dalam kategori | Featured, Tips Kesehatan

Vitamin D Kurangi Ancaman Kematian

Vitamin D Kurangi Ancaman Kematian

Ada temuan baru yang mengingatkan betapa penting kecukupan vitamin D di dalam tubuh. Manfaat terbesar, yakni mengurangi risiko kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah (cardiovascular diseases), sudah cukupkah asupan vitamin D kita?

Kalau saja menu di meja makan rumah kita normal, tubuh tidak bakal kekurangan asupan vitamin D. Vitamin ini berperan besar dalam pembentukan tulang-belulang dan gigi-geligi selagi masa pertumbuhan.

Vitamin D membantu metabolisme kalsium. Kekurangan vitamin D yang ekstrem menimbulkan penyakit tulang Rikcets atau “penyakit Inggris”.

Tak cukup hanya asupan vitamin D dari menu harian. Vitamin D tak terbentuk bila tubuh tidak cukup terpapar sinar matahari. Penduduk di negara yang “kehilangan” sinar matahari lebih dari setengah tahun, Inggris misalnya, terancam kena penyakit tulang Rickets. Terbentuk benjolan semacam tasbih di tulang dada, dan struktur tulang tidak sempurna.

Butuh matahari dan lemak

Tidak seperti vitamin A yang cukup besar cadangannya di dalam tubuh sekiranya asupannya kurang, vitamin D hanya tersimpan sedikit di hati dan gajih. Bila asupan vitamin D terus-menerus tidak memadai, dalam waktu singkat tubuh akan menderita kekurangan vitamin D. Sesuai fungsinya, tulang dan gigi jadi bermasalah.

Bukan lantaran asupan sumber vitamin D tidak memadai saja yang menyebabkan tubuh menderita kekurangan vitamin ini. Tak jarang juga karena penyerapan vitamin ini terganggu akibat asupan lemak yang tidak memadai. Kita tahu, vitamin D, seperti halnya vitamin A, E, dan K, membutuhkan kecukupan lemak untuk penyerapannya.

Beruntunglah kita karena matahari senantiasa hadir sepanjang tahun. Persoalan vitamin D di Indonesia lebih disebabkan asupan sumber atau bahan baku vitamin D yang tidak memadai. Sekali lagi, normalnya tidak terjadi kekurangan selama menu yang terhidang di meja makan terbilang lengkap.

Mereka yang pantang mengonsumsi lemak dan berniat menguruskan badan, berisiko kekurangan vitamin D karena berkurangnya porsi dan keberagaman menu harian. Mungkin keluhan dan gejalanya sebelum muncul penyakit tulang spesifik Rickets tidak selalu nyata. Tanpa memeriksa kandungan vitamin D dalam darah, orang tak menginsafi kalau tubuhnya sedang kekurangan vitamin ini.

Sekarang kedapatan pentingnya peran vitamin D dalam banyak penyebab kematian, khususnya kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah.

Peran pembuluh darah

Dr. Harald Dabnig (Medical University of Graz, Austria) baru-baru ini mengumumkan pentingnya vitamin D terhadap ancaman kematian akibat penyakit yang berada di belakangnya. Bukan saja menguatkan tulang belulang, penyakit jantung-pembuluh darah, ancaman terjatuh, risiko kanker, darah tinggi, dan penyakit metabolik juga berkaitan dengan kecukupan vitamin D bagi tubuh.

Vitamin D berpengaruh terhadap pembentukan plak dinding pembuluh darah yang bila dibiarkan menjadi sumber penyumbatnya. “Karat” lemak pembuluh darah ini terbentuk berangsur-angsur dalam hitungan puluhan tahun.

Vitamin D berperan melarutkan butiran bekuan darah (fibrinolysis), menetralkan sifat lemak darah dan gumpalan sel pembeku darah (thrombogenicity), meremajakan sel-sel dinding pembuluh darah (endothelial rejuvenation), dan pertumbuhan sel-sel otot halus. Selain itu, berefek pula terhadap pembentuk plak (matrix metalloproteinase), sehingga pembuluh darah lebih rentan mengalami pengapuran (arterial calcification).

Semua itu berkaitan dengan urusan kebugaran pembuluh darah tubuh, termasuk pembuluh darah jantung dan otak. Karena penyakit jantung dan pembuluh darah sekarang mengemuka, kebugaran pembuluh darah menjadi fokus agar risiko yang membuatnya lebih buruk bisa ditekan dengan memberi kecukupan vitamin D.

Kita tahu, pembentukan karat lemak lantaran kadar lemak darah (trigliserida dan kolesterol) melebihi normal selama puluhan tahun. Ini bagian dari gaya hidup salah rata-rata orang sekarang. Darah tinggi dan kencing manis yang dibiarkan merajalela, tingginya faktor stres, kurang gerak, dan polusi, merupakan faktor-faktor yang mempermudah terbentuknya sumbatan pembuluh darah (atherosclerosis), awal serangan jantung koroner dan stroke.

Kalau kondisi pembuluh darah kurang bugar sejak awal, antara lain sebab kurang memadainya kecukupan vitamin D, karat lemak lebih rentan terbentuk. Kondisi darah, sel-sel dinding pembuluh darah, otot polos pembuluh darah dipengaruhi oleh peran vitamin D. Pembuluh darah berada dalam status buruk bila vitamin yang membugarkan asupannya tidak mencukupi.

Di situ pentingnya peran vitamin D, yang selama ini mungkin kita abaikan.

Rajinlah Makan Ikan

Selama menu harian kita normal, kecukupan tubuh akan vitamin D tak perlu dirisaukan. Sumber vitamin D terbaik adalah minyak ikan.

Doyan makan ikan menjamin kita tidak kekurangan vitamin D. Anak yang diberi ekstra minyak ikan pasti terpenuhi kebutuhan tubuhnya akan vitamin D. Lengkapi dengan kebiasaan berjemur matahari pagi sekitar 15 menit dan kecukupan menu berlemak.

Segelas susu dan sebutir telur hanya memberikan sepersepuluh kebutuhan vitamin D sehari. Mereka yang tidak suka ikan perlu mempertimbangkan sumber vitamin D lain, yakni kapsul minyak ikan, misalnya.

Kelebihan ikan dibandingkan dengan daging merah, selain manfaat minyak ikan, protein ikan tidak kalah dari protein daging. Karena itu, kelompok usia kepala empat dianjurkan sudah membatasi konsumsi daging merah, tetapi lebih memilih ikan, khususnya ikan laut dalam.

Melihat peran vitamin D terhadap ancaman kematian penyakit jantung dan pembuluh darah, jangan abaikan kecukupannya walau kebutuhan tubuh hanya 10 mikrogram atau 400 IU perhari. Cadangan vitamin D tubuh tidak banyak. Berlama-lama kekurangan akan berisiko sakit jantung dan stroke.

Untuk memastikan kekurangan, dapat dilakukan pemeriksaan darah (serum). Bila lebih rendah dari normal, itu sudah lampu merah untuk segera menambahnya dengan suplemen kalau menu tidak bisa diandalkan. Selama bisa dipenuhi dari menu harian, suplemen tidak diperlukan.

Sekali lagi, kualitas meja makan rumah perlu disempurnakan. Makin beragam jenis menu harian, terdiri dari 4-5 jenis menu, makin kecil kemungkinan kekurangan zat gizi, termasuk vitamin D.

Oleh:

Dr. Handrawan Nadesul

Dokter Umum

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu