dalam kategori | Featured, Penyakit

Serangan virus hepatitis mirip gejala flu

Serangan virus hepatitis mirip gejala flu

Hepatitis sangat mematikan. Susahnya, gejala penyakit tidak terdeteksi secara dini. Bahkan, serangan virus hepatitis mirip gejala orang yang akan terkena flu.

Saat ini diperkirakan sekitar 2 miliar penduduk dunia pernah terpapar Virus Hepatitis B (VHB), 400 juta di antaranya menjadi kronis yang tentunya berisiko tinggi dan akhirnya meninggal dunia. Sementara jumlah penderita hepatitis A, B dan C di Indonesia mencapai sekitar 10% dari total 225 juta penduduk.

Angka prevalensi infeksi VHB di Asia Pasific cukup tinggi, yaitu melebihi 8%, sementara di Amerika Serikat terdapat 3,5 juta penderita hepatitis C.

“Itu berarti jumlah pasien sirosis hati [penebalan] dan kanker hati akan meningkat terus setiap tahunnya. Saat ini diperkirakan sekitar satu juta kematian per tahun akibat penyakit hati yang berhubungan dengan VHB,” ungkap Prof. Masatoshi Makuuchi, wakil ketua Asosiasi Bedah Hepatobilier Asia Pasifik, dan Guru Besar Tokyo University Hospital Jepang.

Prof. Makuuchi bicara dalam simposium Kemajuan Terkini Bedah Hepatobilier dan Terapi Endoskopi VII, diikuti 490 dokter ahli bedah, radiologi dan ahli penyakit dalam dalam rangkaian HUT ke-81 RS Husada, Jakarta, 3-5 Februari 2006. Kehadiran Makuuchi dalam simposium itu sebagai narasumber bersama Prof. Nageshwar Reddy dari India–hepatolog kelas dunia dalam bidang Gastro-endoskopi.

Penyakit hati, katanya, merupakan masalah kesehatan global dan penyebab kesakitan serta kematian yang cukup besar di dunia.

Makuuchi memaparkan kunci keberhasilan Jepang dalam menekan angka kematian penderita hepatitis B dan C, ternyata pada program vaksinasi hepatitis B dan C untuk orang dewasa. Melalui program vaksin untuk orang dewasa dan anak-anak, angka kematian yang sebelumnya mencapai 30.000 jiwa per tahun, menurun tajam menjadi sekitar 2.000 jiwa per tahun.

Penyakit hepatitis, katanya, mendapat perhatian serius karena jumlah penderitanya yang terus meningkat di kalangan penderita narkoba jarum suntik.

Sementara itu, Direktur RS Husada, Gunawan Susanto memperkirakan jumlah penderita hepatitis A, B dan C di Indonesia mencapai sekitar 10% dari total 225 juta penduduk.

“Penyakit hepatitis ini bisa dicegah dengan vaksin. Di Indonesia, vaksin hepatitis untuk orang dewasa belumlah terlalu populer. Padahal, upaya itu bisa menjadi jalan keluarga untuk menekan angka penderita hepatitis, baik A, B maupun C,” kata Gunawan.

Simposium yang berlangsung selama tiga hari itu selain menyajikan teknologi terkini dalam bedah hepatobilier dan terapi endoskopi, juga membahas isu yang hingga kini masih menjadi perdebatan di sejumlah negara, yaitu transplantasi hati.

Prof. Makuuchi menuturkan pada sebagian besar kasus penyakit hati kronik terutama sirosis hati dan keganasan hati, pengobatan terbaik adalah transplantasi hati. Namun, kenyataannya prosedur itu baru bisa diterapkan dari 30% pasien.

“Banyak hal yang menyebabkan transplantasi hati sulit dilakukan, seperti belum memiliki fasilitas transplantasi hati, jumlah donor yang sedikit dan jangka waktu yang terbatas,” tambahnya.

Mirip gejala flu

Gejala orang terkena penyakit hepatitis itu mirip sekali dengan gejala flu, seperti badan terasa lemas dan letih, perut kembung, kurang nafsu makan karena mual, malah terkadang sampai muntah. Bila gejala itu tidak ditangani dengan benar, dalam waktu dua minggu bola mata penderita berubah menjadi kekuningan dan air seni berwarna kemerahan.

Lalu apa yang terjadi kalau berkembang menjadi sirosis hati? Pada seluruh bagian hati akan terbentuk jaringan-jaringan ikat serta tonjolan-tonjolan regenerasi, sehingga struktur jaringan hati menjadi kacau. Komplikasi yang bisa terjadi antara lain muntah darah karena terjadi varises di tenggorokan (esofagus) atau lambung.

Hepatitis tipe apa pun yang diidap, mensyaratkan penderitanya untuk beristirahat cukup dan berobat secara teratur. Penderita juga dianjurkan melakukan diet dengan gizi seimbang. Makanan berkarbohidrat tinggi, berprotein atau berlemak tinggi memang tidak dilarang secara khusus, tapi hendaknya dibatasi. Demikian juga garam.

Pengurangan konsumsi garam dimaksudkan untuk mencegah akumulasi cairan dalam rongga peritoneal serta mencegah pembengkakan pergelangan kaki.

Penderita juga tidak dilarang mengkonsumsi suplemen vitamin dan mineral sepanjang belum terjadi kerusakan hati. Untuk mengkonsumsi obat apa pun dan melakukan olahraga, hendaknya dikonsultasikan terlebih dahulu pada dokter.

Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) Prof. LA Lesmana menuturkan pakar penyakit hati di Indonesia masih sedikit, terutama dokter yang bisa menangani transplantasi (cangkok) hati.

Dalam kaitan itu, para dokter dari Indonesia mendapat tawaran untuk mengikuti pelatihan transplantasi hati dan kelenjar empedu dari Rumah Sakit Universitas Tokyo, Jepang.

“Tawaran pelatihan cangkok hati berasal dari pakar cangkok hati RS Universitas Tokyo Prof. Makuuchi. Sementara itu pakar endoskopi hati dan kelanjar empedu dari India Prof. Reddy, juga menawarkan bebas biaya bagi dokter Indonesia yang akan mengikuti seminar hepatobiler di India,” ungkap Lesmana.

Lesmana yang juga penanggung jawab bagian Hepatobilier RS Husada itu, mengatakan saat ini di Indonesia belum banyak dokter ahli bedah transplantasi hati, sehingga tawaran dari Jepang dan India perlu ditindaklanjuti agar dokter RI dapat melayani cangkok hati bagi pasien di dalam negerinya.

Menurut guru besar FKUI itu, hingga saat ini belum dapat dilaksanakan cangkok hati di Indonesia, karena belum banyak pakar cangkok hati, donor hati pun sulit dicari karena belum UU yang mengaturnya, serta biaya operasional yang mahal.

Lesmana berharap, melalui simposium di dalam negeri dan pelatihan hepatobilier itu di Jepang, maka penanganan penderita kanker hati dan kelenjar empedu dapat ditangani secara tim terpadu, yakni dokter ahli penyakit dalam, ahli radiologi, ahli

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu