dalam kategori | Featured, Pola Hidup

Tai Chi Bantu Penderita Diabetes

Tai Chi Bantu Penderita Diabetes

Senam Tai Chi ternyata bukan saja mendatangkan manfaat yang luar biasa bagi orang sehat.   Senam tradisional ini juga memberi manfaat signifikan bagi para penderita diebetes tipe dua khususnya dalam mengontrol kondisi kesehatan mereka.

Di Jogjakarta, banyak orang merasakan efek positif dari Tai Chi, tidak mengherankan jika hal ini mendorong munculnya banyak komunitas penggiat Tai Chi. Jaswanto (56 tahun), mengaku telah dua tahun mempelajari Tai Chi. “Saya sudah menderita diabetes selama 5 tahun. Saya pesimis diabetes saya bisa disembuhkan. Bahkan kaki saya telah 3 kali menjalani operasi, “katanya. Sekarang, tingkat gula dalam tubuhnya telah menurun dan mendekati batas normal. Sejak melakukan tai chi, ia tidak lagi minum obat.

Munarni Sugito (70 tahun) juga mengatakan hal yang sama. Ia menderita diabetes parah. “Ini benar-benar berguna, gerakan itu tidak menghentak, sehingga cocok untuk orang tua seperti saya,” katanya.

Setidaknya ada dua hasil penelitian terpisah yang menunjukkan bukti nyata bahwa program latihan Tai Chi selama 12 pekan cukup untuk meningkatkan sistem kekebalan dan menurunkan kadar gula darah para pasien diabetes. Senam  bela diri tradisional Negeri Tirai Bambu ini memang memiliki gerakan unik yang mengombinasikan penafasan serta gerakan lembut untuk meningkatkan relaksasi.

Dua riset yang dilakukan oleh para ahli di Taiwan dan Australia ini dipublikasikan dalam British Journal of Sports Medicine.

Riset yang pertama yang dilakukan di Taiwan membandingkan 30 pasien pengidap diabetes dengan 30 orang sehat.  Selama 12 pekan, seluruh partisipan mempelajari 37 gerakan Tai Chi di bawah arahan seorang guru.  Partisipan juga dimodali kaset video sehingga bisa mengulang pelajaran di rumah. Partisipan secara rutin mengikuti pelajaran senam Tai Chi ini selama tiga jam seminggu.

Pada akhir program, hasil tes pada kelompok pengidap diabetes tipe 2 menujukkan adanya penurunan drastis kadar gula darah dan meningkatnya sel-sel serta senyawa yang menjadi kunci respon kekebalan tubuh.

Aktivitas fisik yang menuntut banyak tenaga memang dikenal dapat menurunkan kekebalan tubuh, tetapi studi terbaru mengindikasikan bahwa latihan atau aktivitas yang sedang atau moderat justru memberi dampak yang menguntungkan.

Riset sebelumnya pun mengindikasikan bahwa Tai Chi dapat memperbaiki fungsi pernafasan dan kardiovaskuler, selain  pula memperbaiki fleksibilitas dan menghilangkan stres.

Menurut peneliti, jika Tai Chi mampu membuktikan bagaimana tubuh mengendalikan gula darah, hal itu akan memberi manfaat pada sistem kekebalan tubuh, yang kemudian akan memicu aktivitas yang berlebihan dengan hadirnya kadar gula yang tinggi dalam darah.

Sebagai pengobatan alternatif, latihan sebaiknya hanya cukup dilakukan sekedar merangsang sistem kekebalan dengan cara meningkatkan tingkat kebugaran yang kemudian melahirkan sebuah perasaan sehat.

Sementara itu pada riset kedua yang digagas peneliti dari University of Queensland, yang hanya melibatkan 11 partisipan, pun menunjukkan hasil yang tak jauh berbeda.

Pada riset ini, semua partisipan yang mengalami kenaikan kadar gula darah –  diwajibkan menjalani senam Tai Chi dan sejenis bela diri lainya yakni Qigong selama 60-90 menit tiga kali seminggu.

Selain mengalami penurunan kadar gula darah, para partisipan juga mengalami penurunan berat badan dan mencatat penurunan tekanan darah yang signifikan.  Resistansi insulin para  pasien juga dilaporkan mengalami perbaikan.

Para partisipan juga mengaku bisa tidur lebih baik, memiliki energi yang besar, jarang mengalami kesakitan serta jarang merasakan rasa lapar yang sangat ketika menjalani program.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu