dalam kategori | Tips Kesehatan

Tetap cantik selama menjalankan ibadah puasa

Tetap cantik selama menjalankan ibadah puasa

Menurut berbagai penelitian di dunia kesehatan, puasa merupakan proses detoksifikasi yang efektif. Detoksifikasi adalah proses pengeluaran racun dari dalam tubuh. Racun yang selama ini menumpuk di tubuh kita karena sisa makanan, sisa metabolisme tubuh, polusi, obat-obatan hingga aktivitas otak bisa menyebabkan berbagai penyakit. Penyakit yang sering muncul bila seseorang menyimpan banyak racun dalam tubuhnya antara lain penyakit maag, asma, gatal-gatal, flu, kanker, mudah capek, kolesterol tinggi, encok, stres, tekanan darah tinggi dan masih banyak lagi.

Proses pembuangan racun tubuh akan efektif bila dilakukan minimal setahun sekali selama 30-40 hari. Jika racun tidak segera dibuang, maka tubuh akan bereaksi dengan gejala sering sakit kepala, asma, sinusitis,mual, kembung, sering masuk angin, keringat berbau, nafas tidak sedap, jerawatan, keputihan dan lain-lain. Oleh karena itu Allah menurunkan 1 bulan yang penuh berkah, yaitu bulan Ramadhan sebagai salah satu cara untuk membersihkan tubuh kita dari racun yang mengendap di dalam tubuh.

Untuk mempersiapkan diri menjelang datangnya bulan suci tersebut, ada baiknya bila kita tetap menjaga kesehatan serta kebugaran tubuh selama menjalankan ibadah puasa, terutama bagi anda yang menjalani karir di kantor. Menjaga stamina tubuh agar tetap fit, bugar dan cantik selama menjalankan ibadah puasa, tips di berikut ini mungkin bisa bermanfaat bagi anda.

1. Usahakan agar tetap sahur

Bangun sahur adalah saat-saat terberat di bulan puasa. Bagaimana tidak, di saat kita sedang tertidur lelap, kita harus bangun dini hari untuk mempersiapkan diri, terutama bagi kaum perempuan yang harus mempersiapkan makanan sahur untuk keluarga. Seberat apapun mata anda terbuka saat waktu sahur tiba, sebaiknya anda tetap semangat untuk bangun karena pada saat sahur itu anda akan menyuplai asupan makanan yang mengandung gizi yang tidak akan anda dapatkan di siang hari saat anda berpuasa.

Untuk menu sahur anda, sebaiknya pilih makanan yang mengandung serat dan berprotein tinggi. Hindari terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang manis-manis. Makanan manis mengandung kadar gula tinggi, sehingga memicu pemakaian energi lebih banyak. Kondisi ini membuat tubuh cepat merasa mengantuk karena kekurangan energi dan kekurangan asupan oksigen ke otak. Selain itu makanan manis juga membuat tubuh bereaksi secara cepat melepaskan insulin. Insulin berfungsi memasukkan gula dari dalam darah ke dalam sel-sel tubuh dan digunakan sebagai sumber energi. Sedangkan makan makanan berserat membuat proses pencernaan lebih lambat dan membantu insulin dikeluarkan secara bertahap. Sebaiknya anda makan sahur setengah jam sebelum masuk waktu imsak. Biasakan makan sampai anda merasa cukup dan tidak terlalu kenyang. Sahur sebelum imsak sangat baik untuk mencegah terlewatnya shalat Subuh.

2. Perhatikan asupan makanan dan minuman anda

Selama berpuasa, sebaiknya saat sahur dan berbuka anda mengonsumsi makanan yang banyak mengandung asam lemak esensial, EFA (Essential Fatty Acid) seperti GLA (Gamma Linoleic Acid) yang dapat menambah kekenyalan dinding sel sehingga air dalam tubuh kita tidak lekas berkurang. Jenis makanan yang mengandung GLA antara lain sayuran hijau berbiji seperti buncis, kacang panjang, kacang polong dan oyong.

Pastikan menu berbuka puasa anda mengandung kalori dan protein tinggi, seperti ikan, daging, telur, kacang-kacangan, tahu atau tempe. Bila memungkinkan anda bisa mengganti nasi putih dengan nasi merah. Nasi merah memiliki karbohidrat kompleks sehingga proses metabolisme bisa berlangsung secara bertahap, dan tidak memerlukan atau menghasilkan energi berlebihan. Efeknya adalah anda akan merasa kenyang lebih lama.

Hindari pula makanan pedas, seperti jahe, cabai, lada, yang sifatnya merangsang panas dan menimbulkan keringat. Hal ini tentunya akan mengurangi kadar cairan dalam tubuh anda. Selain itu, hindari pula makanan yang asam, beralkohol, bersantan, gorengan, dan camilan yang mengandung MSG.

Jangan lupa untuk mengkonsumsi buah-buahan, seperti pisang, pepaya, apel, bengkoang dan buah-buahan segar yang lain yang manis dan mengandung banyak air. Namun perlu pula diperhatikan, hindarilah buah-buahan yang sifatnya diuretic, seperti semangka, tomat, mentimun, karena buah-buahan tersebut membuat cairan tubuh terus menerus keluar.

Saat sahur dan berbuka biasakan minum susu atau teh sebanyak 200 cc, Teh yang disarankan adalah teh hijau. Sebab teh hijau kaya akan antioksidan polifenol juga bisa membantu tubuh agar tetap segar dan bersemangat. Bahan aktif yang terdapat pada minuman teh hijau adalah polifenol yang bersifat antioksidan, yaitu melawan radikal bebas yang terbentuk pada metabolime tubuh kita. Radikal bebas akan memicu terjadinya stres oksidasi yang sangat merugikan tubuh. Khasiat polifenol antara lain mencegah terjadinya kanker dan peradangan di kulit. Teh hijau mampu memperlambat penuaan kulit karena EGCG 200 x lebih kuat daripada vitamin E dalam menghancurkan radikal bebas yang merusak kulit.

3. Gunakan selalu pelembab untuk menghindari kulit kering

Agar terhindar dari gangguan kulit kering atau dehidrasi selama berpuasa antara lain adalah jangan terlalu sering terpapar sinar matahari secara langsung. Gunakanlah baju berlengan panjang dan payung jika anda terpaksa harus beraktifitas di luar rumah atau di luar kantor. Jangan lupa untuk sering menggunakan cream atau lotion agar permukaan kulit tetap lembap dan tidak kering. Perbanyaklah minum air saat sahur dan berbuka agar kulit tidak menjadi kering dan mengalami dehidrasi.

Pada saat beraktivitas di dalam ruang ber-AC, jangan lupa untuk menggunakan pelembab kulit wajah dan pelembab bibir. Gunakan kembali pelembab tersebut setelah anda selesai sholat. Karena pelembab yang anda gunakan akan larut saat ber-wudhu. Dengan berwudhu, kulit anda juga akan tetap terjaga kelembabannya karena air yang membasuh kulit. Pelembab dapat menjaga kadar air kulit dan mencegah penguapan berlebihan, dengan demikian kulit anda akan tetap lembab dan terjaga dari kekeringan.

4. Latihan fisik ringan selama berpuasa

Pada saat berpuasa, usahakan untuk tetap beraktivitas. Jangan turuti rasa lemas anda dengan tidur seharian. Aktifitas fisik justru dibutuhkan untuk menjaga kelancaran peredaran darah agar kita tidak mudah loyo dan lemah. Pilihlah olahraga ringan yang tak membutuhkan energi berlebih, seperti lari-lari kecil atau jalan kaki. Sebaiknya lakukan olahraga menjelang waktu berbuka. Tarawih selain bernilai ibadah juga sebagai sarana menjaga kebugaran jasmani karena gerakan saat melakukan sholat tarawih sama dengan membakar kalori.

5. Minum obat maag saat sahur dan berbuka bila bermasalah dengan penyakit maag

Bila anda memiliki keluhan sakit maag saat menjalankan ibadah puasa, sebaiknya di saat sahur dan berbuka anda minum obat maag. Saat berbuka, batalkan puasa dengan segelas air atau minuman manis, usahakan tidak minum minuman yang dingin atau terlalu panas, kemudian minumlah dahulu obat maag. Tunggulah kurang lebih 10 – 15 menit, lalu anda lanjutkan dengan santapan berbuka puasa yang ringan, seperti kolak atau kurma. Sebaiknya anda tidak langsung menyerbu makanan utama sesaat setelah berbuka, karena perut anda saat kosong dalam waktu yang lama, otot-otot lambung tidak siap menerima jumlah makanan dalam porsi banyak. Bagi penderita maag, hindari makanan dan minuman yang dapat merangsang ekskresi asam lambung, seperti kopi dan teh terutama pada saat sahur. Anda bisa menggantinya dengan segelas susu hangat.

Makanan yang sebaiknya dihindari penderita maag adalah ketan, mie, daging berlemak, ikan dan daging yang diawetkan, sayuran mentah, sayuran berserat, minuman yang mengandung soda, dan bumbu yang tajam (cuka, cabai, asam). Jenis makanan tersebut bisa menimbulkan gas yang berpengaruh meningkatkan produksi asam lambung. Setelah sahur, jangan langsung tidur. Tubuh membutuhkan waktu untuk mencerna makanan yang baru dimakan.

6. Menjaga kebersihan mulut dan gigi agar terhindar dari bau mulut

Ketika berpuasa semua kegiatan makan dan minum berhenti total sehingga produksi kelenjar air liur mulut berkurang dan mulut menjadi cepat asam dan berbau. Namun bau mulut sebaiknya tidak perlu terlalu dirisaukan bila anda memperhatikan tips dari Holisticare Dentalclinic berikut ini:

  • Menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan menggosok gigi dan lidah secara benar. Jika menggunakan cairan kumur, jangan memakai cairan dengan kandungan alkohol di atas 25% karena memicu risiko kanker rongga mulut. Dan periksakan gigi anda ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali.
  • Hindari rokok dan alkohol karena berefek memperburuk status kebersihan mulut yang memicu terjadinya gingivitis dan periodontitis. Alkohol mengurangi produksi air liur yang akan memperparah bau mulut.
  • Perbanyak konsumsi buah-buahan pengusir bau mulut seperti apel, bengkuang dan wortel. Teh hijau mengandung bahan aktif catechin yang dapat menghilangkan plak, menurunkan kadar gula, dan membunuh bakteri penyebab bau mulut. Minumlah 2-5 cangkir teh hijau sehari. Selain itu keju yang rendah karbohidrat, tinggi kalsium dan mengandung fosfat dapat memperkuat email gigi, meningkatkan produksi air liur dan mengurangi pertumbuhan karang gigi. Minuman probiotik seperti yogurt juga mampu memelihara pencernaan dan menghambat bau mulut.

7. Jangan ‘balas dendam’ saat berbuka puasa

Pada saat berbuka, hindari balas dendam dengan mengkonsumsi semua makanan yang dihidangkan. Karena hal tersebut hanya akan menimbun kembali kalori yang berhasil anda buang saat berpuasa di siang hari. Berbukalah secukupnya saja dengan makanan ringan menu berbuka puasa seperti kolak, kurma, pudding atau minum segelas jus buah.

Setelah tubuh anda terasa lebih segar dan bertenaga, lakukanlah ibadah shalat Magrib terlebih dahulu. barulah kemudian anda bersantap hidangan utama. Pilihlah menu yang seimbang antara karbohidrat, protein dan serat. Ingat, santaplah dengan menu secukupnya, jangan berlebihan. Ada baiknya bila anda melakukan shalat tarawih terlebih dahulu sebelum menyantap makanan utama.

8. Perbanyaklah Aktifitas Kebaikan.

Selama berpuasa, tingkatkanlah segala amalan kita di bulan penuh berkah itu antara lain dengan lebih menggiatkan diri membaca Al-Quran, menghadiri kajian-kajian Islam, melakukan sholat sunah, dan memperbanyak sedekah. Aktivitas ini akan membuat hati dan jiwa anda menjadi bugar dan tenang. Bila hati dan jiwa anda bugar, maka tubuh anda pun tentu akan merasakan sangat bugar dan siap menjalani aktivitas apapun selama berpuasa.

Tujuan kita berpuasa antara lain adalah mengontrol dan mengendalikan hawa nafsu, antara lain emosi. Puasa juga mengajari kita untuk bersabar dan berupaya mendekatkan diri kepada Allah. Secara psikologis ini mempengaruhi mental-spiritual kita, dengan mengendalian emosi membuat jiwa kita tumbuh lebih sehat, dan merasakan kedekatan dengan Allah membuat hati kita akan terasa damai dan tentram.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu