dalam kategori | Tips Kesehatan

Perut kembung, penyebab dan cara mengatasinya

Perut kembung, penyebab dan cara mengatasinya

Setiap orang mungkin pernah merasakan perutnya menjadi kembung. Meski terkesan sepele, perut kembung bisa menimbulkan efek kurang nyaman yang berdampak pada terganggunya aktivitas sehari-hari.

Secara medis perut kembung disebutkan dokter RS Sari Asih Karawaci, dr Agus Sarjono, adalah kondisi pembengkakan yang tidak biasa atau terjadinya peningkatan lingkar di daerah perut sehingga membuat perut terasa penuh dan bisa menyebabkan sakit di area perut.

Penyebab perut kembung bisa beragam faktor. Salah satunya adalah produksi gas yang berlebih dari lambung akibat makanan yang dikonsumsi. Stres juga bisa menjadi salah satu faktor penyebab perut menjadi kembung.

“Perut kembung biasanya akan hilang dalam hitungan hari, dua sampai tiga hari,” sebut dr Agus.

Namun demikian dr Agus menyarankan untuk berhati-hati memilih makanan atau minuman di saat perut kembung.

Makanan yang dapat membuat kembung antara lain:

– Sayuran Mentah.
Meskipun mengandung vitamin, mineral, dan antioksidan.Sayuran mentah membuat rasa lembung pada pencernaan. Rebus terlebih dahulu sayuran agar menghilangkan efek perut kembung.

– Kubis Brussel, Brokoli, Kacang-Kacangan, Bawang dan Kubis.
Makanan yang bernutrisi dan juga lezat ini adalah salah satu faktor penyebab utama perut kembung. Mereka mengembang dalam saluran pencernaan dan meningkatkan emosi. Hindari makanan ini jika anda merasa kembung.

– Alkohol.
Senyawa Karbonat yang terkandung pada bir menyebabkan perut kembung dan juga teriritasi, terutama ketika zat asam yang berada pada tubuh menyebabkan pembengkakan.

– Kopi
Seperti alkohol, zat adiktif yang terdapat pada kopi juga membuat iritasi dan perut kembung. Kurangi mengkonsumsi kopi jika sedang mengalami perut kembung.

Namun tidak perlu khawatir, karena ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengatasinya, seperti yang dirangkum dari situs canadianliving di bawah ini:

1. Mengkonsumsi 25 Hingga 35 gram Serat setiap Hari
Sembelit sering membuat kita merasa kembung dan juga kekenyangan. Untuk mengurangi rasa kembung dan juga meningkatkan kesehatan usus, konsumsilah makanan yang mengandung serat. Biji rami, wortel, jeruk, dan barley termasuk dalam makanan yang mengandung serat mudah larut. Sedangkan sayuran berdaun hijau gelap, bayam, kale, kacang-kacangan serta biji-bijan termasuk dalam serat yang tidak mudah larut.

2. Chewing Gum is A Big No No!
Mengunyah permen karet membuat Anda menelan gelembung udara dalam jumlah yang lebih banyak sehingga menimbulkan perasaan kembung. Daripada mengunyah permen karet, ubah kebiasaan tersebut dengan mengonsumsi makanan sehat yang baik untuk pencernaan seperti yoghurt.

3. Kurangi Asupan Garam dalam Tubuh
Kurangi asupan makanan yang mengandung kadar garam tinggi untuk mengurangi resiko perut kembung. Garam membuat sel-sel dalam tubuh menahan kandungan air yang dapat berkontribusi menyebabkan perut kembung. Ganti garam dalam program diet Anda, dengan garlic powder, oregano ataupun lada hitam. Ini akan membantu mengurangi asupan natrium dan rasa kembung.

4. Minum 2 Liter Air Per Hari
Minumlah satu hingga dua liter air per harinya untuk membantu tubuh terhidrasi dengan baik. Air akan membantu mengeluarkan kotoran yang menyebabkan perut kembung yang berada dalam tubuh.

5. Mengetahui Makanan yang Sensitif bagi Tubuh Anda
Beberapa orang kadang memiliki reaksi berbeda terhadap makanan tertentu, sehingga ada baiknya seseorang mengenali makanan apa saja yang bisa membuat gejala menjadi lebih buruk atau baik. Anda juga bisa melakukan tes alergi makanan yang biasa di

6. Porsi Makan yang Lebih Kecil
Dibandingkan memakan tiga porsi besar makanan dalam satu hari, makanlah lima porsi kecil makanan setiap harinya. Dengan begitu tubuh mendapatkan waktu untuk mengekstraksi makanan dan memanfaatkan semua nutrisi yag terkandung pada makanan dengan lebih baik.

Makanan yang dapat meredakan kembung antara lain adalah daun peppermint, air lemon, nanas, pepaya, jus lidah buaya, seledri, gandum utuh, kacang-kacangan yang tidak menggunakan garam, dan yogurt.

Berikut adalah 7 tips cara makan yang baik bagi pencernaan:

1. Sebarkan waktu makan
Perut yang kosong menimbulkan nyeri dan kembung. Oleh karena itu, Anda perlu menyebar waktu makan Anda menjadi 3 kali makan besar dan 2 makan ringan per hari.

2. Makan perlahan-lahan
Bila kita makan makanan terlalu cepat, perut bekerja lebih berat karena makanan tidak mendapatkan enzim pencernaan yang cukup dari ludah. Pencernaan sebenarnya dimulai di mulut Anda dan kemudian berlanjut hingga ke usus kecil Anda. Saat Anda mengunyah, perut Anda akan dikirimi pesan tentang makanan apa yang sedang dalam perjalanan sehingga dapat menyiapkan enzim yang benar. Jadi, makan perlahan-lahan dan mengunyah dengan benar meringankan proses pencernaan Anda.

3. Jangan minum terlalu banyak selama makan
Minum sambil makan tidaklah dilarang. Namun, minum yang berlebihan membuat cairan lambung mengencer dan kehilangan kekuatannya. Akibatnya, makanan menjadi lebih sulit dicerna.

4. Hindari makanan dan minuman yang dingin
Anda sebaiknya menghindari minuman dan makanan yang sangat dingin atau beku. Makanan dan minuman yang sangat dingin menyebabkan kontraksi pilorus, katup yang memisahkan lambung dengan duodenum, sehingga memperlambat pergerakan makanan yang dicerna. Selain itu, lambung akan bekerja ekstra untuk menghangatkan makanan, sehingga makanan lebih lama tinggal di lambung.

5. Jangan makan terlalu banyak lemak
Makanan yang terlalu banyak lemak dan minyak harus dihindari karena meningkatkan beban kerja pencernaan. Kurangilah goreng-gorengan dan gantilah dengan makanan yang dikukus atau direbus.

6. Jangan makan terlalu manis
Makanan yang sangat manis menyebabkan hipersekresi cairan lambung yang dapat membuat nyeri atau kembung pada perut sensitif.

7. Makanlah buah sebelum makan besar
Para ahli menyarankan agar memakan buah-buahan saat perut masih kosong, setidaknya 20 menit sebelum makan besar. Buah-buahan mengandung gula sederhana yang mudah dicerna dan membutuhkan waktu kurang dari setengah jam untuk dicerna. Makanan lain yang mengandung karbohidrat, protein dan lemak memerlukan waktu lebih lama untuk dicerna dan akan tinggal di lambung untuk jangka waktu yang lama.

Jadi, jika kita makan buah setelah makan besar, buah akan bercampur dengan apa yang kita makan sebelumnya. Hal ini menyebabkan buah terfermentasi, kehilangan nilai gizinya dan bahkan membusuk saat menunggu untuk dicerna bersama-sama makanan lainnya. Selain itu, proses fermentasi juga dapat menghasilkan gas yang membuat perut jadi kembung.

Satu respon to “Perut kembung, penyebab dan cara mengatasinya”

  1. miftah says:

    wah, akhirnya. ane jadi tahu sob.
    makasih ya



Trackbacks/Pingbacks


Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu