dalam kategori | Tips Kesehatan

Tepung Terigu, P3K untuk luka bakar?

Tepung Terigu, P3K untuk luka bakar?

Saat ini banyak tips kesehatan yang beredar di masyarakat, baik melalui email, sms maupun messenger.  Beberapa diantaranya memang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, namun beberapa lainnya masih harus dipertanyakan. Salah satu kabar yang beredar luas adalah penggunaan tepung terigu untuk mengatasi luka bakar, benarkah? Berikut kiriman tips yang kami terima:

Pada suatu hari saya memasak jagung dan menusukkan garpu ke jagung yang sedang direbus air mendidih itu, untuk melihat apakah sudah matang. Tetapi garpu itu meleset dan malah tangan saya yang masuk ke air mendidih itu.

Teman saya, seorang veteran tentara Vietnam, masuk ke dalam rumah ketika saya sedang menjerit kesakitan. Dia bertanya, apakah saya punya tepung terigu.

Saya ambil sekantung terigu dan teman saya langsung memasukkan tangan saya yang kena air panas itu ke kantung terigu itu….

Dia minta saya membiarkan tangan itu terendam tepung terigu selama 10 menit. Dia bercerita bahwa di Vietnam ada orang yang terbakar. Orang2 lain panik dan tanpa sengaja melemparkan sekarung terigu ke tubuh orang itu untuk memadamkan api di tubuhnya…..

Ternyata bukan saja apinya padam, tapi tubuh orang itu sama sekali tidak melepuh kena api. Maka saya pun merendam tangan saya selama 10 menit di kantung terigu itu. Ketika saya tarik keluar tangan itu, kulitnya sama sekali tidak ada yang merah atau melepuh, dan TIDAK SAKIT.

Sekarang saya selalu menyediakan sekantung tepung terigu di lemari es dan tiap kali tangan saya terkena panas, saya masukkan ke kantung terigu itu. Kulit saya tidak pernah satu kalipun menjadi merah, hitam ataupun melepuh.

*) Tepung dingin lebih enak/nyaman rasanya daripada tepung hangat (suhu kamar) Simpanlah selalu sekantung tepung terigu di lemari es.

Suatu saat anda akan bersyukur bahwa ada terigu di sana. Ketika lidah saya terbakar minuman panas, saya bubuhi tepung terigu dan dibiarkan selama 10 menit. Ternyata sakitnya hilang dan tidak ada bekas terbakar.

Janganlah siram bagian tubuh yang terbakar dengan air dingin dulu. Langsung masukkan dan rendam di kantung tepung terigu selama 10 menit, dan saksikanlah/ rasakanlah suatu keajaiban.

Analisa

Pada abad 19, menggunakan tepung terigu untuk pengobatan luka bakar minor merupakan cara perawatan yang secara medis diakui, bahkan digunakan oleh para praktisi medis. Tidak hanya terigu, cat, tapal (pelester) berminyak dan perban yang direndam dalam cairan terpentin juga digunakan untuk itu. Saat ini semua cara pengobatan kuno tersebut telah ditinggalkan, sejalan dengan berkembangnya ilmu medis.

Dewasa ini, menurut beberapa sumber terpercaya seperti Mayo Clinic dan American Red Cross, penanganan pertama untuk luka bakar minor dianjurkan untuk menggunakan air. Langkahnya adalah, dengan merendam bagian tubuh yang terkena kedalam air, kemudian membebatnya (secara longgar) dengan kain kasa steril. Secara ilmiah, cara ini telah terbukti efektif.

Air akan menyingkirkan panas dari kulit yang terkena, mengurangi pembengkakan dan nyeri. Sementara pembebatan dengan kain kasa adalah untuk mengurangi paparan aliran udara pada luka (yang dapat menimbulkan nyeri) dan untuk menjaga kulit jika muncul luka melepuh. Memang ada kemungkinan penggunaan terigu dapat memberikan efek yang sama dengan air, namun saat timbulnya luka, tepung terigu yang kemungkinan besar tidak steril dapat memperburuk keadaan. Namun sampai sekarang, dan mungkin tidak akan pernah ada, pembuktian berdasarkan penelitian ilmiah yang membandingkan dampak penanganan awal luka bakar yang menggunakan air dan tepung terigu.

 

 

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu