dalam kategori | Layanan Kesehatan

Ronald McDonald ogah pensiun

Ronald McDonald ogah pensiun

Perusahaan restoran cepat saji terbesar di dunia McDonald’s Corp. menolak permintaan untuk melakukan riset mengenai dampak produk mereka terhadap epidemi obesitas yang dialami anak-anak di Amerika Serikat.  Para pemegang saham perusahaan waralaba itu juga bersikukuh, mereka akan tetap menggunakan sosok badut Ronald McDonald sebagai ikon dalam menawarkan produk makanan kepada anak-anak.

“Ini adalah soal pilihan dan kami mempercayainya dalam suatu proses yang demokratis.  Ronald McDonald adalah duta untuk McDonald’s, dan dia adalah duta untuk kebaikan. Ronald McDonald tidak akan ke mana-mana,” ungkap Chief Executive McDonald’s Corp. Jim Skinner dalam rapat pemegang saham, yang disambut tepuk tangan meriah oleh peserta rapat.

Ini merupakan penegasan sikap perusahaan restoran tersebut dalam menolak sebuah rancangan proposal yang mengharuskan mereka membuat laporan mengenai peran dan dampak produk mereka terhadap epidemi obesitas yang terus meningkat di kalangan anak-anak.

Mereka mengklaim bahwa memilih makanan adalah hak setiap konsumen. Masyarakat berhak memilih menu sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya. “Ini adalah soal hak personal dan individu untuk memilih,” ujar Skinner.

Di antara mereka yang hadir dalam rapat, ada yang menentang kebijakan McDonald’s. Salah satunya adalah Dr. Donald Zeigler, direktur pencegahan dan gaya hidup sehat pada  American Medical Association. Zeigler mendesak agar gerai restoran burger McDonald’s menghentikan penggunaan badut Ronald sebagai alat pemasaran kepada anak-anak.

Zeigler adalah salah satu dari 550 tenaga medis profesional yang ikut menandatangani surat terbuka kepada McDonald’s. Surat tersebut intinya meminta perusahaan itu menghentikan upaya yang dinilai dapat akan membuat generasi berikutnya menjadi sakit. Berikut surat Dr. Zeigler:

Selamat pagi. Nama saya Dr Don Zeigler, Direktur Pencegahan & Promosi Kesehatan di American Medical Association dan pengajar lepas di Preventive Medicine di Universitas Rush. Komentar saya adalah pendapat saya sendiri dan tidak mencerminkan kebijakan atau posisi AMA atau Rush.

Saya berbicara sebagai seorang profesional kesehatan yang peduli, karena saat ini di tempat-tempat praktek dokter, klinik-klinik pediatrik dan rumah-rumah sakit, penuh sesak dengan pasien yang menderita gangguan kesehatan yang berkaitan dengan makanan yang mereka konsumsi. Kami menghadapi apa yang  disebut Organisasi Kesehatan Dunia, WHO,  sebagai bencana gerakan lambat (slow motion catastrophe) penyakit-penyakit tidak menular yang berhubungan dengan diet seperti obesitas, diabetes, dan penyakit kardiovaskuler, yang terkait dengan promosi dan konsumsi lemak, natrium, dan gula yang terkandung pada makanan cepat. Wabah ini tragis, mahal, tapi hampir seluruhnya dapat dicegah, dan salah satunya di mana pemasaran Anda memainkan peran penting. Bahkan, dalam rencana aksinya untuk membalikkan tren ini, WHO merekomendasikan untuk menetapkan kebijakan untuk mengurangi promosi pemasaran makanan cepat saji dan junk-food untuk anak-anak. Anda tidak bisa terus mengklaim bahwa masalah ini terjadi karena kurangnya tanggung jawab orang tua saat Anda menghabiskan ratusan juta pemasaran langsung kepada anak-anak, sehingga merusak upaya orang tua untuk mendorong anak untuk makan makanan sehat.

Itulah sebabnya saya bergabung dengan lebih dari 550 profesional kesehatan dan institusi dari seluruh 50 negara, termasuk American Academy of Child and Adolescent Psychiatry, Drs. Patch Adams, Walter Willett, Ketua Nutrisi di Harvard, dan Jeremiah Stamler, ahli jantung dan Ketua Preventive Medicine di Northwestern, meminta McDonald’s untuk mempensiunkan Ronald dan menghentikan pemasaran junk food yang ditujukan pada anak-anak.

Sebagai profesional kesehatan, kami sadar akan dampak kesehatan dari hubungan langsung antara pemasaran dan kesehatan anak-anak. Sudahi hal ini sekarang juga dan akhiri pemasaran untuk anak-anak. Hal ini akan menjadi tanggung jawab sosial perusahaan. Ini akan memeberikan dampak yang mendalam pada reputasi McDonald’s dan kesehatan dan kesejahteraan generasi mendatang di seluruh dunia.

Mr Skinner, akankah Anda menjawab panggilan dari para profesional kesehatan terkemuka dan lembaga-lembaga ini, untuk mempensiunkan Ronald McDonald’s dan mengakhiri pemasaran makanan tinggi lemak, natrium dan gula untuk anak-anak? Terima kasih.

Pada Selasa lalu, sebuah kelompok pengamat juga beriklan di suratkabar untuk meminta McDonald’s menghentikan promosinya kepada anak-anak menggunakan badut, pemberian mainan dan berbagai strategi marketing lainnya.

Di Amerika berdasarkan data U.S. Centers for Disease Control and Prevention, sekitar 17 persen anak-anak dan remaja mengalami obesitas.  Padahal, berat badan berlebih (overweight) di masa anak-anak dapat meningkatkan risiko mengidap diabetes tipe , kolesterol tinggi, hipertensi dan penyakit lainnya.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu