dalam kategori | Penyakit

Rhinitis alergika, pemicu bersin dan hidung tersumbat

Rhinitis alergika, pemicu bersin dan hidung tersumbat

Sering bersin, hidung tersumbat dan gatal? Biasanya kita mengggapnya sebagai penyakit flu biasa, padahal mungkin saja anda mengidap Rhinitis alergika. Apa itu Rhinitis alergika?

Rhinitis alergika (allergic rhinitis) terjadi karena sistem kekebalan tubuh kita bereaksi berlebihan terhadap partikel-partikel yang ada di udara yang kita hirup. Sistem kekebalan tubuh kita menyerang partikel-partikel itu, menyebabkan gejala-gejala seperti bersin-bersin dan hidung meler. Partikel-partikel itu disebut alergen yang artinya partikel-partikel itu dapat menyebabkan suatu reaksi alergi.

Dahulu rhinitis alergika diklasifikasikan menjadi dua berdasar sifat berlangsungnya, yaitu:

  1. Musiman (seasonal): terjadi di Negara 4 musim. Alergen penyebab spesifik, seperti tepung sari (pollen) dan jamur.
  2. Sepanjang tahun (perennial): gejala penyakit dapat timbul intermiten atau persisten, tanpa ada variasi musim, sehingga dapat dijumpai sepanjang tahun.

Klasifikasi berdasarkan WHO adalah:

  1. Intermitten (kadang-kadang): bila gejala muncul kurang dari 4 hari/minggu atau kurang dari 4 minggu.
  2.  Persisten (menetap): bila gejala muncul lebih dari 4 hari/minggu dan lebih dari 4 minggu.

Dengan berjalannya waktu, alergen mungkin menjadi tidak begitu mempengaruhi anda, dan gejala-gejala anda mungkin menjadi tidak separah sebelumnya. Anda juga bisa mengalami komplikasi seperti sinusitis ataupun infeksi telinga.

Gejala-gejala paling sering dari rhinitis alergika adalah:

  • Bersin berulangkali, terutama setelah bangun tidur pada pagi hari.
  • Hidung meler. Cairan yang keluar dari hidung meler yang disebabkan alergi biasanya bening dan encer, tetapi dapat menjadi kental dan putih keruh atau kekuning-kuningan jika berkembang menjadi infeksi hidung atau infeksi sinus.
  • Mata gatal, berair.
  • Telinga, hidung, dan tenggorokan gatal.

Alergen/penyebab rhinitis alergika adalah :

Pohon, rumput, dan pollen adalah penyebab paling sering rhinitis alergika. Tungau debu rumah, bulu binatang, kecoa, dan mold juga dapat menyebabkan rhinitis alergika. Mungkin juga alergi terhadap sesuatu zat yang ada di lingkungan kerja seperti debu kayu, bahan-bahan kimia, dll.

Jika alergi terhadap pollen, gejala mungkin hanya timbul beberapa kali dalam setahun. Jika alergi terhadap tungau debu rumah dan alergen indoor lainnya, mungkin akan mempunyai gejala yang timbul sepanjang tahun.

Bagaimana rhinitis alergika didiagnosa?
Dokter anda biasanya mendiagnosa rhinitis alergika dengan menanyakan pertanyaan-pertanyaan tentang gejala-gejala yang anda derita, aktivitas anda, dan kehidupan rumah anda, dan dengan memeriksa anda. Jika ini semua tidak dapat memastikan bahwa anda menderita rhinitis alergika, maka mungkin dokter anda akan menyarankan anda untuk melakukan:

  • Skin test, dimana dokter anda akan menaruh sejumlah kecil cairan alergen tertentu ke kulit anda untuk melihat apakah cairan tersebut menimbulkan reaksi alergi pada anda.
  • Tes laboratorium untuk melihat apakah ada zat-zat tertentu dalam darah anda yang menunjukkan bahwa anda menderita rhinitis alergika.

Bagaimana rhinitis alergika diobati?
Dokter anda akan mengobati rhinitis alergika dengan membantu anda untuk menghindari atau mengendalikan alergen dan dengan menggunakan obat-obatan untuk mengkontrol gejala-gejala anda. Jika ini semua tidak membantu, dokter anda mungkin akan menyarankan suntikan immunotherapy. Ini adalah suntikan alergi dimana alergen yang menyebabkan anda alergi, disuntikkan ke bawah kulit anda, tentunya dalam dosis sangat kecil. Ini akan membuat tubuh anda terbiasa dengan alergen itu sehingga anda hanya akan mengalami gejala yang lebih sedikit dan lebih ringan.

Pencegahan
Yang paling penting adalah menghindari pencetus; dengan demikian dapat juga mengurangi agar gejala tidak menjadi berat.  Untuk menyebabkan gejala menjadi berat, dapat segera menggunakan obat-obatan bebas seperti:

  1. Antihistamin dapat dipilih golongan yang tidak menyebabkan kantuk, hingga tidak mengganggu aktifitas Anda.
  2. Decongestan
  3. Tetes mata
  4. Nasal kortikosteroid, Nasal kortikosteroid dengan cara disemprotkan ke hidung dapat dipakai bersama antihistamin.
  5. Leukotriane modifiers, yang bertujuan menghilangkan gejala hidung tersumbat dan berair
  6. Cromolyn sodium, yang dapt mengurangi bersin

Bagaimana caranya menghindari terhadap paparan alergen outdoor?
Beberapa langkah/tips berikut ini dapat membantu anda bahkan jika anda tidak tahu jenis pollen apa yang membuat anda alergi. Jika anda tahu tipe pollen apa yang membuat anda alergi itu lebih bagus lagi.

  • Tetaplah berada di dalam ruangan/rumah pada waktu pollen sangat banyak di udara. Umumnya pollen sedikit di udara hanya beberapa saat setelah matahari terbit. Mereka kemudian jumlahnya makin banyak dan paling banyak pada tengah hari dan sepanjang siang. Jumlahnya kemudian berkurang menjelang matahari terbenam.
  • Tutuplah jendela dan pintu, baik pada siang maupun malam hari. Gunakan AC untuk membantu mengurangi jumlah pollen yang masuk ke dalam rumah anda. Jangan gunakan kipas dengan buangan keluar (exhaust fan) karena dapat membawa lebih banyak pollen masuk ke dalam rumah anda.
  • Potonglah rumput di halaman rumah sesering mungkin.
  • Cegah membawa pulang pollen masuk ke rumah setelah anda bepergian:
    # Segeralah mandi dan ganti baju dan celana yang anda pakai di luar.
    # Keringkan pakaian anda dengan mesin pengering, jangan jemur di luar.
  • Berliburlah ke tempat lain pada saat musim pollen sedang berlangsung di tempat anda ke tempat di mana tanaman yang membuat anda alergi tidak tumbuh.
  • Pindah rumah.

Mold (mahluk hidup yang sangat kecil  yang hanya bisa dilihat di bawah mikroskop) dapat menyebabkan alergi yang memburuk dalam cuaca lembab. Mold juga memproduksi spora yang dapat beterbangan di udara luar selama musim panas. Untuk menghindari kontak dengan spora-spora mold:

  • Jangan keluar rumah pada saat hujan atau hari berangin.
  • Hindari aktivitas yang membat anda terpapar dengan mold, seperti berkebun (terutama saat bekerja dengan kompos), memotong rumput.
  • Buanglah jauh-jauh dari rumah anda daun-daun yang berguguran, potongan rumput, dan kompos.

Di daerah yang berudara lembab mold di dalam rumah dapat mencetuskan serangan asthma, rhinitis alergika dan dermatitis alergika. Beberapa langkah berikut dapat membantu:

  • Bersihkan kamar mandi, bathtubs, shower stalls, shower curtains, dan karet-karet jendela paling sedikit sebulan sekali dengan disinfektan atau cairan pemutih. Gunakan pemutih dengan hati-hati, karena dapat membuat hidung anda teriritasi. Jika hidung anda teriritasi, gejala alergi anda dapat memburuk.
  • Rumah harus ada aliran udara yang baik dan kering.
  • Gunakan exhaust fan di kamar mandi dan dapur.
  • Jangan gunakan karpet.

Oleh karena orang dewasa menghabiskan 1/3 waktu mereka dan anak-anak menghabiskan ½ dari waktu mereka di kamar tidur, maka penting agar tidak ada alergen di kamar tidur. Jangan gunakan kasur, bantal dan guling yang diisi dengan kapuk.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu