dalam kategori | Pola Hidup

TANNING berbahaya bagi kesehatan

TANNING berbahaya bagi kesehatan

Belakangan ini, kulit lebih gelap cenderung lebih di gemari. Tengok saja, setelah Agnes Monica muncul di depan publik dengan kulit coklatnya, salon khusus skin tanning mendadak ramai dipadati pengunjung.

Bisa menebak bukan, rata-rata pengunjung yang kebanyakan wanita ini, menginginkan kulit coklat yang terlihat seperti habis dicumbu sang mentari.

Sebelumnya, kita cari tahu dulu apa sih skin tanning itu?

Skin tanning adalah suatu proses penggelapan kulit. Proses penggelapan kulit ini ada beberapa cara, yaitu :

Berjemur di bawah sinar matahari

Tanning dengan cara berjemur di bawah sinar matahari langsung, adalah tanning yang paling mudah dan murah untuk dilakukan. Cara ini mengandung resiko, karena sinar UV itu berbahaya, membuat kulit terkelupas, bernoda, bahkan bisa menyebabkan penyakit kanker.

Tanning Oil / Spray / Lotion

Proses pencoklatan kulit yang dilakukan secara rutin, hanya dengan dioleskan/disemprotkan di seluruh permukaan tubuh untuk menghasilkan warna coklat merata. Cara ini cara yang lebih aman meskipun hasilnya tidak permanen.

Tanning Bed ( Indoor Tanning / Tanning Salon )

Di bagian dalam tanning bed, di seluruh permukaan sisi atas dan bawah terpasang semacam lampu neon yang memancarkan sinar ultraviolet dalam spektrum menyerupai sinar matahari. Orang yang masuk ke dalam mesin harus memakai pelindung mata dan menanggalkan pakaian. Daya lampu dan lamanya tanning bergantung kondisi masing-masing kulit. Paparan sinar UV dalam tanning bed sama bahayanya dengan terkena sinar matahari langsung.

Trend tanning memang membuktikan bahwa kulit gelap lebih sexy. Tapi kita jangan terjebak dengan trend yang sedang berjalan, tetap perhatikan resiko yang akan diperoleh.

Sinar UV Buatan untuk Tanning Bisa Sebabkan Kanker

PROSEDUR mencokelatkan kulit secara buatan di dalam ruangan atau tanning memang berbahaya bagi kesehatan, namun masih banyak orang yang melakoninya. Kini para ahli memperingatkan, bahwa tanning lebih berbahaya dari sebelumnya.

Sinar UVA buatan dalam proses tanning telah diklaim sebagai penyebab keriput dan tanda-tanda penuaan. Tetapi penelitian di Inggris menyebutkan, bahwa tanning tersebut justru menjadi penyebab kanker.

Antony Young, seorang ahli efek sinar matahari pada kulit menarik kesimpulan tersebut, setelah memelajari kerusakan dua jenis sinar ultraviolet A (gelombang panjang) dan B (gelombang pendek) yang terjadi pada kulit pria muda yang sehat dan perempuan.

“Tanning di salon masih cenderung mengklaim bahwa UVA aman, tapi itu omong kosong,” katanya yang dikutip dari Dailymail.

Peneliti dari King College London, juga memeringatkan bahwa bukan hanya matahari siang yang berbahaya, tingkat UVA yang masih tinggi di pagi dan sore hari juga berbahaya bagi kesehatan. Bahkan pengendara mobil turut berisiko, karena UVA menembus kaca.

Profesor telah mencoba pemberian sinar UV pada kulit 12 orang muda Inggris, kemudian mengambil sampel dan memeriksa mereka untuk kerusakan yang berpotensi terhadap kanker.

Hasil menunjukkan, bahwa UVB, jenis radiasi yang biasa disalahkan untuk tumor kulit, menjadi penyebab utama kerusakan lapisan atas kulit. Namun, sel-sel luar diperbaharui dan diganti setiap empat pekan atau lebih.

Sebaliknya, UVA, yang berhubungan dengan keriput, tidak membahayakan lebih dalam ke bawah. Beberapa sel yang rusak oleh UVA tumbuh dan membelah dengan sangat cepat dan jika rusak, risiko kanker lebih tinggi.

“UVB masih memberi sinar ultraviolet yang paling penting dalam hal kerusakan DNA, tetapi UVA memiliki kontribusi yang signifikan,” paparnya kepada Journal of Investigative Dermatology.

Temuan ini sangat mengkhawatirkan, karena tidak seperti sinar UVB, UVA jarang membakar kulit, meninggalkan orang-orang yang tidak menyadari bahaya yang sedang terjadi.

Profesor Michael Kimlin, seorang pakar kesehatan kulit di bawah sinar matahari mengungkapkan, “Apa yang peneliti katakan adalah bahwa kita mungkin telah melihat panjang gelombang cahaya yang salah selama bertahun-tahun.”

“Orang telah memfokuskan perhatian pada UVB, seperti yang kita ketahui memberikan kontribusi terhadap sinar matahari. Yaitu, menjadi faktor risiko yang diketahui untuk pengembangan kanker kulit,” ungkapnya.

“Kita tahu bahwa UVA penyebab penuaan dini pada kulit, tetapi hubungan antara UVA dan kanker kulit telah jauh. Apa yang para peneliti telah temukan bahwa UVA sebenarnya mungkin berkontribusi terhadap kanker kulit dan bahwa Anda tidak perlu membakar kulit dengan hal-hal yang berisiko,” sambungnya.

Profesor Mark Birch-Machin, seorang ilmuwan kulit dari Universitas Newcastle mengatakan, penelitian membuktikan UVA menjadi “penyebab utama kanker kulit” daripada UVB. Peringatan datang di tengah kekhawatiran tentang semakin tingginya penderita melanoma ganas, bentuk kanker kulit paling mematikan.

Organisasi kesehatan dunia WHO mengatakan, sunbeds -yang memancarkan sejumlah kecil UVB serta UVA- memiliki risiko kanker yang sama besar dengan mereka yang merokok. Sunbeds telah menyebabkan kematian rata-rata 100 orang dalam setahun di Inggris.

Diperkirakan, tiga juta warga Inggris secara teratur menggunakan sunbeds, beberapa di antaranya menerima paparan UV hingga 15 kali lebih kuat daripada matahari siang hari di pantai Mediterania.

Jessica Harris dari Cancer Research UK mengatakan, “Sangat penting bagi orang untuk melindungi diri dari kedua jenis sinar UV. Anda dapat melakukan ini dengan melindungi diri dari sinar matahari yang berbahaya menggunakan pakaian atau setidaknya tabir surya yang juga memiliki perlindungan UVA tinggi.”

“Sunbeds dapat memancarkan sejumlah besar UVA, dan dalam beberapa kasus, kekuatan sinar ini bisa sepuluh sampai 15 kali lebih tinggi dari matahari saat tengah hari,” tutupnya.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu