dalam kategori | Featured, Penyakit

Psoriasis, Kisah Sukses Top Model CariDee

Psoriasis, Kisah Sukses Top Model CariDee

“Orang pikir dengan Psoriasis, saya tidak mampu melakukannya.”

“Meskipun tubuhmu penuh dengan Psoriasis, kamu masih bisa menjadi lebih baik dari model yang lain,” ujar pacar Cari Dee suatu kali.

Cari Dee adalah salah satu model yang paling diminati di Amerika, setelah memenangkan kontes American Next Top Model, usianya 21 tahun.

“Meskipun tubuhmu dipenuhi dengan Psoriasis, kamu masih bisa menjadi lebih baik dari model yang lain “.

Kalimat ini menunjukkan butuh nya dukungan mendasar bagi orang-orang yang ber-Psoriasis : dukungan sensitif dari orang-orang sekitar mereka; namun iapun juga mengilustrasikan ketetapan diri dari model muda ini untuk mengejar karir profesonalnya, dimana sebenarnya dengan penyakit yang dimilikinya itu, nampak seperti suatu hal yang sangat tabu.

Sekarang dengan usia 21 tahun, setelah memenangkan kontes American Next Top Model, Cari Dee adalah salah satu model yang diminati di Amerika.

Penyakitnya, seperti kasus Psoriasis lainnya yang dirawat dengan benar, berada dalam tahap pengawasan.

“Apa yang saya paling pedulikan saat ber-modelling bukan pada penampilan fisik melainkan saya mencari tantangan untuk mencari momen unik pada saat saya di depan kamera”, ujarnya. “Para bintang film punya banyak kesempatan untuk memukau penonton, sedangkan model hanya mempunyai waktu yang sekejap. Berada di depan kamera membuat saya merasa hidup”, kata model yang bertubuh ramping dan bermata cerah. Tenang dan berada dalam pikirannya sendiri, tiba-tiba dia tersenyum seraya gerak tubuh yang menemani senyumannya itu bergerak energik dan lentur.

Dia menyadari ingin menjadi model semenjak kecil, “saya suka berpose di depan kamera”. Dia juga masih berusia sangat dini saat dia menerima diagnosa dokter, “ibu saya juga menderita psoriasis dan mulai menjelaskan kepada saya. Tetapi saat saya berusia sepuluh tahun saya baru benar-benar menyadari sepenuhnya dan saya selalu berdoa setiap hari agar saya tidak menderita penyakit ini”. Ia teringat, “ayah memeluk saya dengan erat dan membiarkan saya menagis dalam pelukannya”. Mengenai keinginannya untuk menjadi seorang model, “orang tua saya tidak mencegah keinginan saya dalam dunia modeling tetapi mereka juga menyadari bahwa dengan psoriasis, pencapaian saya tidak sepenuhnya; lalu mereka juga mengenalkan saya pada hal-hal berbeda yang bisa memberikan kesempatan yang lain”.

Pada saat beumur emapt belas tahun, tujuh puluh persen dari tubuh Caridee sudah dipenuhi dengan psoriasis. Walaupun begitu, dia mulai mencoba pergi dari agensi model yang satu ke yang lain. Umur tujuh belas tahun dia mendapatkan pekerjaan yang sama sebagai model profesional. “Saya mencoba untuk menutupi bercak pada tubuh saya dengan make-up. Saya mencoba berpose sebisa mungkin agar bisa menyembunyikan bercak saya”, kenangnya, mengembalikan diri pada saat remajanya.

Pernah sekali, saat photo shooting dia pantai Miami, strateginya gagal karena air menghapus seluruh make-up nya, dan pemilik agensi memberi saya tiket pulang dan tanpa ragu – ragu memecat saya.

Di saat yang bersamaan, CariDee berusaha untuk mendapatkan perawatan medis yang dapat membantunya lebih baik. “Saya pergi ke banyak dokter. Saya pikir jika kamu tidak percaya dan merasa nyaman pada satu dokter, lebih baik kamu mencari yang lain. Di satu sisi, dokter bisa mengetahui secara ilmiah tetapi terkadang mereka tidak mengetahui rasanya hidup engan penyakit ini. Dulu saya selalu berpikir bahwa ini kesempatan terakhir untuk dapat melakukan sesuatu yang saya inginkan. Dan walaupun sangat mempercayai dokter saya, saya tidak berhenti mencari tahu. Saya mencari informasi lewat internet, yang memberikan saya banyak informasi mengenai pengobatan cara baru lalu mendiskusikan dengan dokter saya”.

Sekarang CariDee menjalani terapi dan merawat dengan baik dan benar, sepertinya sangat membantu mengurangi munculnya bercak psoriasis ditubuhnya dan top model ini tidak menyembunyikan diri melainkan menjadi pesan hidup kepada semua penderita psoriasi. “Menghadapi penyakit ini merupakan kerja bersama”, tambahnya, “keluarga dan kekasih sangat banyak membantu saya.”

Catatan editor:

Wawancara ini dilakukan pada saat CariDee menghadiri konferensi dunia memperingati psoriasis di World Dermatology Congress ke dua puluh satu di Bueno Aires.

Diterjemahkan oleh: Irawan Boma/Bali.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu