dalam kategori | Featured, Pola Hidup

Telomere dan Meditasi

Telomere dan Meditasi

Baru saja siang ini saya sempat menonton talkshow terkenal dari OPRAH, membahas tentang hidup sehat dan anti-penuaan. Seperti biasa, tema kesehatan ini menampilkan Dr. Oz, yang dengan ungkapan sederhana dan tepat (penuh humor juga) menampilkan alat peraga untuk memaparkan anatomi dan organ2 tubuh manusia.

Dr. Oz menjelaskan bahwa kini (di Amerika) sudah tersedia “biophysical 250” test, meski masih secara terbatas (karena baru). Tarifnya saat ini masih tinggi, US$ 1500-3400 (~ Rp 15-35juta). Diambil dari darah manusia, dapat ditelaah banyak faktor baru yang selama ini belum pernah dikenal. Salah satunya adalah : telomere.

Telomere? Itulah yang pernah pak Merta Ada ceritakan dalam pelatihan meditasi Bali Usada. Yaitu bahwa chromozom itu punya ‘ekor’ yang semakin memendek dengan tambahnya usia. Dr. Oz meng-analogikan telomere itu seperti ujung tali sepatu. Chromozom yang masih baik/ sehat, mempunyai ujung yang mulus rapi, seperti tali sepatu yang masih baru. Sedangkan yang sudah memburuk, seperti ujung tali sepatu yang sudah lepas, terurai lepas. Dalam bahasa pak Merta, ekor chromozom itu memendek dan jika sudah habis maka habislah usianya.

Dr. Oz katakan, bahwa telomere itu berfungsi untuk mengkoordinasikan pertumbuhan sel-sel baru menggantikan sel-sel yang rusak atau mati. Itulah sebabnya jika telomere sudah habis/ memendek, maka habislah kemampuan membuat sel-sel baru sehingga tubuh pun segera juga mati.

Menjawab pertanyaan Oprah, tentang faktor apa yang paling penting mempengaruhi telomere itu, Dr. Oz katakan: stress adalah faktor nomor satu yang dapat merusak telomere. Kemudian dia paparkan tentang penemuan neuroscience yang mutakhir, yaitu adanya jalur syaraf yang disebut “vagus”. Urat syaraf halus ini menempel disisi dalam tulang dada, dekat jantung dan paru-paru, dan terhubung ke kelenjar adrenalin (yang berada diatas ginjal).

Hebatnya, ketika Dr. Oz mengatakan bahwa telomere yang aus itu sebenarnya bisa dipulihkan. Yaitu dengan : meditasi !

Stress memang diperlukan tubuh untuk pengendalian kewaspadaan dan respons terhadap keadaan darurat dalam tubuh, tetapi meditasi dapat meredam efek-efek buruk dari stress berlebihan terhadap organ tubuh. Stress dapat memacu proses penuaan, artinya sel-sel yang telah mati tidak diperbaharui lagi, sehingga penuaan menjadi semakin cepat. Demikian halnya pula dengan daya kekebalan tubuh menjadi semakin berkurang sehingga orang mudah terserang penyakit.

Dari talkshow ini, baiklah direnungkan kembali apa yang dinasihatkan oleh pak Merta Ada: tekunlah ber-meditasi, agar tubuh dikondisikan untuk semakin sehat, dan daya kekebalan semakin terjaga sehingga terhindar dari sakit penyakit. Meditasi menghambat proses penuaan dan hidup pun menjadi lebih sehat dan bermanfaat bagi banyak orang lainnya.

Tidak lama lagi, tentunya kita dapat periksakan panjang-pendeknya telomere di laboratorium. Jadi seperti di Amerika, segera dimungkinkan bukti biologis tentang manfaat meditasi itu.

Pak Nico /mailist baliusada.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu