dalam kategori | Tips Kesehatan

Overtraining dan menurunnya daya tahan tubuh

Overtraining dan menurunnya daya tahan tubuh

Apa sih yang sebenarnya terjadi dalam tubuh saat kita mengalami overtraining? Bagian tubuh mana saja yang terkena imbas dari overtraining ini?

Overtraining Syndrome

Bukan rahasia lagi jika olahraga teratur dapat meningkatkan kebugaran fisik sekaligus meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Namun olahraga berlebihan dan berkepanjangan serta istirahat yang tidak memadai juga dapat mengakibatkan tubuh stres, menurunnya daya tahan tubuh, dan meningkatkan risiko cedera.

Hal semacam ini sering dikaitkan dengan gejala kompleks yang sekilas tidak mempengaruhi kondisi fisik dan psikologis seseorang. Kondisi ini disebut dengan Overtraining Syndrome (OTS), di mana sejumlah gejala overtraining dapat terjadi pada seseorang. Gejala paling umum adalah infeksi saluran pernapasan yang dapat mengakibatkan gangguan fungsi kekebalan tubuh.

Gejala-Gejala yang Mungkin Muncul Akibat Overtraining

  • – Menurunnya kemampuan atletik
  • – Kelelahan
  • – Peningkatan detak jantung
  • – Perubuhan tekanan darah
  • – Gangguan tidur dan keringat di malam hari
  • – Hilangnya nafsu makan
  • – Sering haus
  • – Peningkatan tingkat keparahan penyakit seperti pilek dan alergi
  • – Pembengkakan kelenjar
  • – Gangguan saluran pencernaan
  • – Depresi
  • – Sifat cepat marah
  • – Ketidakmampuan berkonsentrasi
  • – Penurunan libido
  • – Peningkatan sensitivitas terhadap stres lingkungan dan emosional

Sitokin & Overtraining

Sebuah artikel terbaru yang dimuat dalam Medicine and Science in Sport and Exercise menjelaskan bahwa gejala-gejala yang muncul akibat overtraining dapat dipengaruhi oleh sitokin. Sitokin merupakan molekul protein yang berperan sebagai mediator dan pengatur imunitas (sistem kekebalan tubuh) terutama saat terjadinya serangan bakteri patogen maupun peradangan (inflamasi).

Hipotesa ini muncul karena peneliti mengganggap bahwa latihan yang memicu mikrotrauma pada otot dan jaringan ikat dapat memicu pelepasan pro-inflammatory cytokines (misalnya IL-1 beta, IL-6 dan TNF-alpha), di mana saat tubuh berisitirahat cukup maka akan pulih lebih cepat.

Overtraining Menyerang Sistem Saraf Pusat, Hati, dan Kekebalan Tubuh

Peradangan akut yang terjadi akibat latihan berlebihan yang diikuti dengan minimnya waktu istirahat akhirnya dapat berubah menjadi kronis dan kemudian menghasilkan suatu respon imun sistemik yang melibatkan sistem saraf pusat, hati, dan sistem imun (kekebalan tubuh).

overtraining

Overtraining – http://duniafitnes.com

Gangguan Hormonal

Fungsi sistem saraf pusat dapat dipengaruhi oleh sirkulasi sitokin. Saat overtraining, reseptor IL-1 dan IL-6 akan ditempatkan dalam hipotalamus otak, sehingga dapat mempengaruhi kedua hipotalamus (bagian otak yang mengatur sistem endokrin yang mengontrol hormon), yakni hipotalamus hipofisis adrenal dan hipotalamus hipofisis gonad axis. Masing-masing dari sistem ini merupakan pengatur dari hormon stres dan reproduksi. Gangguan pada sistem ini dapat mengakibatkan respon hormon menjadi tumpul, menurunnya kadar testosteron dan gangguan menstruasi, terutama pada orang yang mengalami overtraining.

Gangguan Konsentrasi

Reseptor interleukin, terutama IL-1, juga melimpah di hipokampus (bagian otak yang mengatur sistem limbik, termasuk emosi, perilaku, memori jangka panjang, dan penciuman). Para peneliti meyakini bahwa kondisi ini dapat mengganggu kemampuan kognitif atau daya pikir seseorang terkait dengan overtraining, seperti ketidakmampuan untuk berkonsentrasi. Selain itu, peneliti juga menyimpulkan bahwa hubungan antara sitokin (IL-1, IL-6, dan TNF-alpha) dan depresi dapat membuat efek overtraining semakin lama.

Gangguan Pemulihan & Penyusutan Otot

Penurunan kadar glutamin dalam darah juga dilaporkan pada orang yang mengalami overtraining. Mengingat glutamin diperlukan dalam proses proliferasi limfosit dan fungsi makrofag (keduanya adalah bagian sangat penting dalam sistem imun), maka jika kadar glutamin menurun diduga mengakibatkan gangguan fungsi kekebalan tubuh.

Para peneliti meyakini bahwa peradangan sistemik dapat memicu kondisi katabolik, yang juga dipengaruihi oleh sitokin dan glukokortikoid, yang memobilisasi asam amino dari otot rangka untuk proses glukoneogenesis hepatik dan sintesis protein fase akut. Jika ini terjadi, artinya otot yang telah dilatih pun bukannya tumbuh, melainkan justru menyusut.

Efek merugikan dari overtraining pada fungsi kekebalan tubuh juga dapat dilihat dari pasien yang menjalani operasi. Pasien tersebut akan memiliki risiko lebih besar mengalami infeksi pasca operasi jika mengalami gangguan fungsi kekebalan tubuh akibat overtraining.

Setelah cedera, biasanya peradangan akan diminimalisir tubuh dalam upaya mempercepat kinerja sel-sel imun. Tubuh akan mengatasi peradangan dengan cara memproduksi lebih banyak molekul-molekul anti inflamasi. Paparan sistemik terhadap proses produksi molekul anti-inflamasi dalam jangka waktu panjang dapat menempatkan seseorang pada keadaan imunosupresi, yang berkontribusi terhadap tingginya serangan penyakit saat overtraining.

Sitokin adalah satu dari beberapa faktor yang diduga memainkan peran sentral dalam memunculkan sejumlah gejala terkait dengan overtraining. Sistem saraf pusat, liver/hati, dan sistem kekebalan tubuh diduga akan bereaksi terhadap peradangan yang terjadi akibat trauma baik pada otot, tulang atau persendian.

Ternyata begitu banyak sistem dalam tubuh yang akan ikut terganggu saat overtraining terjadi. Meski kelihatannya tidak menyebabkan dampak berbahaya secara langsung, proses ini lambat laun akan mengganggu banyak fungsi tubuh lainnya, dan berujung pada kerusakan dan tidak berfungsinya berbagai sistem dalam tubuh. So, cegah overtraining dan segera atasi jika Anda mengalaminya! Ingat, train smarter, not harder!

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu