dalam kategori | Featured, Layanan Kesehatan

Penarikan Obat Diabetes Jangan Bikin Pasien Lari ke Alternatif

Penarikan Obat Diabetes Jangan Bikin Pasien Lari ke Alternatif

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) membekukan izin edar 3 obat diabetes karena dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Namun pasien diimbau tidak takut berobat karena masih banyak obat diabetes lain yang aman.

Himbauan tersebut disampaikan Dr dr Dante Saksono Harbuwono, SpPD, pakar diabetes dan penyakit

kardiovaskular dari Universitas Indonesia dalam jumpa pers di Hotel Nikko Jakarta, Selasa (28/9/2010).

“Yang kami khawatirkan dari isu ini adalah terjadi salah pengertian di masyarakat, seolah-olah semua obat diabetes berbahaya. Akibatnya mereka takut berobat, lalu beralih ke alternatif,” ungkap Dr Dante yang merupakan ketua panitia 19th Jakarta Diabetes Meeting 2010.

Menurutnya, pengobatan alternatif akan sulit dikontrol karena sebagian besar belum terbukti khasiatnya. Berbagai penelitian tentang herbal, akupunktur, akupresur dan terapi alternatif lainnya hingga kini belum ada yang benar-benar memberikan efek yang signifikan.

Karena itu Dr Dante menganjurkan agar pasien tetap menggunakan obat moderen yang keamanan dan kemanjurannya lebih terjamin. Toh, di antara berbagai jenis obat diabetes modern, ada juga yang dikembangkan dari herbal misalnya metformin.

Sedangkan mengenai penarikan maupun pembekuan izin edar sebuah produk obat, menurutnya hal itu sering terjadi jika ditemukan ada efek samping yang tidak sebanding dengan manfaatnya. Dalam hal ini, efek samping dari Avandia yang terkandung dalam 3 obat diabetes yang izin edarnya dibekukan BPOM sudah menjadi perhatian sejak tahun 2005.

Dilansir dari AP, efek samping tersebut terungkap pertama kali tahun 2007 dalam sebuah publikasi yang ditulis Dr Steven Nissen di New England Journal of Medicine. Dilaporkan, Avandia dapat meningkatkan risiko serangan jantung sebanyak 43 persen.

Sejak saat itu, FDA mewajibkan pencantuman label peringatan khusus di setiap kemasan Avandia yang beredar di Amerika. Baru akhirnya pada 2010, FDA tegas membatasi dengan sangat ketat penjualannya sementara European Medicine Agency (EMA) mengambil langkah lebih tegas dengan melarang peredarannya.

Di Indonesia, BPOM mengikuti langkah tersebut pada September 2010 lewat surat keputusan tentang pembekuan izin edar 3 obat dengan bahan aktif Avandia. Ketiganya adalah Avandia, Avandaryl dan Avandamet, semuanya buatan perusahaan Belgia, GlaxoSmithKline.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu