dalam kategori | Penyakit

Pembekakan Vena Karena Gumpalan Darah, Thrombophlebitis

Pembekakan Vena Karena Gumpalan Darah, Thrombophlebitis

Thrombophlebitis terjadi ketika muncul pembengkakan dalam satu atau lebih vena sebagai akibat dari pembekuan atau penggumpalan darah. Thrombophlebitis, sering juga disingkat phlebitis, terutama terjadi pada vena di kaki, dan dapat terjadi juga, sekalipun kurang lazim, pada vena di lengan atau leher.

Kondisi ini biasanya berkembang karena imobilitas (keadaan tak bergerak) untuk jangka waktu yang relatif lama, seperti bed rest setelah operasi atau duduk dalam perjalanan panjang pada penerbangan jarak jauh. Jika vena yang terkena tepat di bawah kulit, kasus ini disebut trombophlebitis superfisial. Sedangkan jika terjadi di dalam jaringan otot, kondisi ini disebut dengan deep vein thrombosis (DVT). DVT dapat menyebabkan komplikasi serius jika bekuan menjadi gumpalan (emboli) dan mulai beredar dalam darah, karena dapat menyebabkan penyumbatan arteri paru-paru (emboli paru).

Ada beberapa jenis pengobatan untuk penyakit ini mulai dari pencegahan dengan perawatan tubuh sampai metode untuk pengobatan dan pembedahan.

Penyebab

Kerentanan terhadap trombophlebitis meningkat oleh karena kondisi, antara lain:

  1. Imobilitas untuk jangka waktu yang relatif lama, seperti ketika bepergian, istirahat setelah serangan jantung, atau operasi.
  2. Beberapa jenis kanker, seperti dalam kasus kanker pankreas yang menyebabkan peningkatan procoagulants dalam darah, yaitu zat yang diperlukan untuk pembekuan darah.
  3. Memiliki lengan atau kaki lumpuh akibat stroke.
  4. Memiliki alat pacu jantung atau memiliki kateter di pembuluh darah pusat yang dapat menurunkan aliran darah dan mengiritasi pembuluh darah.
  5. Kehamilan atau baru saja melahirkan mengakibatkan peningkatan tekanan darah di kaki dan vena pelvis.
  6. Kemungkinan peningkatan pembentukan pembekuan darah akibat terapi penggantian hormon atau obat pengontrol kelahiran.
  7. Memiliki riwayat keluarga dengan kecenderungan pembentukan bekuan darah.
  8. Kegemukan
  9. Memiliki varises
  10. Merokok

Gejala

Gejala-gejala penyakit ini, antara lain:

  1. Bengkak dan kemerahan
  2. Nyeri saat disentuh dan sensasi hangat di daerah yang tersentuh

Ketika vena dekat permukaan kulit mengalami phlebitis, pembuluh dapat terlihat kemerahan, keras dan peka, tepat di bawah permukaan kulit. Ketika vena di kaki yang terkena, kaki bisa menjadi bengkak, peka, dan nyeri, dan akan sangat terasa ketika berdiri atau berjalan. Gejala penyakit ini juga dapat disertai dengan demam, namun hal ini tidak berlaku umum karena banyak orang dengan trombosis vena tidak mengalaminya.

Ketika terlihat pembuluh tampak keras, merah, bengkak atau nyeri, sebaiknya segera mencari perawatan medis. Terutama jika kegiatan seseorang menuntut untuk berada dalam posisi statis dalam waktu yang panjang atau jika ada riwayat keluarga dengan trombophlebitis. Perawatan medis darurat harus diusahakan jika gejala parah dialami dan disertai dengan sesak nafas atau demam tinggi, yang mungkin merupakan kondisi dari DVT, yang dapat meningkatkan risiko pembekuan darah terutama ke paru-paru.

Komplikasi
Pada trombophlebitis superficial jarang terjadi komplikasi, namun berbeda dengan DVT yang lebih beresiko. Komplikasi dapat terjadi seperti:

Emboli paru
Kondisi ini terjadi saat bagian dari DVT mengalami penyumbatan dan terjadi emboli. Potensial untuk terjadinya penyumbatan arteri pada paru-paru.

Serangan jantung atau stroke
Resiko serangan jantung atau stroke meningkat saat terjadi penyumbatan pada arteri di daerah otak. Lebih berbahaya lagi pada kasus-kasus kecacatan jantung bawaan seperti atrial septal defect (bocor jantung bagian atas), ventricular septal defect (bocor jantung bagian bawah) dan patent foramen ovale (lubang pada jantung yang tidak tertutup saat lahir).

Masalah lain yang mungkin muncul ditimbulkan DVT adalah:

  • Varises, tidak lancarnya aliran darah yang menyebabkan penumpukan dan pembengkakan vena.
  • Pembengkakan, penumpukan darah menyebabkan organ tubuh yang mengalaminya, biasanya pada kaki, menjadi bengkak.
  • Perubahan warna kulit, kondisi ini disebut stasis pigmentation, terjadi sebagai dampak dari pembengkakan akut dan peningkatan tekanan pada kulit, terkadang disertai bisul yang memerlukan perawatan medis lanjutan.
  • Penyumbatan nadi permanen, sebagai akibat dari deep vein thrombosis.

Pengobatan

Jika pembuluh darah yang terkena cukup dangkal, perawatan seharusnya tidak berlangsung lebih dari 2 minggu, tanpa rawat inap. Pasien disarankan melakukan beberapa langkah perawatan diri, seperti mengangkat kaki yang sakit, mengompres hangat atau menggunakan obat antiinflamasi (anti radang) non steroid.

Thrombophlebitis termasuk trombosis dalam vena, dan mungkin memerlukan beberapa perawatan berikut ini:

1. Obat
Obat yang biasa diberikan adalah obat antikoagulan (pencair darah), seperti dalam kasus suntikan heparin yang mencegah penggumpalan semakin membesar. Kemudian diikuti dengan pengobatan warfarin selama beberapa bulan yang memerlukan penentuan dosis secara hati-hati, karena merupakan obat kuat dan dapat mengarah pada efek samping serius jika terjadi kesalahan dosis.

2. Pembalutan daerah yang terkena
Dalam beberapa kasus, selain dukungan resep obat yang dianjurkan, dapat dilakukan pembalutan karena mengurangi potensi risiko DVT dan mencegah kambuhnya pembengkakan.

3. Filter
Dalam operasi bedah yang tidak perlu rawat inap di rumah sakit, filter dapat dimasukkan ke dalam pembuluh darah utama dari perut (vena kava) untuk mencegah menjalarnya bekuan dari vena-vena kaki yang menuju ke paru-paru. Prosedur ini dilakukan pada pasien yang tidak dapat menggunakan antikoagulan.

4. Penghilangan varises
Seorang dokter bedah dapat menghilangkan varises yang menyebabkan nyeri atau trombophlebitis kambuhan dalam prosedur yang disebut Varicose vein stripping. Prosedur ini, biasanya dilakukan secara rawat jalan, melibatkan penghilangan vena panjang melalui sayatan kecil. Biasanya, pasien akan dapat melanjutkan aktivitas normal dalam kurang dari 2 minggu. Menghilangkan vena tidak akan mempengaruhi sirkulasi darah pada kaki karena pembuluh darah yang lebih dalam pada kaki mampu meningkatkan volume darah. Prosedur ini juga biasa dilakukan untuk alasan kosmetik.

5. Penghilangan bekuan atau bypass:
Operasi kadang diperlukan untuk menghilangkan bekuan yang memblokir vena dalam panggul atau perut. Vena terus-menerus diblokir dapat diatasi dengan operasi untuk memotong vena yang direkomendasikan dokter, atau prosedur nonbedah yang disebut angioplasti untuk membuka pembuluh darah. Setelah angioplasti, para dokter memasukkan tabung mesh kawat kecil (stent) untuk menjaga pembuluh darah tetap terbuka.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat
ads

Rubrikasi

Fitzania Follows

depkes palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu