dalam kategori | Layanan Kesehatan

Teknologi informasi kesehatan untuk bidan dan warganya

Teknologi informasi kesehatan untuk bidan dan warganya

Bidan-bidan di Pemalang dan Lombok Barat kini dapat meningkatkan kualitas pelayanan mereka di desa masing-masing, berkat ponsel Nokia yang disediakan oleh UNICEF bersama dengan Nokia dan XL Axiata. Program ini adalah bagian dari proyek percontohan untuk menerapkan teknologi informasi dan komunikasi demi kesehatan. Melalui ponsel Nokia ini, para bidan akan mendapatkan informasi-informasi penting mengenai kesehatan ibu dan anak secara rutin selama 10 bulan ke depan. Pesan-pesan diterima melalui fitur telepon yang disebut Nokia Life, dengan topik sekitar kehamilan, kesehatan ibu, gizi, imunisasi, serta perkembangan dan pendidikan anak usia dini.

“Saya akan membahas pesan-pesan ini dengan ibu hamil dan menyusui di kelas ibu dan di Posyandu.” kata Afriana, seorang bidan berumur 25 tahun dari desa Kebon Ayu di Lombok Barat. Afriana adalah satu di antara lebih dari dua ratus bidan desa yang akan berpartisipasi dalam proyek ini. Menurutnya, hampir semua orang di desanya memiliki telepon seluler dan pasiennya sering menghubunginya melalui telepon seluler.

Pada saat peluncuran proyek percontohan ini, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat, Rachman Sahnan Putra, mengatakan bahwa informasi-informasi ini akan memberdayakan para bidan dalam mempromosikan jalan hidup yang sehat kepada masyarakat. “Mudah-mudahan ini akan berkontribusi untuk gerakan kita menuju nol kematian ibu dan anak di Nusa Tenggara Barat.” ucapnya. Meski kabupaten ini telah berhasil mengurangi tingkat kematian ibu hingga hanya tiga kasus tahun ini, Putra percaya masih ada ruang untuk perbaikan dalam meningkatkan kapasitas petugas kesehatan. “Dan karena bidan adalah garis depan penyedia layanan kami yang berhubungan langsung dengan masyarakat, inisiatif ini diharapkan akan mempengaruhi kesadaran masyarakat”, ujarnya.

Para bidan yang berpartisipasi di dua kabupaten tersebut tampak bersemangat setelah menerima telepon mereka. “Saya akan catat pesan-pesannya ke dalam sebuah buku supaya kita bisa membicarakannya dengan para kader dan anggota masyarakat meskipun saya hanya bisa mendapatkan sinyal seluler dari satu kamar di rumah saya.”, kata bidan Luluk. Luluk tinggal dan bekerja di sebuahdesa bernama Mareje Timur, satu setengah sampai dua jam perjalanan melalui perbukitan dari ibukota kabupaten. “Desa kami begitu terpencil. Tapi itu tidak masalah. Selama saya dapat menerima pesan-pesan ini, saya akan menyebarkan mereka. Teknologi ini tentu akan membantu saya dalam tugas saya” ucapnya.

Nusa Tenggara Barat adalah salah satu provinsi dengan tingkat kematian ibu dan anak yang tertinggi di negara ini. Kasus kekurangan gizi sering ditemukan di provinsi ini. Pemalang adalah satu dari lima kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki tingkat kematian ibu dan anak tertinggi dan indeks pembangunan manusia kedua paling rendah di provinsi tersebut.

Dalam proyek ini, telepon seluler disediakan oleh UNICEF dan Nokia, sementara XL akan memberikan saldo senilai Rp 25.000 setiap bulan. Manfaat dari proyek percontohan ini akan dievaluasi sepuluh bulan setelah pelaksanaan.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu