dalam kategori | Pola Hidup

Pria Betah di Rumah Akibat Kadar Testosteron Turun

Pria Betah di Rumah Akibat Kadar Testosteron Turun

Ketika seorang pria lebih betah tinggal di rumah untuk merawat istri dan anak-anaknya dan mengurangi pergi minum dengan teman-temannya ataupun mengejar wanita lain, bisa jadi itu karena kadar testosteronnya mulai turun.

Mungkin seorang pria tidak akan menyangka bahwa kadar hormon testosteronnya akan berkurang setelah dirinya menikah, dan bahkan kadarnya akan turun secara signifikan setelah dirinya memiliki anak.

Pria yang telah menikah, tidak peduli apakah sudah menjadi ayah atau belum kadar hormon testosteronnya akan berkurang dibandingkan saat dirinya belum menikah.

Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh tim dari Harvard University mengenai bagaimana hormon bisa berubah ketika pria menikah dan menjadi ayah. Mungkin ini sebuah implikasi menuju menopause pada pria.

Peneliti telah menduga bahwa kadar hormon testosteron yang bertanggung jawab besar dalam hal berkelahi dan bersaing akan menurun ketika seorang pria memutuskan untuk menetap dan memulai sebuah keluarga. Namun, penelitian lain menunjukkan bahwa testosteron mulai menurun tak lama setelah menikah, tapi akan melonjak kembali ketika terjadi perceraian.

“Hal ini cukup masuk akal, ketika seorang pria kadar testosteronnya turun akan membuat dirinya lebih betah tinggal di rumah untuk merawat istri dan anak-anaknya, serta mengurangi kemungkinan pergi minum dengan teman-temannya ataupun mengejar wanita lain,” ujar Peter Ellison, seorang profesor dari Harvard University, seperti dikutip dari News.harvard.

Penelitian ini melibatkan 58 pria yang berusia 20 tahun sampai 41 tahun dengan kategori belum menikah, sudah menikah tapi belum memiliki anak serta sudah menikah dan memiliki anak. Ternyata didapatkan kadar hormon yang tidak jauh berbeda antara pria yang sudah menikah dan memiliki anak dengan yang belum memiliki anak, tapi terdapat perbedaan yang signifikan dengan pria yang belum menikah.

Hasil ini menunjukkan bahwa kadar testosteron juga terlibat dalam proses pernikahan dan mengasuh anak. Saat belum menikah seorang pria lebih sering pergi keluar bersama teman-temannya, namun ketika sudah menikah pria akan lebih suka untuk tetap tinggal dirumah.

Selain itu, juga terdapat perbedaan kadar hormon testosteron pada pria di negara maju dengan negara berkembang. Pria di negara maju memiliki kadar testosteron yang lebih tinggi dibandingkan dengan negara berkembang, ini karena didukung oleh makanan yang lebih bergizi dan lingkungan yang lebih sehat sehingga pertumbuhan dan perkembangannya lebih cepat.

“Perbedaan ini membuktikan bahwa kondisi sosial dan ekologi memberikan pengaruh yang kuat dalam hal produksi hormon seseorang,” ujar Ellison.

Laki-laki tidak mengalami menopause seperti kaum perempuan, karena hormon testosteron seseorang akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia, tapi tidak sampai berakhir. Bagi pria yang tinggal di negara maju penurunan testosteronnya lebih besar karena jumlah awalnya sudah tinggi.

Karena kadar testosteronnya yang berkurang sejak menikah bahkan hingga punya anak, maka pria yang sudah menikah cenderung lebih suka berada di rumah dan lebih mengutamakan keluarga serta lebih setia.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu