dalam kategori | Layanan Kesehatan

Uji coba vaksin demam berdarah DBD

Uji coba vaksin demam berdarah DBD

Sebanyak 800 anak usia 2-14 tahun yang tinggal di Kecamatan Pasar Minggu, Jatinegara, Koja, Tambora, dan Senen serempak akan mendapatkan vaksin deman berdarah dengue (DBD).

Semula pemberian vaksin dilaksanakan hari ini Rabu (8/6). Namun puskesmas Kecamatan Pasar Minggu tidak menjadwalkan pemberian vaksin DB untuk anak sekolah dasar. ”Perkiraan kami antara tanggal 13-15 Juni 2011 ini, namun belum pasti kapan. Dipilih satu dari tiga hari itu,” kata Sudewo, staf bidang penyakit DBD sekaligus anggota tim yang mengikuti pelatihan vaksin DB.

Dari penjelasannya, puskesmas Kecamatan Pasar Minggu baru akan melakukan sosialisasi vaksinasi DB kepada orangtua dan murid di SDN 08 Ragunan. ”Orangtua dan murid dikumpulkan dan dijelaskan uji coba tersebut. Jika orangtua dan murid sudah paham, kami akan buatkan surat persetujuan kepada mereka,” imbuhnya.

Vaksin DBD  akan diberikan kepada 150 murid di SDN 08 sebagai sampel. Dan setiap anak mendapatkan tiga kali suntikan. ”Pelaksanaan vaksin langsung tim dari peneliti dan RSCM, kita hanya membantu untuk memantau pasca penyuntikan vaksin,” katanya.

Terpilihnya SDN 08 Ragunan karena dekat dengan puskesmas Kecamatan Pasar Minggu. ”Sekaligus mudah memantau anak-anak yang diberi vaksin. Kami juga sudah lama menjalin kerja sama dengan SDN 08.”

Nantinya, setelah anak-anak selesai divaksin, akan dilakukan pemeriksaan rutin gratis. Bila ditemukan adanya keluhan atau penyakit, RSCM akan menanggung sepenuhnya. ”Kami akan fokus memantau anak-anak yang mengalami demam tinggi di atas 38 derajat setelah penyuntikan,” ungkap Sudewo.

Anak-anak yang dijadikan sampel ini diberikan id card sebagai tanda pengenal, agar sewaktu-waktu dilakukan pemeriksaan bisa dibedakan dengan pasien umum lain. ”Puskesmas akan membantu menjembatani untuk pemeriksaan di rumah sakit,” lanjutnya.

Sementara dari Thailand dikabarkan uji coba vaksin DBD sudah terlebih dahulu dilaksanakan. Uji coba yang mulai dilaksanakan tahun 2009.  Hasilnya dianggap menjanjikan kerena tidak ada satupun dari 4000 anak yang terlibat mengalami reaksi yang serius.

“Sangat menjanjikan. Vaksin tersebut terbukti aman,” ungkap Profesor Arunee Sabcharoen dari Bangkok’s Mahidol University seperti dilaporkan Reuters 10/6. “Kami melakukan pengawasan ketat kepada setiap peserta dan terbukti tidak ada yang mengalami reaksi yang serius,” sambungnya.

Penelitian yang berlangsung selama 4 tahun tersebut dilaksanakan di propinsi Ratchaburi, sekitar 100km sebelah barat Bangkok. Setiap anak peserta uji coba berusia antara 4 sampai 11 tahun, diberikan 3 dosis dengan jarak waktu 6 bulan.

Arunee menyatakan sekitar 70.000 orang terjangkit DBD setiap tahun di Thailand, yang menghabiskan biaya pengobatan sekitar 250 juta bhat (8.2 juta dollar) ditambah 800 juta bhat lagi untuk pengendalian nyamuk setiap tahun.

Perusahaan asal Prancis-Sanofi Pasteur yang melaksanakan uji coba ini menyatakan bahwa vaksin DBD buatan mereka ini adalah yang pertama yang mencapai tahapan uji coba tahap akhir atas manusia. Pemimpin program vaksin DBD Sanofi Pasteur, Jean Lang menyatakan penggunaan 3 dosis vaksin, dan mungkin dimasa datang akan ditambah dengan penguat (booster), akan memberikan perlindungan seumur hidup atas Dengue.

Selain di Thailand, penelitian klinis Sanofi Pasteur ini juga dilaksanakan di Mexico, Colombia, Honduras, Puerto Rico, Peru, Philippines, Vietnam, Singapore, dan Australia.

 

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu