lakukan dengan rutin.

2 respon to “Waspadai infeksi ginjal”

  1. Salah satu penyakit yang menakutkan

  2. tips dan cara pencegahan sudah komplit di artikel yang satu ini



Trackbacks/Pingbacks


Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu