dalam kategori | Featured, Pola Hidup

Sakit Bukan Halangan Untuk Menjalani Puasa

Sakit Bukan Halangan Untuk Menjalani Puasa

Berpuasa adalah salah satu kewajiban yang harus dilakukan oleh para umat agama apapun juga sebagai salah satu perwujudan rasa tobat dan mohon pengampunan Tuhan.

Selain bermanfaat secara rohani (menjalin hubungan baik secara vertical dengan Tuhan secara langsung), puasa juga sebenarnya bermanfaat bagi tubuh secara fisik. Berdasarkan beberapa penelitian yang dilakukan para ahli dibidangnya, berpuasa secara benar dapat memberikan efek detoksifikasi meremajakan tubuh, menurunkan berat badan, memurnikan pikiran, mencegah penuaan, dan membuat hidup lebih gembira. Dengan berpuasa, pola makan akan menjadi lebih teratur, kebiasaan merokok terkurangi, pikiran menjadi lebih tenang dan jauh dari stress.

Namun masalahnya berpuasa seringkali mendatangkan masalah khususnya bagi umat yang mengidap suatu penyakit tertentu seperti diabetes / kencing manis dan hipertensi / tekanan darah tinggi.

Sebenarnya bagi para penderita diabetes / kencing manis dan hipertensi / tekanan darah tinggi berpuasa masih dimungkinkan asalkan sebelum memulai berpuasa memperhatikan beberapa hal berikut ini :

  1. Konsultasikan kondisi kesehatan anda ke dokter.
  2. Bagi penderita diabetes / kencing manis yang disarankan untuk berpuasa adalah mereka yang kadar gulannya telah terkontrol maksudnya adalah dengan terapi obat – obatan tertentu kadar gulannya adalah 70 – 100 dalam kondisi puasa. Oleh karena itu ada baiknya bagi penderita diabetes / kencing manis melakukan serangkaian latihan puasa terlebih dulu beberapa waktu sebelum menjalani puasa sebenarnya agar dapat mangetahui terapi insulin yang tepat.
  3. Bagi penderita hipertensi / tekanan darah tinggi berpuasa masih dimungkinkan asalkan bukan bagi penderita hipertensi kronis.
  4. Menyesuaikan jadwal minum obat dengan jadwal berpuasa.
  5. Pasien diabetes / kencing manis dan hipertensi / darah tinggi yang ingin berpuasa juga harus memperhatikan asupan makanan selama berpuasa agar sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Berikut ini ada tips dari seorang ahli gizi yaitu Dr. Phaidon L Toruan, yang mungkin dapat menjadi masukan berharga bagi umat yang inggin berpuasa khususnya bagi para penderita diabetes / kencing manis dan hipertensi / tekanan darah tinggi, sebagai berikut :

1. Pilih menu makanan yang benar. Pilih karbohidrat yang kompleks seperti nasi merah ubi, jagung, singkong,oatmeal, roti gandum saat sahur.

Karbohidrat kompleks akan menyebabkan gula darah kita stabil. Kita akan segar selama menjalani puasa, karena gula darah yang stabil, akan turun perlahan saat tubuh merubah penggunaan bahan baku dari gula darah menjadi lemak.

Kalau kepepet tidak sempat sahur, minum segelas susu, karena susu adalah makanan lengkap yang juga mengandung vitamin dan mineral.

Bila kita mengkonsumsi karbohidrat sederhana atau yang manis, seperti minum teh manis,nasi, mi instan, maka gula darah kita akan cepat naik. Bila gula darah cepat naik, tubuh akan mengkompensasi dengan melepas insulin, yang segera akan memasukkan semua gula darah ke dalam sel. Akibatnya gula darah menjadi cepat drop. Akibatnya tubuh akan lemas saat puasa. Secara psikologis, mood kita akan terganggu.

2. Pada saat berbuka, pilihan rasa manis yang terbaik adalah tetap karbohidrat kompleks.

Nabi Besar Muhammad SAW menggunakan kurma. Kurma adalah buah yang memiliki karakter baik, mengandung tidak hanya fruktosa, akan tetapi juga mengandung vitamin dan mineral yang akan membuat gula darah stabil, dan asam amino yang akan segera memulai proses pemulihan tubuh.

Bila ingin rasa manis guna pemulihan, sebaiknya memilih mengkonsumsi buah seperti semangka, melon, pepaya dan buah lain. Bila ingin minum teh, gunakan madu, karena madu memiliki karakter seperti kurma.

Makanan yang mengandung gula pasir, karbohidrat sederhana seperti nasi, mi instant, akan menyebabkan gula darah cepat naik, dan cepat turun. Akibatnya saat tarawih akan sangat mengantuk.

Berbuka puasa dengan mengkonsumsi terlalu banyak makanan atau minuman yang mengandung gula pasir akan menyebabkan tubuh manusia seperti sedang melakukan diet yoyo. Tubuh seperti disisiksa, dan pada saat lebaran, secara almiah tubuh kita akan melakukan kompensasi. Makan gila-gilaan, yang berakibat justru tubuh menjadi lebih gemuk setiap selesai Hari Raya.

Bila berbuka dengan karbohidrat kompleks, misalnya kolak dengan gula merah, kacang hijau dengan gula merah (sekarang tukang bubur kacang hijau malas, lebih senang dengan gula pasir) teh dengan madu, buah-buahan, dan saat makan malam mengkonsumsi nasi merah ketimbang nasi putih, atau pasta ketimbang mi instant, atau roti gandum ketimbang roti putih, maka mudah-mudahan kita bisa jauh lebih bugar, bisa tarawih dengan lebih khidmat, dan pada saat Hari Raya, kita tidak akan melakukan balas dendam.

Nah semoga beberapa tips tersebut dapat membantu kita dalam menjalankan ibadah puasa.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu