dalam kategori | Tips Kesehatan

Tata Laksana atasi Jet lag

Tata Laksana atasi Jet lag

Jet lag yang dalam istilah kedokteran disebut dengan desinkronosis adalah kondisi alamiah yang timbul akibat gangguan pada ritme sikardian tubuh; kondisi ini dikategorikan ke dalam salah satu bentuk gangguan tidur ritme sikardian. Jet lag timbul dari perjalanan panjang dan cepat melewati transmeridian (timur-barat atau barat-timur).

Saat melakukan perjalanan melintasi bebera zona waktu, jam tubuh akan mengalami keadaan diluar dari kondisi sinkronisasi dengan waktu tempat tujuan sama seperti mengalami keterbalikan dari kondisi siang dan malam kepada ritme tubuh yang berkembang secara umum. Pola alamiah tubuh mengalami gangguan ketika ritme tubuh yang menentukan waktu untuk makan, tidur, mengatur hormonal dan variasi suhu tubuh tidak lagi merespon terhadap lingkungan. Kondisi tertentu dimana tubuh tidak dapat mengatur ritmenya secara cepat disebut sebagai kondisi jet lag.

Kecepatan tubuh untuk beradaptasi kepada zona waktu yang baru sangat bergantung kepada masing-masing individu; beberapa orang hanya memerlukan beberapa hari untuk beradaptasi dimana lainnya mengalami sedikit gangguan. Melintasi suatu wilayah dengan perbedaan zona waktu kurang dari 2 (dua) jam umumnya tidak menyebabkan terjadinya jet lag.

Kondisi tersebut tidak berhubungan dengan lama waktu penerbangan, namun kepada jarak tempuh transmeridian. Penerbangan selama 10 jam dari benua Eropa menuju wilayah selatan Afrika tidak menimbulkan kondisi jet lag. Penerbangan selama 5 jam dari pesisir timur menuju pesisir barat Amerika Serikat akan menimbulkan jet lag.

Melintasi Garis Waktu Internasional tidak akan menyebabkan terjadinya jet lag dimana panduan dalam menghitung peluang kondisi jet lag adalah jumlah zona waktu yang dilewati dimana jumlah zona waktu maksimum untuk menimbulkan kondisi jet lag adalah plus atau minus 12 jam.

Gejala-gejala

Gejala-gejala dari jet lag dapat bervariasi, bergantung kepada besarnya perubahan zona waktu. Gejala-gejala tersebut dapat berupa :

  • Nyeri kepala
  • Kelelahan, gangguan pola tidur, insomnia
  • Disorientasi, rasa pening, mudah marah
  • Depresi ringan
  • Sembelit atau diare

Gejala-gejala lainnya yang dapat timbul pada kondisi jet lag, seperti mual, nyeri telinga dan kaki bengkak, dapat disebabkan oleh jenis perjalanan dibandingkan dengan perubahan zona waktu.

Tata Laksana

Sangat memungkinkan untuk mengurangi efek dari jet lag dengan mengikuti beberapa tahapan dasar sebelum, saat dan setelah penerbangan.

Sebelum Penerbangan

Setiap orang dianjurkan untuk memperoleh banyak istirahat, olahraga dan mengikuti pola makan sehat. Ketika seseorang berada dalam kondisi terbaik, yang bersangkutan akan lebih mudah untuk beradaptasi saat mendarat.

Setiap orang juga direkomendasikan untuk mengunjungi dokter keluarganya untuk menyusun rencana mengatasi kondisi jet lag terhadap kondisi kesehatan yang memerlukan pemantauan, termasuk waktu minum obat atau kondisi penting lainnya.

Anjuran lainnya adalah memulai adaptasi dengan zona waktu daerah tujuan terlebih dahulu. Hal tersebut diantaranya memulai aktivitas sehari-hari 1 (satu) jam lebih awal atau lebih lambat dari biasanya selama tiga hingga empat minggu sebelum keberangkatan. Penggunaan kotak lampu dapat membantu mempercepat pengaturan ritme tubuh secara signifikan.

Selama Penerbangan

Untuk menghindari kondisi dehidrasi, penumpang didorong untuk tidak meminum minuman beralkohol atau berkafein. Kafein tidak hanya dapat menyebabkan dehidrasi namun juga dapat mengganggu jadwal tidur. Sebaliknya, penumpang sangat dianjurkan untuk meminum banyak air putih untuk membantu pencegahan efek dari lapisan udara yang kering di dalam kabin pesawat.

Penumpang juga didorong untuk melatih tungkainya saat duduk dan bergerak di dalam kabin pesawat saat lampu tanda sabuk pengaman dimatikan selama setiap satu atau dua jam. Salah satu pilihan untuk mengatasi kondisi jet lag adalah membagi waktu perjalanan menjadi perjalanan dengan durasi waktu pendek jika waktu perjalanan sangat lama dan menginap semalam di salah satu kota. dan sebagai tindakan terakhir adalah menyesuaikan waktu tidur dalam kabin pesawat untuk menyamakan waktu daerah tujuan.

Setelah Penerbangan

Cara termudah untuk mengurangi kondisi jet lag adalah beradaptasi dengan waktu setempat dan mengikuti jadwal makan yang sesuai dengan waktu setempat. Dan juga paparan sinar matahari selama di kota setempat sangat membantu.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu