dalam kategori | Featured, Tips Kesehatan

Rajin Menyikat Gigi, Umur lebih Panjang

Rajin Menyikat Gigi, Umur lebih Panjang

Tahukah Anda? Kebiasaan sehari-hari memengaruhi kesehatan. Misalnya, sarapan pagi dan naik tangga tanpa disadari turut berperan memperbaiki kesehatan. Meski terkesan sepele, seiring waktu, manfaat kebiasaan kecil seperti itu akan terkumpul. Menyikat gigi, menurut penulis The Real Age Makeover, Dr. Michael Roizen, bisa menambah harapan hidup sebanyak 6,4 tahun. Jadi, dengan menjaga kebiasaan sehat, Anda bisa memperpanjang angka harapan hidup.

Nah, ini dia enam kebiasaan kecil yang bisa membantu Anda hidup sehat lebih lama:

Biasakan olahraga

Teknologi dikembangkan untuk membuat hidup lebih mudah, tapi tidak selalu membuat Anda lebih sehat. Sedang olahraga setiap hari, sudah pasti menjaga kesehatan tubuh. Studi-studi menunjukkan bahwa olahraga harian bisa memperpanjang angka harapan hidup sebanyak tiga tahun. Menariknya, Anda bisa mendapatkan manfaat ini tanpa harus ke gym. Anda bisa melakukan aktivitas fisik di mana saja. Jika memungkinkan, cobalah jalan kaki ke tempat kerja. Tidak harus jalan dari rumah ke kantor, cukup turun satu halte lebih cepat dan berjalanlah dari sana. Jika kerja di gedung bertingkat, gunakan tangga. Benar-benar sederhana tapi bermanfaat.

Konsumsi sarapan sehat

Agar bisa hidup lebih lama, jangan lupa sarapan pagi. Peneliti menemukan, orang-orang yang sarapan pagi berisiko lebih kecil menjadi obesitas dan mengalami diabetes dibandingkan orang-orang yang tidak sarapan. Orang-orang yang sarapan juga melaporkan merasa lebih baik secara fisik dan mental. Untuk memaksimalkan manfaat, Mayo Clinic menganjurkan Anda mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, protein dan sedikit lemak. Kuncinya adalah mengonsumsi makanan yang bervariasi.

Tidur cukup

Kurang tidur berkualitas bisa mempersingkat angka harapan hidup. Demikian kesimpulan dari beberapa studi selama 10 tahun terakhir. Meskipun jumlah jam tidur pasti yang dibutuhkan tubuh belum diketahui, tidur kurang dari tujuh jam dinyatakan meningkatkan risiko kanker, penyakit jantung, diabetes dan obesitas. Tapi, kurang tidur bukan satu-satunya masalah. Kurang relaksasi juga turut memengaruhi. Karena itu, cobalah meredakan stres dan kecemasan dengan melakukan teknik relaksasi, seperti meditasi.

Sikat gigi dan flossing setiap hari

Flossing, menurut penulis The RealAge Makeover, Dr. Michael Roizen, bisa menambah harapan hidup sebanyak 6,4 tahun. Kesehatan mulut yang buruk bisa memicu penyakit gusi. Penyakit peradangan ini bisa memicu penyempitan arteri, penyebab umum penyakit kardiovaskular. Dengan menggosok gigi dan flossing setiap hari, Anda bisa membebaskan mulut dari bakteri penyebab penyakit peradangan gusi dan membantu membebaskan jantung dari masalah.

Jaga komunikasi dengan teman

Peribahasa lama menyatakan bahwa teman baik lebih murah dari terapi. Dan penelitian membuktikan hal itu. Tidak hanya teman, Anda juga bisa mendapatkan manfaat dari jaringan sosial, seperti kelompok ibadah, klub olahraga atau kelas memasak. Jaringan sosial membantu menyediakan informasi berguna, seperti dorongan mengunjungi dokter, memberikan dukungan sosial dan emosional. Hal-hal kecil ini bisa memperpanjang angka harapan hidup.

Penuhi kebutuhan air

Hampir 70 persen dari tubuh kita tersusun atas air. Jadi, tidak heran jika air sangat penting untuk mempertahankan kesehatan dan memperpanjang angka harapan hidup. Tubuh menggunakan air untuk mengatur suhu tubuh, melindungi persendian dan organ serta membantu mengangkut oskigen ke sel-sel. Karena itu, cobalah memenuhi kebutuhan air. Pastikan minum sebelum Anda haus. Anda ingin umur lebih panjang? Selamat dipraktikkan.(MI/*****)

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu