dalam kategori | Asupan Sehat, Featured

Susu dan produk turunannya Aman untuk Jantung

Susu dan produk turunannya Aman untuk Jantung

Selama ini banyak orang percaya, mengonsumsi susu, mentega dan keju akan berpengaruh terhadap lahirnya serangan jantung. Namun tidak demikian hasil penelitian di Rhode Island.

Ini berita besar bagi penggemar susu, keju dan mentega. Para ilmuwan menemukan fakta makanan yang berasal dari susu tidak meningkatkan risiko serangan jantung.

Ahli gizi melakukan survei terhadap ribuan orang dewasa di Costa Rica dan menemukan fakta mereka asupan makanan turunan susu yang mereka konsumsi tidak menimbulkan peningkatan risiko serangan jantung.

Hasil penelitian ini, berlawanan dengan keyakinan sebelumnya, lemak jenuh dapat mengakibatkan serangan jantung. Para peneliti menemukan bahwa nutrisi dalam produk susu sebenarnya melawan efek berbahaya.

Seperti dilansir dari Dailymail, peneliti Stella Aslibekyan, dari Brown University, Rhode Island, menjelaskan, hal-hal seperti susu dan keju adalah zat yang sangat kompleks.

“Kami melihat risiko serangan jantung dan produk susu secara keseluruhan mereka dan kemudian melihat komponen terpisah dari produk susu, termasuk lemak, dan ternyata hasilnya nol. Mungkin bukti tidak ada,” jelas stella

Alih-alih menjamin bahwa lemak jenuh dalam produk susu tidak berbahaya, Aslibekyan dan Baylin Ana, seorang asisten profesor lepas pada departemen kesehatan masyarakat di Brown, berhipotesis bahwa nutrisi lainnya dalam produk susu adalah pelindung terhadap penyakit jantung. Nutrisi yang berpotensi menguntungkan meliputi kalsium, vitamin D, potasium, magnesium dan asam linoleat terkonjugasi/conjugated linoleic acid (CLA).

Temuan yang diterbitkan dalam Jurnal Metabolisme, Nutrisi dan Penyakit Kardiovaskuler menemukan fakta, asupan susu orang yang mengalami serangan jantung tidak berbeda dengan asupan orang sehat.

Dengan melihat banyak makanan susu yang mereka konsumsi, tidak ada kaitan antara konsumsi dan risiko serangan jantung, bahkan di antara mereka yang mengkonsumsi sebanyak 593 gram/hari.

“Pesannya adalah bahwa penting untuk melihat efek keseluruhan dari makanan dan pola diet, tidak hanya menilai nutrisi terisolasi,” ungkap Dr Ana Baylin.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu