dalam kategori | Layanan Kesehatan

Prita Bersalah, preseden buruk perlindungan konsumen

Prita Bersalah, preseden buruk perlindungan konsumen

Prita Mulyasari, ibu tiga anak yang dituduh mencemarkan nama baik Rumah Sakit Omni Internasional, Alam Sutera, Serpong, Tangerang Selatan, harus kembali berhadapan dengan hukum. Pasalnya, Mahkamah Agung memutuskan Prita bersalah.

Berdasarkan informasi dari situs Mahkamah Agung, diketahui bahwa MA mengabulkan kasasi jaksa penuntut umum perkara Prita pada 30 Juni 2011. Dengan demikian, Prita dinyatakan bersalah di tingkat kasasi.

Majelis hakim agung yang memutuskan perkara tersebut adalah Zaharuddin Utama, Salman Luthan, dan Imam Harjadi. Putusan tersebut bernomor 822 K/PID.SUS 2010 atas kasus tindak pidana informasi elektronik.

Putusan Mahkamah Agung (MA) tersebut dinilai sebagai potret kegagalan MA menjadikan pengadilan sebagai rumah keadilan. MA justru menambah gelap perlindungan konsumen.

“Kenapa? karena Prita mengadu dalam konteks menyalurkan haknya sebagai konsumen sesuai pasal 4 UU 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen di mana salah satu hak konsumen adalah menyampaikan keluhan. Dalam konteks itu apa yang dilakukan Prita dijamin dan dilindungi UU bukan, dikriminalisasi,” papar Ketua Pengurus Harian YLKI Sudaryatmo kepada detikcom, Sabtu (9/7/2011).

Menurut dia, putusan MA membuat konsumen semakin takut mengadu. “Saya tidak tahu ini dipikirkan MA atau tidak. MA menambah gelap iklim perlindungan konsumen yang sudah gelap. Tanpa diputus MA, ketika kasus Prita menguak menguak ke permukaan konsumen lain sudah takut mengadu, apalagi ini Prita diputus salah,” ujar dia.

Sudaryatmo mengatakan YLKI akan mengirim surat ke MA. “Ini presiden buruk dan harus dilawan. Walaupun Prita kena UU ITE, MA jangan pakai kacamata kuda. Yang dilakukan Prita adalah pelaksaan UU perlindungan konsumen,” kata dia.

Sementara itu kuasa hukum Prita, OC Kaligis, mengungkapkan pihaknya akan mengajukan PK. “Kami akan ajukan PK. Sampai hari ini status sakit Prita yang salah diagnosis tidak mau dikeluarkan Rumah Sakit Omni,” kata Kaligis.

Dia juga mengatakan, pihak Prita akan mengajukan permohonan agar Mahkamah Agung menangguhkan eksekusi putusan. “Mengingat dia (Prita) punya tiga anak kecil yang harus dirawat,” ujarnya. Kaligis mengatakan, kliennya itu telah menghubunginya dan menanyakan perihal putusan MA tersebut. “Ibu Prita tanya ke saya, apakah saya akan masuk penjara, Pak?” kata Kaligis.

Putusan MA tersebut juga dicermati anggota DPR. Komisi III DPR RI segera menggelar rapat dengan Mahkamah Agung (MA), termasuk untuk mempertanyakan sikap MA yang mengabulkan kasasi jaksa penuntut umum Pengadilan Negeri Tangerang terhadap putusan hakim yang memvonis bebas Prita Mulyasari.

“Tanpa bermaksud mencampuri, kami akan minta penjelasan dari Mahkamah Agung,” kata anggota Komisi Hukum DPR RI Martin Hutabarat di Jakarta, Sabtu (9/7/2011).

Martin mengatakan, Komisi III mendukung proses hukum yang transparan dan profesional. Politisi ini meminta aparat penegak hukum tak mudah melakukan kriminalisasi terhadap rakyat kecil. Martin juga mendukung upaya Prita mengajukan peninjauan kembali atas putusan Mahkamah Agung.

Sebelumnya, tahun 2009 PN Tangerang memvonis bebas Prita karena tidak terbukti mencemarkan nama baik. Saat itu, Prita dituntut pidana penjara selama enam bulan. Sementara untuk kasus perdatanya, MA memenangkan Prita dari RS Omni sehingga Prita bebas dari kewajiban membayar denda Rp 204 juta kepada RS Omni.

Kasus Prita Mulyasari menuai perhatian publik. Berjuta simpati berdatangan kepada Prita saat RS Omni memperkarakan keluhan Prita terhadap pelayanan rumah sakit tersebut. Prita dituduh mencemarkan nama baik Omni karena menuliskan keluhannya itu melalui surat elektronik yang kemudian menyebar di dunia maya. Dia lantas dituntut secara pidana maupun perdata.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu