dalam kategori | Featured, Pola Hidup

Paparan Pestisida Saat Hamil sebabkan IQ Bayi Rendah

Paparan Pestisida Saat Hamil sebabkan IQ Bayi Rendah

Wanita yang sedang hamil sebaiknya berhati-hati memilih sayuran atau buah-buahan. Konsumsi pestisida yang tinggi pada sayur dan buah saat hamil bisa membuat bayi terlahir dengan tingkat IQ lebih rendah.

Menurut tiga buah studi, anak-anak yang lahir dari ibu yang sering terpapar pestisida tertentu saat hamil memiliki IQ (Intelligence Quotient) yang lebih rendah ketimbang rekan-rekannya yang tidak terpapar pestisida sejak dalam kandungan.

Pestisida yang dikenal sebagai organofosfat, umumnya disemprotkan pada tanaman pangan dan dapat ditemukan pada berry, kacang hijau, buah-buahan dan sayuran lainnya yang dijual di toko-toko.

Pestisida juga telah digunakan di rumah dan kebun, walaupun penggunaan indoor (untuk dalam ruangan) telah secara luas dibatasi karena masalah keamanan.

Organofosfat yang membunuh hama dengan menyerang sistem saraf, sebelumnya telah dikaitkan dengan keterlambatan perkembangan dan masalah perhatian pada anak-anak yang terpapar di dalam rahim.

Penelitian ini tidak membuktikan bahwa paparan organofosfat berdampak buruk bagi pengembangan otak bayi dan anak-anak. Hal tersebut mungkin mustahil untuk dikonfirmasi karena adanya kendala etis yang membatasi para ilmuwan untukĀ  secara acak mengamati anak-anak terkena pestisida untuk menelitinya. Namun demikian, para peneliti di dua lokasi yang berbeda telah menemukan bukti bahwa IQ anak-anak cenderung menurun secara proporsional karena paparan pestisida saat ibu hamil.

Salah satu studi diikuti ratusan ibu dan anak-anak Latin di California’s Salinas Valley, pusat pertanian komersial. Banyak wanita yang menjadi pekerja kebun atau memiliki anggota keluarga yang bekerja di ladang.

Ketika wanita-wanita tersebut hamil, peneliti menguji air seni mereka untuk beberapa bahan kimia produk standar organofosfat dengan menggunakan alat pengukuran eksposur.

Hasilnya, para ibu hamil yang terpapar pestisida tingkat tertinggi memiliki anak-anak dengan IQ tujuh poin lebih rendah dibandingkan rata-rata anak yang ibunya sangat rendah terpapar pestisida (rata-rata adalah 100). Perbedaan ini ekuivalen dengan sekitar 6 bulan perkembangan otak anak. Dan perbedaan tersebut tetap terlihat sekalipun para peneliti mengesampingkan faktor-faktor statistik lain yang mungkin berpengaruh, seperti tingkat pendidikan sang ibu maupun paparan dari unsur berbahaya lainnya seperti timah.

“Ini tidak berbeda dengan penurunan yang kita lihat pada anak yang terkena paparan timbal tinggi,” jelas penulis senior studi, Brenda Eskenazi, Ph.D., seorang profesor epidemiologi dan kesehatan ibu dan anak di University of California, Berkeley, seperti dilansir Health.com, Selasa (26/4/2011).

Menurut catatan studi, organofosfat yang ‘lolos’ dari ibu ke janin melalui plasenta dan tali pusar, bisa lebih merusak perkembangan janin ketimbang yang langsung terpapar pada anak-anak (yang sudah dilahirkan).

Peneliti mengatakan, tren serupa juga bisa ditemukan di luar komunitas pertanian. Wanita hamil di luar komunitas pertanian juga bisa terpapar pestisida tingkat tingg dari buah dan sayur yang dimakannya.

Namun Eskenazi menekankan, bagaimanapun wanita hamil tidak boleh berhenti makan buah-buahan dan sayuran.

“Benar-benar penting bahwa mereka (ibu hamil) memiliki pola makan yang memadai dalam hal kesehatan anak mereka,” kata Eskenazi.

Namun, ia menambahkan, sangat penting untuk mencuci buah dan sayuran, bahkan pada buah yang memiliki kulit.

“Buah dan sayur tetap harus dicuci sebelum Anda mengupasnya,” tegasnya.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu