dalam kategori | Featured, Layanan Kesehatan

Obat Generik Terjangkau dan Manjur

Obat Generik Terjangkau dan Manjur

Khasiat obat generik yang tersedia di puskesmas tak kalah dengan obat paten. Pasien di puskesmas tidak perlu mengeluarkan biaya untuk obat dari puskesmas. Obat generik biasanya dipasok dari dinas kesehatan.

Setidaknya kondisi tersebut terjadi pada puskesmas di Kabupaten Ciamis. Kepala Puskesmas Mandalika, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Rita Dewi, Kamis (18/2), menyampaikan, puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan harus memberikan pelayanan prima, termasuk memberikan obat yang manjur dan terjangkau bagi pasien.

Obat yang manjur dan terjangkau yang biasa diberikan kepada pasien puskesmas ialah obat generik. Bahkan, pasien tidak perlu membayar harga obat. Apabila memakai obat paten, harganya bisa 10 kali lipat harga obat generik. Padahal, sebagian besar pasien yang berobat adalah pasien Jamkesmas, Jamsostek, dan Askes. “Ngapain pakai obat mahal. Toh, hasilnya juga sama,” kata Rita.

Warga Jalatrang, Cikoneng, Nining (34), mengatakan, dirinya membawa anak ketiganya Ikhsan (2) ke puskesmas karena sudah dua hari demam dan pilek. Setelah diperiksa, ia diberi dua obat, yakni amoxilin dan parasetamol.

Untuk pemeriksaan termasuk obat, Nining hanya membayar Rp 3.000. Menurut Rita, uang tersebut terdiri atas Rp 2.000 retribusi kesehatan berdasarkan peraturan daerah dan Rp 1.000 untuk catatan medis. “Semua obat yang diterima pasien gratis. Kecuali kalau ada tindakan medis, tarifnya sesuai peraturan daerah,” katanya.

Meskipun gratis, Nining mengaku khasiat obat generik manjur. Sebelumnya, adik Ikhsan, Salsa (3), juga demam dan pilek. Setelah berobat ke puskesmas, ia diberi amoxilin dan parasetamol. Setelah dua hari meminum obat itu, kondisi Salsa membaik.

Seorang pasien di Puskesmas Sindangkasih, Suhamah (76), menambahkan, ia diberi tiga macam obat atas keluhan sering buang air besar yang dirasakannya. Ia tidak mengeluarkan uang sepeser pun untuk membayar obat.

Petugas apotek Puskesmas Sindangkasih, Kuswaya, menerangkan, tiga obat yang diberikan kepada Suhamah ialah obat generik, yakni obat metronidazol untuk mengobati disentri, ekstrak belladona untuk mengatasi mulas, dan natrium bikarbonat untuk mengobati kembung.

Puskesmas, menurut Kuswaya, tidak akan berani memakai obat paten untuk pasien. “Ibu Suhamah didiagnosis menderita disentri. Karena itu, ia kami beri obat disentri. Semua obat yang diberikan adalah generik,” ujarnya.

Kepala Puskesmas Sindangkasih Rais Atum menuturkan, jenis dan jumlah obat generik dari dinas kesehatan ditentukan berdasarkan daftar kebutuhan yang diajukan puskesmas. Daftar itu dibuat puskesmas berdasar penyakit yang dominan muncul di puskesmas tersebut.

http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/02/19/17213680/.obat.generik.terjangka

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu