dalam kategori | Layanan Kesehatan

Terapi Bagi Penderita Gagap Bicara

Terapi Bagi Penderita Gagap Bicara

American Idol tahun ini berbeda berkat Lazaro Arbos. Dia mencatat sejarah karena dapat bertahan hingga enam besar meskipun memiliki gangguan bicara. Hampir semua orang setuju bahwa Lazaro memiliki kepribadian yang menarik. Dia pemuda yang pantang menyerah meskipun memiliki keterbatasan dalam berbicara. Lazaro menderita gangguan bicara sejak usia 6 tahun. Di usia 10 tahun, keluarga membawanya pindah ke Naples, Florida, untuk mencari pengobatan lebih baik. Sayang tak ada hasil, justru bertambah parah. Lazaro harus berjuang keras untuk berkata-kata.

Lazaro masih berjuang keras untuk berbicara saat para juri menanyainya di audisi American Idol di Florida, Januari lalu. Tetapi ketika dia mulai menyanyi, para juri tercengang. Dia mampu menyanyikan Bridge over Troubled Water dengan lancar dan indah. Semua juri pun tersentuh dan meluluskannya.

Di luar kontes ini, mereka kagum dengan keberanian Lazaro. Apalagi Lazaro mengikuti Idol tidak hanya untuk sekadar menggapai cita-cita menjadi penyanyi, tapi juga menantang dirinya untuk berbicara. Idol dijadikannya ajang untuk memperbaiki kemampuan bicaranya. “Dengan mengikuti acara ini, Saya dipaksa menurunkan level kegugupan. Hasilnya. gagap saya berkurang. Saya rupanya belajar mengontrol diri dengan lebih baik.” akunya.

Terapi Bagi Penderita Gagap Bicara

Para penderita gagap kerap mengulang suku kata atau bunyi saat bicara. Bertanya arah jalan atau menelpon bisa menjadi masalah besar bagi mereka. Penyakit ini tidak ada obat penyembuhnya. Hanya terapi yang bisa membantu.

Di Jerman ada sekitar 800.000 orang yang gagap bicara. Gagap bicara dimulai pada usia antara tiga dan enam tahun. 60 hingga 80 persen anak tidak gagap lagi sejalan dengan bertambahnya usia. Sementara sisanya harus belajar hidup dengan gagap bicara. 80 persen penderitanya adalah laki-laki.

Banyak Penelitian dan Teori

Berbagai cara ditempuh untuk mencari penyebab gagap bicara. Termasuk dengan MRI (Magnetic Resonance Imaging), metode yang mampu menghasilkan gambaran otak manusia secara rinci. Menurut dokter Martin Sommer dari Uniklinik Göttingen, ada serangkaian penelitian pada penderita gagap bicara usia dewasa.

“Ada gangguan pada sebelah kiri bagian depan otak, yang merupakan ‘hardware’ otak”, jelas Sommer. Bagian otak tersebut mengendalikan proses bicara dan menghubungkan bagian-bagian otak lainnya. Sel abu-abunya tersedia, tapi hubungan terganggu atau lebih mudah rusak dibandingkan mereka yang tidak gagap. Ini mempersulit gerakan banyak otot yang diperlukan untuk bisa berbicara secara lancar.

Selain itu, gagap bicara juga bisa diakibatkan gangguan saraf atau psikis. Semakin penderita merasa tertekan, semakin parah kondisi gagapnya. Genetika juga memainkan peranan besar. Menurut penelitian hingga 75 persen penderita gagap bicara memiliki saudara dengan masalah yang sama.

Saling Membantu Sesama Penderita

Di kota Köln ada sekelompok penderita gagap bicara yang mengadakan pertemuan rutin untuk saling memberi semangat dan membantu. Peter Czolbe aktif di kelompok semacam itu di kota Köln. Ia mengorganisir berbagai kegiatan. “Ada workshop dimana kami mengundang terapis dan pakar kesehatan. Berbagai metode untuk bisa mengendalikan masalah gagap bicara diperkenalkan.” Czolbe menerapkan metode ini: “Berbicara hanya dengan kata-kata yang bisa diucapkan dengan mudah. Ini kata-kata yang tidak disertai rasa takut mengucapkannya.”

Ada terapi lain yang disebut “fluency shaping”. Penggunaan suara yang lebih “lunak” diharapkan bisa mengurangi gagap saat berbicara. Dampak negatifnya, kalimat yang terdengar akan terpotong-potong seperti robot. Sommer dari Uniklinik Göttingen menambahkan, “Masih ada cara lain dengan modifikasi gagap. Saya berbicara dengan normal sampai pada kata-kata yang membuat saya gagap. Lalu blokade bicara dikalahkan secara perlahan dengan pengedalian diri sendiri. Pengembang metode ini Charles Van Riper pernah mengatakan, ‘Kita tidak bisa menentukan apakah kita akan menjadi gagap atau tidak, tapi kita bisa menentukan bagaimana kita gagap’.”

Lebih Mudah Bernyanyi

Para penderita gagap bicara berusaha menyeimbangkan defisit bagian otak yang lain. Czolbe mengatakan, “Kami tahu bahwa bernyanyi sebagian besar menggunakan bagian otak yang kanan dan tidak menimbulkan masalah bagi para penderita gagap. Berbicara terkait dengan otak sebelah kiri.” Czolbe membuktikannya dengan menyanyikan sebuah lagu lama milik kelompok Genesis. Ia tidak sekali pun tergagap.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu