dalam kategori | Penyakit

Steve Jobs, visioner yang direngut kanker pankreas

Steve Jobs, visioner yang direngut kanker pankreas

Pendiri perusahaan teknologi Apple yang telah mengeluarkan berbagai produk seperti iPhone, Macbook Air, iMac, telah lama menyembunyikan penyakitnya di balik “firewall”nya. Sampai setelah kematiannya pun, belum ada detail baru lebih banyak tentang penyakit kanker pankreas dari pria bernama Steve Jobs ini.

Steve Jobs telah hidup selama lebih dari 7 tahun dengan kanker pankreas jenis langka – islet cell neuroendocrine tumor. Islet cell neuroendocrine tumor pada pankreas adalah jenis penyakit yang jarang ditemukan, penyakit ini dikenal juga dengan sebutan pancreatic neuroendocrine tumors . Statistik menyatakan hanya sekitar 5 kasus penderita per satu juta orang, hanya 4 persen dari seluruh jumlah penderita kanker pankreas.

Dua tahun yang lalu Steve Jobs sempat memenjalani operasi transplantasi liver yang menandakan bahwa penyakitnya mungkin belum akan berakhir.

Para ahli medis mengatakan bahwa kematiannya ini bisa disebabkan oleh berbagai hal; kankernya, organ liver barunya yang tidak berfungsi, ataupun komplikasi dari obat-obatan yang menekan sistem imun untuk mencegah penolakan organ barunya.

Jobs menyatakan bahwa dia sempat disembuhkan oleh operasi di tahun 2004 untuk mengobati kankernya. Namun boss Apple ini tidak pernah memaparkan tentang kanker yang telah menyebar ke nodus limfatikus atau ke liver, ataupun seberapa luas operasi yang telah dilakukannya.

Beberapa tahun kemudian, secara dramatis tubuh Jobs telah berubah menjadi kurus kering. Dan pada Januari 2009, dia mengatakan bahwa hal ini diakibatkan oleh ketidak seimbangan hormon dan bisa disembuhkan dengan suatu perawatan sederhana. Beberapa minggu kemudian dia mengambil cuti sakit untuk melakukan transplantasi liver yang disembunyikan dari publik selama dua bulan.

Dokter mengatakan bahwa biasanya transplantasi tidak dilakukan bagi para penderita kanker, namun ada pula yang berpendapat bahwa transplantasi liver ini bisa membantu menyembuhkan neuroendocrine tumor selama kankernya belum menyebar ke luar liver.

Harapan hidup rata-rata bagi penderita neuroendocrine tumor yang telah menyebar adalah 7-8 tahun, dan beberapa pasien ada juga yang bertahan selama 20 sampai 30 tahun. Namun Jobs tampaknya bukan termasuk yang lama bertahan.

Sebenarnya berapa besar harapan hidup dari seorang pasien kanker pankreas?

“Peluang hidupnya kecil banget, karena biasanya ditemukan setelah kanker tersebut dalam stadium lanjut sehingga kesempatan hidupnya kecil,” ujar Dr Drajat Ryanto Suardi, SpB(K)Onk saat dihubungi detikHealth.

Dr Drajat menuturkan hal ini karena letak pankreas yang berada di organ dalam perut sehingga sulit untuk melakukan early detection (deteksi dini). Kalau kanker masih dalam stadium awal maka tidak akan muncul gejala, tapi jika kanker tersebut sudah besar dan menekan saluran getah pankreas maka baru timbul rasa nyeri.

“Tapi kadang-kadang rasa nyeri yang timbul sering dianggap sebagai nyeri lambung karena letaknya yang dekat, jadi orang sering mengira itu maag atau gastritis,” ujar dokter yang menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Onkologi Indonesia.

Sampai saat ini penyebab dari kanker pankreas belum diketahui dengan pasti dan masih dalam tahap dugaan. Namun ada teori-teori yang mengatakan bahwa faktor genetik berperan meskipun bukan faktor yang utama, serta adanya ketidakseimbangan faktor pertumbuhan sel.

Kanker pankreas ini biasanya dimulai di jaringan pankreas yang terletak horizontal di bagian belakang bawah perut. Organ ini berfungsi mengeluarkan enzim yang membantu proses pencernaan serta hormon insulin untuk mengatur metabolisme gula.

Kanker ini bisa menyebar dengan cepat dan jarang sekali terdeteksi pada tahap awal, sehingga kerap menjadi penyebab kematian utama kanker. Selain itu tanda dan gejala dari kanker ini kemungkinan besar tidak muncul sampai kanker tersebut cukup besar dan operasi untuk pengangkatannya juga sudah sulit.

“Kalau sering mengalami gejala maag yang hilang timbul, seringkali kita mengarah kesana. Untuk mendiagnosisnya biasanya dilakukan pemeriksaan USG dan juga endoskopi,” ujar dokter yang juga menjabat sebagai Ketua Masyarakat Paliatif Indonesia.

Sedangkan untuk pengobatan tergantung pada stadium, lokasi kanker, usia dan kesehatan pasien secara menyeluruh. Jika memungkinkan pengobatan kanker pankreas melalui operasi pembedahan, tapi jika tidak memungkinkan maka pengobatan dilakukan untuk mencegah kanker pankreas tetap tumbuh serta menyebar ke daerah lain

“Pencegahannya sulit, tapi yang terpenting adalah melakukan pola hidup sehat, itu yang utama sama seperti pencegahan untuk jenis kanker yang lainnya,” ujar Dr Drajat.

 

 

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu