dalam kategori | Pola Hidup

Tetap Sehat Setelah Berlibur

Tetap Sehat Setelah Berlibur

Beristirahat atau berlibur adalah kegiatan yang sudah ada sejak dunia ini diciptakan. Dengan perkembangan zaman & dorongan bisnis, manusia tidak cukup untuk hanya sekadar beristirahat saja, sehingga munculah konsep berlibur sampai ke tempat-tempat yang jauh & berbagai tempat liburan.

Cara manusia berlibur tentu tidak sama, tergantung dari kebiasaan, kondisi keuangan, & waktu yang tersedia. Ada yang berlibur hanya di rumah saja, ke tempat-tempat terdekat, sampai berlibur ke berbagai negeri yang jauh. Tetapi itu semua fungsinya adalah sama, yaitu beristirahat karena memang manusia membutuhkan istirahat baik secara fisik maupun mental.

Secara medis, jelas berlibur dibutuhkan. Berbagai penelitian ilmiah telah membuktikan bahwa memang manusia membutuhkan liburan. Berbagai penyakit bisa dikaitkan dengan kurangnya berlibur. Penyakit jantung & pembuluh darah sampai gangguan kejiwaan dapat muncul jika manusia tidak mengambil berlibur ketika diperlukan. Seorang pengusaha, pekerja, atau siswa yang tidak pernah berlibur sama seperti mesin yang dipaksa bekerja terus-menerus yang akhirnya dapat mogok, meledak, atau rusak dalam berbagai tingkatan.

Manfaat berlibur bagi kesehatan sepertinya sudah cukup diketahui oleh masyarakat. Tetapi jika salah dilakukan, berlibur pun dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Banyak dari kita mungkin sudah pernah melihat seseorang yang setelah berlibur justru mengalami gangguan fisik ataupun mental. Yang paling sering tentu adalah kelelahan setelah berlibur, sehingga membutuhkan istirahat tambahan. Padahal seharusnya berlibur tujuan utamanya adalah istirahat.

Agar terhindar dari masalah-masalah kesehatan saat & setelah berlibur, tentu liburan harus direncanakan dengan baik. Ini agar tujuan berlibur untuk beristirahat dapat tercapai sehingga kita dapat kembali bekerja atau belajar dengan kondisi yang lebih baik secara fisik & mental. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam berlibur adalah:

– Perencanaan
Banyak masalah saat & setelah berlibur adalah tiadanya perencanaan. Kelelahan fisik atau kehabisan uang adalah efek tersering yang ditimbulkan akibat liburan yang tidak direncanakan dengan baik. Sebagai contoh, memaksakan berlibur ke tempat yang jauh sementara waktu liburan yang singkat, terkena macet, tidak mendapat tiket pulang sesuai waktu yang seharusnya, kendaraan rusak/mogok, membuat waktu habis untuk perjalanan & menimbulkan kelelahan. Sementara kehabisan uang karena berlibur yang tidak direncanakan tentu membuat tekanan mental yang dapat mengakibatkan depresi. Namun, ini bukan berarti berlibur harus diatur dengan jadwal yang begitu ketat yang mengakibatkan liburan tidak dapat dinikmati dengan baik semata hanya untuk menepati jadwal sehingga tujuan berlibur untuk istirahat tidak tercapai.

Selalu bawa obat-obatan yang dibutuhkan dalam kondisi darurat atau memang jika memiliki penyakit yang rutin harus meminum obat, bawalah dalam jumlah mencukupi. Sering kali obat-obatan tertentu tidak dapat ditemukan dengan mudah di suatu daerah.

– Tidur & istirahat yang cukup
Berlibur sejatinya adalah untuk istirahat, namun bukan berarti itu tidur terus-menerus. Yang sering terjadi, karena terlalu antusiasnya untuk berlibur mengakibatkan kurangnya waktu tidur. Bahkan saat waktu tidur pun masih melakukan berbagai kegiatan yang menguras fisik. Tidak heran banyak orang yang setelah berlibur justru kelelahan karena kurang istirahat. Tetapi tidak sedikit pula yang menghabiskan waktu liburnya dengan tidur & tidak melakukan aktivitas fisik apapun, sehingga ketika kembali ke aktivitas rutinnya justru merasa lemas karena fisiknya tidak terlatih/terjaga dengan baik.

Disarankan untuk tetap tidur selama 6-8 jam/hari selama berlibur agar tubuh mendapatkan istirahat yang cukup. Bagi yang menggunakan waktu liburnya untuk aktivitas fisik di luar ruangan yang ekstrim/berat, sediakan waktu 1-2 hari sebelum liburan berakhir untuk beristirahat agar tidak kelelahan saat kembali ke aktivitas rutin.

– Makan & minum yang terkendali
Banyak orang yang mengeluh kadar kolesterol atau gula darahnya meningkat setelah berlibur, ini diakibatkan terlalu banyaknya makanan & minuman yang disantap saat berlibur tetapi tidak banyak melakukan aktivitas fisik. Makanan yang dikonsumsi pun sering kali miskin zat gizi & serat sehingga tubuh kekurangan zat gizi & sulit BAB. Baik saat aktivitas rutin atau berlibur, tetap makan-minum sesuai kebutuhan, tidak menjadi lebih banyak dari biasa karena punya banyak kesempatan untuk makan & minum, tertarik mencoba berbagai jenis makanan/minuman baru atau yang terkenal enak sampai lupa mengontrol diri. Jika ingin mencoba berbagai jenis makanan/minuman, cukup cicip dalam porsi kecil.

Tetap melakukan aktivitas fisik selama berlibur untuk membakar semua kalori yang masuk ke dalam tubuh & menjaga kebugaran fisik. Selalu utamakan kebersihan makanan/minuman yang disantap selama berlibur agar terhindar dari berbagai penyakit infeksi saluran cerna yang dapat mengganggu liburan. Utamakan selalu memakan makanan/minuman yang dimasak sampai matang. Jangan dilupakan untuk cukup minum bagi mereka yang melakukan aktivitas fisik di luar ruangan agar tidak terkena dehidrasi.

Untuk mereka yang alergi terhadap bahan pangan tertentu, tetap perhatikan makanan/minuman yang disantap agar bebas dari zat yang dapat menimbulkan alergi. Di tempat liburan sering kali menemukan berbagai jenis bahan makanan/minuman atau bumbu baru yang mungkin belum pernah disantap sebelumnya sehingga sangat tertarik untuk mencobanya. Tetap harus berhati-hati agar terhindar dari alergi dengan mencicipinya terlebih dahulu & dapat mengonsumsinya dalam jumlah lebih banyak setelah dirasa aman bagi tubuh.

– Aktivitas fisik dalam jumlah wajar
Banyak orang yang menganggap berlibur itu berarti tidur sebanyak-banyaknya atau sekadar duduk-duduk di kursi malas untuk membaca, di depan komputer atau televisi untuk menonton atau bermain game. Di sisi lain, banyak pula yang menjadikan liburannya sebagai waktunya aktivitas fisik ekstrim di luar ruangan seperti olahraga berat atau berjalan jauh padahal sehari-hari aktivitas kerja/belajarnya adalah lebih banyak duduk. Bagi mereka yang terlalu banyak tidur/duduk selama berlibur tanpa aktivitas fisik yang berarti, tidak heran setelah berlibur akan merasa cepat lelah karena aktivitas fisik yang menurun drastis. Di sisi lain, mereka yang tidak terbiasa melakukan banyak aktivitas fisik lalu dikagetkan dengan liburan yang penuh aktivitas fisik di luar ruangan yang ekstrim mengakibatkan tubuh menjadi mudah cedera sehingga setelah berlibur malah harus beristirahat karena kelelahan hebat atau cedera.

Bagi mereka yang berlibur dengan banyak tidur atau duduk, tetap lakukan aktivitas fisik setiap hari. Mereka yang berlibur dengan melakukan banyak aktivitas fisik sebaiknya menyiapkan diri dengan berlatih terlebih dahulu sebelum berlibur, pelajari aktivitas yang akan dilakukan agar tidak membahayakan diri, melakukan pemanasan sebelum memulai aktivitas, menggunakan berbagai pengaman tubuh agar terhindar dari cedera, & memastikan cukup istirahat agar tetap sehat setelah kembali ke aktivitas rutin.

– Perhitungkan waktu tempuh/transportasi
Banyak orang memaksakan berlibur ke tempat yang jauh dengan waktu tempuh yang lama atau berkunjung ke banyak tempat padahal hanya memiliki waktu liburan yang singkat. Tidak heran setelah berlibur yang didapat adalah kelelahan, bukan tubuh & mental yang lebih segar. Banyak yang berkilah bahwa mereka dapat beristirahat selama perjalanan. Perlu diingat bahwa duduk atau tidur di mobil, kereta, atau pesawat tidak dapat menggantikan istirahat atau tidur yang normal karena saat perjalanan istirahat/tidur akan banyak terganggu oleh goncangan/getaran, suara bising, & posisi tubuh saat duduk/tidur yang tidak normal.

– Lupakan pekerjaan/aktivitas rutin
Bagi mereka yang sangat sibuk, berlibur pun tetap harus memantau pekerjaan/aktivitas rutinnya. Tidak heran saat berlibur di rumah atau ke tempat jauh pun mereka tidak dapat terpisah dengan berbagai perlengkapan komunikasi & kerja seperti telepon genggam atau komputer jinjingnya. Ini sering kali membuat berlibur tidak efektif karena praktis orang tersebut tetap bekerja hanya berpindah tempat saja. Dengan kondisi ini, tujuan liburan untuk beristirahat tidak tercapai.

– Pelajari situasi setempat
Untuk yang berlibur ke tempat baru, jangan lupa pelajari situasi setempat. Dalam hal kesehatan, pelajari di mana lokasi pertolongan medis 24 jam terdekat yang berkualitas jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Tanya juga keadaan kesehatan di daerah tersebut yang membutuhkan perhatian khusus, misalnya jika harus mendapatkan obat/vaksinasi untuk mencegah tertular penyakit, atau tidak mengonsumsi makanan/minuman tertentu yang dapat menimbulkan penyakit. Taati peraturan kesehatan setempat seperti larangan untuk bermain air di laut/danau/sungai yang mungkin tercemar kuman atau zat kimia berbahaya, menggunakan alat pelindung tubuh saat berkendara, dst.

Billy N.S. <billy@KonsulSehat.web.id>

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu