dalam kategori | Penyakit

Radiasi ultraviolet dibalik Katarak

Radiasi ultraviolet dibalik Katarak

Katarak adalah pengkabutan dari bagian lensa mata. Akibatnya adalah seperti mencoreng minyak diatas lensa kamera, menganggu/memperburuk penglihatan normal.

Katarak akan mempengaruhi kebanyakan orang jika mereka hidupnya cukup lama (panjang umur). Kelainan ini mempengaruhi 60 persen dari orang-orang yang lebih tua dari 60 tahun dan terjadi ketika lensa mata yang normalnya jernih mulai menjadi berkabut mengganggu atau memperburuk penglihatan.

Para ahli memperkirakan bahwa lebih dari 1,2 juta penduduk Amerika didiagnosis setiap tahun dengan katarak. Ketika ada jumlah orang tua di Amerika membengkak, kejadian katarak meningkat. Orang-orang ini seringkali ingin tetap mengendarai mobil, membaca dan aktivitas-aktivitas lain yang menuntut penglihatan yang sempurna.

Selama ini, siapa saja yang mengalami katarak, akan menghadapi suatu prosedur operasi yang melibatkan sakit/nyeri dan seringkali dengan hasil yang kurang memuaskan. Hingga akhir tahun tujuhpuluhan, dokter-dokter mengangkat lensa-lensa yang berkabut dalam suatu prosedur operasi yang memerlukan suatu opname (tinggal dirumah sakit) lima sampai tujuh hari. Setelah itu, pasien harus memakai kaca mata tebal atau contact lenses dimana tidak dari keduanya dapat mengembalikan penglihatan ke tingkat sebelumnya secara penuh.

Sekarang, perawatan yang rumit semacam ini tidak lagi diperlukan. Kemajuan-kemajuan dalam kedokteran telah membuat katarak jauh lebih tidak mencemaskan/mengkhwatirkan. Sekarang, lensa-lensa yang berkabut diangkat secara operasi dan digantikan dengan suatu lensa plastik intraokular (intraocular lens, IOL) dalam suatu operasi satu jam yang seringkali tidak memerlukan opname.

“Lensa intraokular telah merevolusikan perawatan katarak-katarak” kata Carl Kupfer. M.D., direktur dari National Eye Institute in Bethesda, Md. “Penanaman dari lensa adalah satu dari operasi yang paling sukses dalam sejarah kedokteran.”

Terbentuknya Katarak

Katarak terbentuk pada lensa mata yaitu struktur yang transparan (bening) dibelakang iris (selaput berwarna yang mengelilingi pupil). Lensa menfokuskan sinar pada retina, selaput dibelakang mata yang sensitif terhadap sinar yang mengkonversi (merubah) impuls-impuls sinar kedalam signal-signal syaraf untuk menghasilkan gambar-gambar penglihatan yang jelas. Pengkabutan lensa, yang menyerupai torehan minyak diatas sebuah lensa kamera, dapat berkembang pada umur berapa saja namun paling sering tampak pada orang-orang yang berumur lebih dari 42 tahun.

Kebanyakan katarak disebabkan oleh perubahan dalam komposisi kimia lensa. Pada persentase yang kecil, perubahan-perubahan kimia disebabkan oleh suatu kerusakan enzim yang diturunkan atau diwariskan, trauma pada mata, diabetes, atau penggunaan dari obat-obat tertentu, seperti steroid prednisone.

Tepatnya mengapa katarak terjadi berhubungan dengan umur tidak diketahui, namun radiasi ultraviolet, terutama dari matahari, diperkirakan memainkan peran utama dalam menciptakan perubahan kimia pada lensa yang bertanggung jawab atas kebanyakan kasus katarak. Bukti percobaan menyarankan bahwa radiasi UV dapat mengkabutkan lensa dengan membentuk fragmen-fragmen kimia yang sangat reaktif yang disebut “radikal bebas”. Ini pada gilirannya mengacaukan atau mengganggu struktur lensa yang lembut. Tipe radiasi ultraviolet dari matahari disebut UVB – jenis yang menyebabkan pelepuhan terbakar matahari dan kanker kulit – diperkirakan adalah suatu faktor utama, karena lensa mata menyerap sinar-sinar ini.

Suatu studi dari 838 nelayan di Chesapeake Bay, AS, yang dilakukan Hugh Taylor, M.D., dari Johns Hopkins Hospital in Baltimore, Md., menemukan suatu hubungan yang kuat antara radiasi ultraviolet dan pembentukan katarak. Nelayan-nelayan dengan tingkat paparan radiasi ultraviolet paling tinggi mempunyai tiga kali risiko mengalami katarak dibanding dengan mereka dengan paparan yang paling lebih rendah. Studi Taylor menyarankan bahwa katarak dapat decegah dengan menghindari paparan matahari antara jam 10 pagi dan jam 4 sore, ketika matahari bersinar paling kuat, dan dengan memakai topi yang lebar dan kacamata hitam (sunglasses).

Katarak dapat berkembang begitu perlahan bahwa seseorang mungkin tidak menyadarinya. Jika katarak berada pada pinggiran luar dari lensa, mungkin tidak ada perubahan dalam penglihatan. Pengkabutan dekat pusat (bagian tengah) lensa, bagaimanapun, biasanya mengganggu penglihatan.

Gejala-Gejala Katarak

Gejala-gejala katarak termasuk pelihatan ganda atau kabur, kepekaan terhadap sinar dan cahaya yang menyilaukan (seperti matahari yang terik atau lampu-lampu besar mobil), persepsi warna yang kurang jelas, dan seringnya berganti-ganti kacamata yang diresepkan. Ketika katarak tumbuh memburuk, kacamata yang lebih kuat tidak lagi memperbaiki penglihatan, meskipun memegang obyek-obyek lebih dekat ke mata mungkin membantu Pupil, yang normalnya tampak hitam, mungkin menjalani perubahan-perubahan warna yang nyata dan tampak kekuningan atau putih.

Mendiagnosis Katarak

Katarak secara khas terdeteksi melalui suatu pemeriksaan medis mata. Dokter dapat melihat lensa abnormal menggunakan suatu alat penglihat yang dipegang dengan tangan (ophthalmoscope). Tes yang umum untuk ketajaman penglihatan, peta/tabel huruf mata, mungkin tidak mencerminkan sifat dasar kehilangan penglihatan, kata American Academy of Ophthalmology. Tes-tes lain – yang mengukur kepekaan terhadap sinar yang menyilaukan, kepekaan kontras, penglihatan malam, penglihatan warna, dan penglihatan sekeliling atau tengah – membantu menegakkan diagnosis.

Karena kebanyakan katarak yang berhubungan dengan umur berkembang secara perlahan, banyak pasien mungkin tidak menyadari kehilangan penglihatannya sampai itu menjadi berat/parah. Beberapa kasus katarak tetap kecil dan tidak memerlukan perawatan, yang lain tumbuh lebih cepat dan lebih besar secara progresif. Hanya ketika suatu katarak mengganggu secara serius aktivitas-aktivitas normal adalah waktunya untuk mempertimbangkan operasi. Orang-orang yang tergantung pada mata mereka untuk bekerja, bermain dan aktivitas-aktivitas lain mungkin menginginkan katarak mereka diangkat lebih awal daripada mereka yang tidak.

Pilihan-Pilihan (Opsi-Opsi) Perawatan

Selama pemeriksaan diagnostik, seorang ahli mata (ophthalmologist) akan mengukur secara hati-hati bentuk, ukuran dan kesehatan umum mata untuk menentukan apakah suatu implantasi (penanaman) lensa akan efektif. Pada jumlah kasus yang relatif sedikit, kacamata atau contact lenses akan memperbaiki penglihatan setelah operasi katarak tradisional. Kacamata, ketika digunakan bertahun-tahun, mempunyai kelemahan. Ketebalan yang ekstrim membuat penampilan tidak atraktif dan beban yang berat. Pembesaran dan distorsi dari penglihatan menyebabkan obyek-obyek terlihat lebih dekat dan 25 persen lebih besar daripada sebetulnya. Penglihatan sekeliling mungkin berkurang. Contact lenses menyediakan penglihatan yang cukup baik, namun banyak orang-orang tua mempunyai kesulitan menggunakannya.

IOL yang ditanam biasanya adalah penggantian yang terbaik. Karena penanaman ditempatkan pada atau dekat posisi asal dari lensa alami yang diangkat, penglihatan dipulihkan kembali dengan penglihatan sekeliling dan persepsi kedalaman yang baik namun dengan pembesaran dan distorsi yang minimal.

Beberapa ahli-ahli memperkirakan bahwa sekitar 88 dari setiap 100 orang yang menerima IOL akan mencapai penglihatan 20/40 atau lebih baik. Seorang individu dengan penglihatan 20/40 dapat membaca huruf-huruf pada suatu peta huruf mata dari jarak 20 kaki, dimana seorang dengan penglihatan normal 20/20 dapat membaca peta dari jarak 40 kaki; penglihatan 20/40 adalah cukup baik untuk mendapat suatu ijin mengemudi pada kebanyakan negara bagian. Diantara mereka yang tidak mempunyai penyakit-penyakit mata lain, sekitar 94 dari 100 akan mencapai penglihatan 20/40.

IOL tetap ditempat secara permanen, tidak memerlukan pemeliharaan atau penanganan, dan tidak dirasakan oleh pasien maupun diperhatikan oleh orang lain. Kacamata dengan lensa-lensa yang tipis untuk penglihatan dekat atau jauh mungkin masih diperlukan, namun kaca-kaca yang tebal tidak diperlukan. Seorang dokter dapat menentukan resep penanaman (implantasi) yang memadai dengan suatu alat ultrasound yang mengukur panjang mata dan lekukan kornea (corneal curvature). Pengukuran-pengukuran ini digabungkan oleh komputer untuk menghitung kekuatan lensa yang diperlukan.

Prosedur Penanaman (Implantasi) Lensa Intraokular (IOL)

Prosedur operasi standar dilakukan di rumah sakit atau ruang praktek dokter. Dengan pemantauan melalui mikroskop operasi, ahli bedah membuat suatu sayatan kecil yang melengkung pada kornea – permukaan mata. Kemudian lensa yang berkabut dipotong/dilepaskan dengan jarum yang tipis dan disedot keluar, meninggalkan secara utuh dinding belakang dari kapsul yang transparan yang mengelilingi lensa.

Ada tiga tipe operasi untuk mengangkat lensa-lensa yang mengalami katarak:

  1. Operasi ekstrakapsular (Extracapsular surgery). Ahli bedah mata mengangkat lensa, meninggalkan separuh belakang dari kapsul (penutup/pelapis bagian luar lensa).
  2. Phacoemulsification. Pada tipe operasi ekstrakapsular ini, ahli bedah melunakkan lensa dengan gelombang-gelombang suara dan mengangkatnya melalui suatu jarum. Separuh belakang dari kapsul lensa ditinggalkan.
  3. Operasi Intrakapsular (Intracapsular surgery). Ahli bedah mengangkat seluruh lensa, termasuk kapsulnya. Metode ini jarang digunakan.

Ahli bedah memperbesar sayatan asli, dan lensa baru – suatu cakram plastik keras yang jernih – kemudian diselipkan kedalam dibelakang iris keatas pada dinding belakang kapsul. Dua lengan-lengan yang berbentuk “c” yang kecil sekali dilekatkan pada lensa yang akhirnya menjadi bekas luka kedalam bagian dari mata dan memegang lensa secara kokoh pada tempatnya. Sayatan ditutup dengan 7 sampai 10 jahitan-jahitan yang hampir tidak terlihat dengan nylon atau sutra yang halus.

Pada suatu metode yang lebih baru, suatu ultrasonic probe memasuki potongan/sayatan pada kornea dan getaran-getaran berkecepatan tinggi memecah lensa kedalam bintik-bintik mikroskopik yang kemudian diangkat dengan penyedotan. Lensa plastik terlipat yang bergaris tengah seperempat inch dapat dimasukkan melalui sayatan dengan suatu alat yang menyerupai gunting yang disebut injector dan diposisikan dibelakang pupil terhadap dinding kapsul. Sekali ditempat, injector diangkat dan lensa terbuka.

Beberapa pabrikan juga mengembangkan bifocal IOLS, yang mungkin mengeliminasi keperluan pada beberapa pasien-pasien untuk kacamata-kacamata yang diresepkan setelah operasi.

Prosedur untuk mengangkat lensa alami dan menggantikannya dengan suatu yang sintetik dilakukan dibawah suatu pembiusan keseluruhan atau lokal dengan suntikan-suntikan yang dilakukan pada otot-otot sekeliling mata. Proses pemulihan memakan waktu beberapa jam di rumah sakit; pada sedikit kasus, pasien mungkin memerlukan tinggal semalaman. Pasien memakai suatu pelindung metal pada matanya waktu malam; kacamata-kacamata hitam yang membungkus sekelilingnya direkomendasikan selama sehari.

Yang Terjadi Setelah Prosedur IOL

Dalam waktu beberapa hari setelah operasi, kebanyakan orang-orang dapat kembali bekerja. Pada beberapa kunjungan ke tempat praktek dokter selama enam sampai delapan minggu pertama setelah operasi, dokter akan memeriksa infeksi atau komplikasi lain dan mencocokkan pasien dengan kacamata baca. Penglihatan membaik secara signifikan pada 95 sampai 98 persen kasus-kasus.

Bagaimanapun, hasil-hasil dari operasi tidak selalu bebas kecemasan. Setelah penanaman IOL, suatu pengkabutan kapsul lensa, dikenal sebagai suatu “katarak sekunder”, terjadi pada kira-kira 40 persen kasus-kasus. Untuk memulihkan penglihatan, suatu laser berdenyut yttrium, aluminum, garnet (YAG) digunakan untuk menghasilkan suatu lubang non-thermally, dengan “optical breakdown.” pada kapsul untuk membuka jalan lintasan yang normal dari sinar untuk kembali pada retina. Prosedur yang tidak menyakitkan ini memakan waktu beberapa menit; perbaikan biasanya segera dirasakan. Persoalan-persoalan lain yang mungkin terjadi, pada sebagian kecil dari pasien-pasien, termasuk pembengkakkan kornea, glaukoma, dan pembengkakan retina, yang mendistorsi penglihatan.

Pencegahan

Melakukan ski atau rekreasi ke pantai ? Kesenangan-kesenangan ini dapat menimbulkan bahaya pada mata-mata anda kecuali jika anda mengambil tindakan pencegahan terhadap sinar matahari yang membahayakan.

Radiasi ultraviolet tidak terlihat dan tidak dapat dirasakan, namun paparan jangka panjang mungkin terkait dengan pengembangan katarak. Paparan jangka pendek pada sinar ultraviolet yang sangat intensif – seperti ketika anda berada pada suatu lereng ski – dapat menghasilkan photokeratitis, juga disebut actinic keratopathy atau kebutaan salju (snow blindness). Bahkan ada beberapa bukti bahwa radiasi ultraviolet dapat merusak retina mata.

Pada musim semi tahun 1990, suatu program mencantumkan etiket/label yang dikembangkan oleh Sunglass Association of America dalam kerjasama dengan Food and Drug Administration diharapkan dapat memberitahu pada konsumen berapa banyak perlindungan UV mereka dapat harapkan dari kacamata hitam yang mereka gunakan.

Program pemberian etiket/label ini mengspesifikasi tingkat perlindungan dari dua tipe sinar ultraviolet: radiasi ultraviolet A (UVA) yang panjang gelombangnya lebih panjang dan sinar-sinar ultraviolet B (UVB) yang panjang gelombangnya lebih pendek. Standar-standarnya dikembangkan pada tahun 1986 oleh American National Standards Institute in New York City melalui konsultasi dengan ahli-ahli dan pendidik-pendidik layanan mata, ilmuwan-ilmuwan peneliti, industri, dan para agen militer dan para agen pemerintah lain. Standar-standar pelabelan adalah satu-satunya pernyataan yang diakui pada kelayakan dan prestasi/dayaguna dari kacamata-kacamata hitam.

Katagori-katagori yang berbeda menggambarkan tingkat-tingkat perlindungan yang minimum dan diciptakan untuk membantu konsumen memilih kacamata-kacamata yang terbaik untuk tipe-tipe aktivitas yang mereka rencanakan:

  • Kosmetik: Untuk sinar matahari yang tidak keras dan penggunaan sekitar kota seperti pergi berbelanja. Ini akan memblokir paling sedikit 70 persen UVB, 20 persen UVA, dan kurang dari 60 persen sinar yang terlihat.
  • Tujuan Umum: Untuk kebanyakan aktivitas-aktivitas diluar rumah seperti berperahu, terbang, gerak jalan, piknik, dan tamasya-tamasya pantai. Mereka juga dapat digunakan untuk tempat-tempat kejadian salju. Mereka akan memblokir paling sedikit 95 persen UVB, paling sedikit 60 persen UVA, dan dari 60 sampai 92 persen dari sinar yang terlihat.
  • Tujuan Khusus: Untuk lingkungan-lingkungan yang terang seperti pantai-pantai tropis dan lereng-lereng ski dan untuk aktivitas-aktivitas seperti memanjat gunung. Mereka akan memblokir paling sedikit 99 persen UVB dan 60 persen UVA, sebagai tambahan pada dari 20 sampai 97 persen dari sinar yang terlihat.

Jumlah dari sinar yang menyilaukan yang terlihat yang diblokir oleh kacamata hitam tergantung pada kegelapan dari lensa. Lensa yang lebih gelap dari kacamata untuk tujuan tertentu dimaksudkan untuk menghadapi tingkat keterangan yang sangat tinggi, menjadikannya tampak seperti bermain ski pada suatu hari yang berawan, atau bermain dipantai saat cuaca mendung.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu