dalam kategori | Tips Kesehatan

Penyesuaian gaya hidup dengan kemampuan jantung

Penyesuaian gaya hidup dengan kemampuan jantung

Tugas utama jantung ialah memompa darah ke seluruh organ tubuh dan menampungnya kembali setelah dibersihkan di paru-paru. Kemampuan otot jantung melaksanakan tugas tersebut berangsur-angsur menurun sejalan dengan pertambahan usia. Penurunan kemampuan ini akan semakin mencolok bila ada keadaan lain yang turut mempengaruhi fungsi otot jantung tersebut. Misalnya, infeksi otot jantung/selaput otot (miokarditis/perikarditis), berkurangnya oksigen karena penyempitan pembuluh darah yang menyuplainya (penyakit jantung koroner), bertambahnya massa otot karena meningkatnya tekanan jantung (hipertensi), dll.

Gangguan fungsi diastolik. Hipertensi akan mengubah struktur/morfologi otot jantung dan berangsur-angsur akan mengurangi kemampuan elastisitasnya. Tekanan akhir relaksasi jantung turut meningkat, sehingga menyulitkan arus balik dari paru-paru memasuki serambi kiri jantung. Cairan di paru-paru akan mudah merembes ke kantong-kantong udara, sehingga timbul sesak napas. Dengan demikian, paru-paru turut menjadi rentan terhadap peningkatan tekanan darah (diastolik) di jantung. Dalam keadaan seperti ini, bila tekanan darah tiba-tiba melonjak tinggi, dapat terjadi suatu kegawatan jantung-paru akibat perembesan cairan dalam jumlah besar dan meluas ke hampir seluruh kantong-kantong udara dalam paru-paru. Pasien akan mengeluh sesak napas berat. Lebih lega mengambil posisi duduk atau setengah tidur, karena bila berbaring cairan di paru-paru akan menempati hampir seluruh ruang ventilasi udara. Frekuensi jantung meningkat untuk mengkompensasi berkurangnya isi-sekuncup, agar curah-jantung semenit dapat memenuhi kebutuhan tubuh. Oleh karena itu orang yang lemah jantung, pada awalnya mengeluh lekas capek, batuk-batuk sampai sesak napas berat, disertai debaran jantung yang makin kencang. Barangkali hal ini yang dialami oleh kakak Anda sehingga harus opname di Banyumas.

Gangguan fungsi sistolik. Pada gilirannya bila gangguan fungsi diastolik berjalan terus, fungsi sistolik menyusul terganggu. Lemah-jantung menjadi makin nyata. Biasanya arus balik ke jantung makin terbendung, sehingga timbul pembengkakan pada kedua tungkai. Tekanan darah yang biasanya tinggi, kini menjadi normal sampai dengan rendah, bergantung pada berat-ringannya lemah jantung. Demikianpun dengan sesak napas, mulai dari yang ringan sampai berat. Ada suatu pengelompokan dari New York Heart Association yang menetapkan empat klasifikasi fungsional lemah-jantung (heart failure).

  • Pertama, dengan aktivitas berat baru timbul sesak napas.
  • Kedua, pekerjaan sehari-hari tak dapat dilaksanakan dengan baik karena mudah capek sampai sesak napas.
  • Ketiga, aktivitas ringan dalam rumah pun telah menimbulkan sesak napas.
  • Keempat, meski dalam keadaan istirahat pun pasien sesak napas.

Penyakit penyerta. Keadaan lain yang turut memberatkan perjalanan penyakit ini ialah penyakit jantung koroner. Dalam keadaan kekurangan/defisit suplai oksigen ke otot jantung akibat penyempitan pembuluh koroner, enersi yang tersedia diprioritaskan untuk fungsi sistolik terlebih dahulu. Dengan kata lain kehabisan energi untuk relaksasi. Fungsi diastolik makin terganggu dan makin melemahkan fungsi jantung. Seseorang yang telah lanjut usia, apalagi mengidap hipertensi, maka besar kemungkinan lemah-jantung yang dialami diperberat oleh penyakit jantung koroner sebagai penyakit penyerta.

Berpantang ajal sebelum mati. Strategi pengobatan akan berubah seandainya ditemukan penyakit jantung koroner. Bila hipertensi yang dominan, maka pengobatan terutama diarahkan pada upaya menurunkan tekanan. Tapi bila suplai oksigen ke otot jantung yang semakin defisit akibat penyakit jantung koroner, maka pengobatan terutama diarahkan pada upaya membesarkan pembuluh koroner (vasodilatasi) dan tindakan revaskularisasi. Di samping itu perlu dipertimbangkan pemberian obat-obatan untuk meningkatkan kemampuan kontraksi otot jantung. Karena penyakit ini tak dapat disembuhkan sempurna, maka tingkat kesembuhannya dapat diukur berdasarkan pada klasifikasi fungsional New York Heart Association.

“Berpantang ajal sebelum mati”, demikian ungkapan bijak yang perlu diterapkan oleh pasien. Maksudnya, perlu mengubah kebiasaan hidup dan melakukan penyesuaian gaya hidup yang selaras dengan kemampuan jantung. Mengatur menu dan pola makan, meningkatkan kecerdasan emosi, dan memantapkan spiritual fitness merupakan bagian yang tak terpisahkan dari keseluruhan manajemen lemah-jantung. Akhirnya, berkonsultasilah dengan dokter keluarga Anda karena masih banyak informasi yang perlu diperoleh melalui komunikasi tatap muka

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu