dalam kategori | Penyakit

Vertigo si penyakit gangguan keseimbangan

Vertigo si penyakit gangguan keseimbangan

Tiba-tiba !!!

Bumi serasa berputar
Lantai seolah tak dapat dipijak
Kepala bagai bergoyang
Benda-benda berterbangan
Mual tak dapat ditahan
Keringat dingin bercucuran
Lemas, lunglai, tiada daya
Derita tak tertahankan
Ada apa gerangan ?

Seperti itulah kira-kira gambaran umum yang dirasakan seseorang penderita vertigo. Keren tuh namanya ! Emang iya, rangkaian kalimat di atas adalah sekumpulan gejala yang dinamakan VERTIGO.

Meski banyak artikel atau milis membahas vertigo, penulis tak kuasa menahan hasrat untuk menulisnya lagi. Lagi ? Iyalah, lantaran sebelumnya sudah menulisnya dalam bahasa yang medis banget. Anggap saja sebagai versi kedua. Hehehe, kayak film bersambung.

Karenanya, setelah mempertimbangkan jumlah kasus dalam praktek sehari-hari dan keinginan mempermudah pemahanan, maka penulis memutuskan menulis ulang dalam bahasa sederhana, dengan harapan lebih mudah dimengerti, tidak terkesan eksklusif.

Tentu ada juga sedikit istilah medis yang sengaja penulis sosialisasikan untuk pembaca. Sedikit saja koq, itupun sudah sering didengar.

Bagi yang pernah mengalami, boleh dong berbagi. Eh maaf, semua boleh berbagi pengalaman koq, pengalaman apa aja berkenaan dengan vertigo. Mungkin pengalaman pribadi, orang-orang dekat, teman, tetangga atau pengalaman dari baca-baca buku. Ups, jika pertama mengalaminya, dijamin kaget deh.

Mari kita simak beberapa contoh keluhan penderita vertigo, khususnya di praktek sehari-hari. Penulis menghimpunnya berdasarkan penuturan penderita.

  • Seorang istri guru tiba-tiba merasa berputar, kemudian jatuh dan muntah ketika sedang enak-enaknya memilih buah di supermarket. Sejak itu berulang kali ke RS, periksa CT Scan, periksa macam-macam, tidak ditemukan kelainan apapun. Semuanya normal. Tapi vertigo tetap krasan, jutaan rupiah sudah melayang. Akhirnya jarang kambuh.
  • Pria paruh baya pemilik beberapa toko besar di kecamatan kami, tak kuasa bangun dan takut membuka mata karena setiap membuka mata, benda sekelilingnya berputar, disertai mual dan muntah. Badan lemas, keluar keringat dingin.Sebelumnya, bapak tersebut berjam-jam mencari-cari surat penting sambil jongkok di laci. Surat belum sempat ketemu, keburu mengalami vertigo yang membuatnya lunglai.
  • Wanita muda terhuyung-huyung masuk ke kamar periksa dengan mata terpejam dipapah keluarganya. Begitu ditidurkan di tempat tidur periksa wanita tersebut sontak muntah-muntah, keringat dingin, lunglai.Setiap berusaha menoleh dan membuka mata, wanita tersebut mengeluh berputar, lalu muntah lagi.
  • Dini hari menjelang subuh, seorang satpam digotong teman-temannya ke UGD Rawat Inap. Salah seorang pengantar mengatakan bahwa Satpam tersebut tiba-tiba muntah tiada henti hingga pingsan. Ketika penulis memeriksa, ternyata sadar, tidak pingsan, karena bulu matanya masih bergerak-gerak. Setelah sebelumnya meminta kepada pak satpam yang lunglai agar tetap menutup mata dan tidak menoleh saat nanti menjawab pertanyaan, maka penulispun menanyakan keluhannya sebelum pak satpam ambruk. Berikut penuturannya sambil terbata-bata:
    ” Inggih pak, tadi enak-enak nonton tivi, tiba-tiba sekeliling saya berputar, kepala terasa melayang-layang dan waktu mau berdiri, lantai ikut bergoyang, terus muntah-muntah. Sekarang lemas sekali “.
    Pemeriksaan fisik menunjukkan semuanya normal, hanya kondisinya yang lemah sehingga kami infus sambil tetap berpesan bahwa untuk sementara tidak usah membuka mata dan tidak menggerakkan kepala.Tak lama kemudian rombongan keluarga datang. Salah seorang diantaranya adalah seorang wanita hamil yang ternyata istrinya. Melihat suami tercinta terbaring lemah dan mata tertutup, sang istri menubruk dengan cucuran air mata. Kaget mendengar suara istrinya, pak satpam tadi membuka mata dan menoleh. Maka adegan huek-huekpun berulang hingga belasan kali.

Empat contoh di atas setidaknya menggambarkan sedikit diantara beragamnya keluhan vertigo. Adakah pembaca atau kerabat atau teman yang mengalami gambaran mirip di atas?

B a t a s a n :

Vertigo adalah penyakit dengan gangguan keseimbangan yang ditandai dengan: perasaan berputar, dunia serasa bergoyang, benda sekeliling berputar (vertigo obyektif), dirinya sendiri merasa puyeng (vertigo subyektif), rasa mau jatuh bahkan adakalanya jatuh beneran, disertai dengan mual, muntah, telinga berdenging, keringat dingin, dan badan terasa lemas.

Adakalanya merasa lebih baik jika berbaring, tapi ada juga vertigo terus berlanjut meski tidak bergerak sama sekali, kadang merasa enak bila tutup mata dan vertigo berulang saat mata dibuka.

Vertigo dapat pula terjadi ketika berganti posisi, misalnya dari berbaring lalu duduk, dari duduk lalu berdiri dan sebaliknya. Terkadang hanya menoleh sedikit saja vertigo muncul lagi.

Berbagai penyebab gangguan keseimbangan

Penyebab gangguan keseimbangan (yang mengakibatkan vertigo) sangat beragam. Agar mudah diingat, penulis mengutip salah satu referensi yang mengelompokkannya menjadi 6 kelompok, yakni:

1. Gangguan telinga:
Sekitar 50% kasus vertigo berkaitan dengan penyakit-penyakit atau gangguan telinga bagian dalam.

2. Kecemasan:
Disebutkan bahwa sekitar 15 % vertigo disebabkan faktor kecemasan, panik dan berbagai macam phobia, termasuk beban pekerjaan.

3. Gangguan otak:
Sekitar 5 % diperkirakan berhubungan dengan kelainan di otak, misalnya: stroke, migrain, penyempitan pembuluh darah otak (multiple sclerosis), penyakit Parkinson dan tumor.

4. Kondisi tubuh:
Diperkirakan 5 % vertigo berhubungan dengan kondisi tubuh, misalnya: tekanan darah rendah (hipotensi), hipertensi, penyakit infeksi, kekurangan gula darah (hipoglikemia), gangguan jantung. Obat-obat tertentu yang memiliki efek samping terhadap keseimbangan (ototoksik), dapat juga mengakibatkan vertigo.

5. Faktor lain:
Vertigo dapat disebabkan berbagai faktor selain faktor-faktor di atas, misalnya: pengaruh alkohol, marijuana dan sejenisnya. Berada dalam ruangan tertutup yang terlalu panas, bisa juga menyebabkan vertigo.

6. Tidak diketahui:
Disamping faktor-faktor di atas, vertigo tidak diketahui sebabnya, artinya tidak ditemukan kelainan apapun.

PEMERIKSAAN

Mengingat vertigo adalah akibat dari adanya gangguan keseimbangan yang melibatkan banyak faktor, maka perlu pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan tekanan darah, dan lain-lain.

Tak kalah penting adalah mencari faktor pencetus timbulnya vertigo.

Bila perlu dilakukan pemeriksaan telinga atau test pendengaran, laboratorium bahkan rekam otak (elektro ensefalografi), pemeriksaan aliran darah ke otak (angiografi) maupun CT-scan.

Pemeriksaan dengan CT-scan seringkali dapat membantu menegakkan diagnosa jika vertigo diduga berhubungan dengan gangguan di otak.

Setidaknya pemeriksaan CT scan mempunyai 2 keuntungan, jika ditemukan kelainan di otak, dapat dilakukan pengobatan dini untuk mengatasinya, sedangkan jika tidak ada kelainan dapat membuat lega penderita bahwa otaknya tidak bermasalah.

Tentu tidak semua vertigo lantas diperiksa CT-scan.

PENGOBATAN

Pada dasarnya, pengobatan tergantung kepada penyebabnya.

Dapat juga diberikan pengobatan untuk meredakan gejala vertigo (asimptomatis).

Jika penyebabnya infeksi telinga bagian dalam, maka diberikan antibiotika yang sesuai.

Kadang penderita vertigo perlu opname jika berhubungan dengan penyakit serius, namun dapat juga penderita terpaksa opname karena kondisi lemah akibat muntah yang hebat.

Obat-obat yang lazim diberikan untuk meredakan vertigo antara lain:

  • Dimenhidrinat 50 mg (antimo, dramamine, dramasine)
  • Prometazin 25 mg (avopreg)
  • Sinarizin 25 mg (perifas, vertizine )
  • Betahistin 8 mg (merislon, mertigo)

Obat lain:

  • Obat anti cemas (penenang)
  • Obat golongan skopolamin
  • Dan lain-lain

Adakalanya obat-obat di atas diberikan secara kombinasi.

DATA DAN FAKTA

Di praktek sehari-hari, rata-rata dalam seminggu didapatkan penderita vertigo dengan beragam keluhan vertigo.

Bekas benturan kepala di masa lalu (misalnya jatuh) kendati tidak ada kelainan di otak, adakalanya menyebabkan keluhan vertigo.

Sejak dibangunnyanya Rawat Inap di kecamatan kami, sebanyak 26 penderita vertigo opname di Rawat Inap pada tahun 2005. Sebagian diantaranya dilakukan rujukan konsul ke praktek spesialis syaraf dan pada pemeriksaan rekam otak ataupun CT scan tidak ditemukan kelainan otak.

Catatan:
Kebijakan rujukan di Rawat Inap kecamatan kami:

Rujukan konsul, adalah rujukan ke praktek spesialis (bukan poliklinik RS) sesuai spesifikasi penyakitnya. Penderita diantar ambulance, didampingi petugas dan keluarga, setelah mendapatkan advis dan resep lalu kembali ke rawat inap. Obatnya kami yang belikan via order langganan untuk menghemat biaya sekitar 30-40 %.

Rujukan perawatan, adalah rujukan perawatan lanjutan ke RS untuk penganan khusus spesialistik kasus-kasus tertentu.

Rujukan langsung, adalah rujukan kasus yang memerlukan penanganan cepat dan spesialistik setelah dilakukan stabilisasi sesaat setelah penderita datang ke UGD, misalnya cedera kepala berat, patah tulang dan lain-lain.

Apakah selama ini ada penderita vertigo yang serius ?

ADA.

Penulis pernah menemukan seorang wanita paruh baya dengan vertigo disertai gangguan kesadaran, setelah dirujuk ternyata ditemukan tumor otak. Karena ketika itu di kota kami belum ada spesialis bedah syaraf, penderita dianjurkan ke Surabaya.

Ketidak mampuan ekonomi menyebabkan penderita tidak sanggup ke Surabaya, hingga yang bersangkutan meninggal dunia. Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun.

PESAN bagi pelaku kesehatan di layanan tingkat pertama:

Ketika seseorang datang dengan keluhan kepala, maka anamnesa (wawancara) jenis keluhan kepala mutlak diperlukan.

Yang perlu ditanyakan apakah rasa berat, nyeri kepala, tegang otot leher, rasa hanyut, rasa berputar atau bergoyang saat ganti posisi atau saat buka mata.

Hal ini penting karena sangat menentukan dalam diagnosa dan pemilihan jenis obat. Tatkala penderita mengeluh pusing lalu langsung diberi analgesik, maka tak usah heran bila penderita tidak berkurang keluhannya. Selain itu tentu mencari penyebab primernya, apakah gangguan organik gigi, mata, telinga, hidung dan lainnya.

Harap diingat bahwa setiap penderita mempunyai bahasa sendiri dalam menyampaikan keluhannya, dan seringkali maknanya berbeda dengan bahasa si dokter. Karenanya diperlukan sikap bijak dan sabar untuk mengurai keluhan penderita, sehingga apa yang diharapkannya sesuai dengan keputusan dokter dalam menegakkan diagnosa dan pemberian obatnya.

Di tempat kami, keluhan pusing bisa berarti melayang-layang, bisa sakit kepala, bisa rasa gelap saat ganti posisi dari duduk ke berdiri. Lha, tiap orang berbeda cara mendiskripsikan keluhannya kan.

Gak ngajari lho friends

P E S A N untuk umum

Bagi penderita vertigo yang jelas-jelas tidak ada kaitannya dengan kelainan organik atau penyakit lain, sebaiknya membekali diri dengan obat vertigo, baik di rumah maupun ketika bepergian.

Selain itu, perlu melakukan latihan-latihan sesuai anjuran dokter masing-masing.

Semoga bermanfaat

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu