dalam kategori | Penyakit

Nyeri leher, penanganan dan pencegahan

Nyeri leher, penanganan dan pencegahan

Nyeri leher seringkali diabaikan oleh penderitanya. Nyeri leher yang tidak ditangani secara serius  dapat menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius. Sering timbul pertanyaan kenapa leher  saya sakit? Berikut akan dibahas apa penyebab, pencegahan dan pengobatannya.

Nyeri leher (neck pain) adalah gejala yang disebabkan oleh tekanan (stress) pada jaringan-jaringan lunak, tulang-tulang, atau sendi-sendi dari cervical spine (tulang belakang servikal) atau struktur-struktur yang berdekatan. Pada beberapa kasus, nyeri leher mungkin juga adalah akibat dari penyakit yang terjadi pada leher atau bagian lain dari tubuh.

Leher adalah daerah tulang belakang (spine) yang paling lentur. Ia juga mendukung (menyangga) berat dari kepala. Bagaimanapun, leher adalah peka terhadap luka-luka dan penyakit-penyakit yang potensial mennimbulkan nyeri serta membatasi gerakan.

Berbagai faktor dapat berkontribusi pada nyeri leher, termasuk postur tubuh yang buruk, trauma dan penyakit-penyakit degeneratif. Sumber-sumber dari nyeri leher mencakup dari patah tulang sampai meningitis, dari osteoarthritis ke polymyalgia rheumatica sampai whiplash.

Pada kebanyakan kasus, nyeri leher dapat dirawat di rumah menggunakan obat-obat bebas resep, terapi panas, terapi dingin dan istirahat. Bagaimanapun, nyeri yang tidak menghilang dalam dua minggu memerlukan perhatian dokter. Obat-obatan resep, terapi fisik, terapi maniulasi dan perawatan-perawatan lain dapat menyembuhkan banyak kasus yang melibatkan nyeri leher. Pada kasus yang jarang terjadi, operasi mungkin diperlukan.

Dokter harus segera dikontak jika nyeri leher berhubungan dengan kondisi  berikut:

  • Nyeri yang parah yang disebabkan luka. Pasien harus selalu mencari perawatan medis setelah trauma kepala atau leher, seperti whiplash atau benturan pada kepala. Nyeri yang signifikan pada tulang mungkin mengindikasikan patah tulang atau luka pada ligamen.
  • Shooting pain. Nyeri yang menjalar dari pundak dan berlanjut melalui tulang belikat atau menuruni lengan mungkin mengindikasikan pembenturan atau iritasi syaraf. Mati rasa atau kesemutan pada jari-jari tangan juga mungkin mengindikasikan iritasi itu. Iritasi syaraf dapat berlangsung dari tiga sampai enam bulan atau lebih lama. Chest pain (nyeri dada) yang menjalar (menyebar) ke leher, lengan atau rahang mungkin disebabkan oleh serangan jantung (heart attack) .
  • Kehilangan kekuatan. Kelemahan pada lengan atau tungkai (seringkali jelas ketika seorang tiba-tiba menjatuhkan barang, atau berjalan dengan tungkai yang kaku atau berjalan terseok-seok) mengindikasikan keperluan untuk evaluasi segera.
  • Perubahan pada kebiasaan-kebiasaan membuang air kecil dan air besar. Perubahan-perubahan yang signifikan mungkin mengindikasikan persoalan neurological. Ini terutama benar dari incontinence (ketidakmampuan untuk mengontrol pembuangan urin dan feces).

Area-Area Nyeri Lain Yang Berhubungan Pada Nyeri Leher

Pada beberapa kasus, nyeri leher mungkin adalah hasil dari penyakit atau luka pada bagian lain dari tubuh. Area-area tubuh yang dapat mempengaruhi leher termasuk rahang, kepala dan pundak.

Kondisi-kondisi yang menyebabkan nyeri pada leher dan menyebar ke bagian lain dari tubuh termasuk:

  • Sakit kepala. Terutama tension headaches dapat menyebabkan nyeri leher. Nyeri leher mungkin akan tetap berlangsung setelah redanya migraine.
  • Radiculopathy. Syaraf terjepit, seringkali berakibat dari tulang cakram menggelembung atau pecah  (herniated disc). Sebagai tambahan pada nyeri leher, pasien mungkin mengalami nyeri yang menuruni lengan yang seringkali digambarkan sebagai perasaan elektrik (kesetrum).
  • Spinal stenosis. Penyempitan dari bukaan (openings) syaraf sekitar sumsum tulang (spinal cord) atau akar-akar syaraf. Gejalanya mirip dengan yang dialami pada kondisi syaraf terjepit.
  • Spinal instability. Peningkatan pergerakan tulang belakang yang dapat menyebabkan kesemutan pada leher.
  • Facet joint arthropathy. Facet joint arthropathy (penyakit sendi) biasanya terjadi dengan whiplash atau luka leher lain dan dapat menyebabkan nyeri pada leher dan sakit kepala posterior.

Ada juga kondisi-kondisi lain dimana nyeri berasal pada bagian lain tubuh dan menyebar ke leher, seperti penyakit TMJ. Temporomandibular joint adalah dimana rahang bergantung pada tengkorak. Penyakit-penyakit yang mempengaruhi sendi ini dapat menyebabkan nyeri leher. Pada beberapa kasus-kasus, nyeri leher dapat juga mencetus nyeri TMJ.

Sebagai tambahan pada nyeri gigi, sakit kepala dan nyeri punggung, nyeri leher dapat juga dihubungkan pada beberapa tipe-tipe dari nyeri telinga (misalnya malignant external otitis), nyeri orofacial (misalnya carotodynia) atau nyeri pundak.

Sumber-sumber nyeri leher termasuk:

Ketegangan otot. Jika otot-otot leher digunakan secara berlebihan, itu mungkin berkontribusi pada ketegangan otot. Otot-otot di bagian belakang leher adalah yang paling peka dan dapat mejadi tegang oleh aktivitas harian seperti mengemudi dalam waktu yang lama atau membaca di ranjang. Dengan berjalannya waktu, ketegangan yang berulang pada otot-otot ini dapat menjurus pada nyeri kronis. Berbaring pada postur yang buruk untuk periode waktu yang panjang adalah penyebab yang umum dari ketegangan otot leher.

Trauma. Karena begitu lentur dan menyangga berat kepala, leher peka terhadap luka. Beberapa luka-luka, terutama yang didapat dari kecelakaan kendaraan bermotor, mungkin berakibat pada whiplash, luka yang terjadi ketika kepala tersentak. Kondisi ini merengang atau merobek jaringan-jaringan lunak (seperti otot-otot dan ligamen-ligamen) dari leher, berakibat pada luka dan nyeri. Luka parah dapat menjurus pada patah tulang atau dislokasi dari leher, yang mungkin merusak sumsum tulang belakang dan menyebabkan kelumpuhan. Juga, luka dapat memberi kecenderungan facet joint arthropathy.

Arthritis. Seiring dengan bertambahnya usia, sendi-sendi leher cenderung memburuk, menjurus pada arthritis. Pasien-pasien dengan sejarah whiplash cenderung lebih beresiko  mengembangkan arthritis pada leher ketika mereka menua. Bentuk-bentuk dari arthritis pada leher yang mungkin menyebabkan nyeri pada leher atau di tempat lain termasuk:

  • Osteoarthritis. Terjadi pada orang-orang yang lebih tua yang disebabkan oleh pengikisan (akibat pemakaian) dari sendi-sendi antara tulang-tulang leher. Ini menyebabkan nyeri menyebar ke pundak atau antara tulang-tulang belikat. Nyeri umumnya hadir pada pagi hari, surut di siang hari dan kemudian kembali lagi pada akhir hari.
  • Rheumatoid arthritis. Penyakit kronis yang ditandai oleh kekakuan dan peradangan dari sendi-sendi, kelemahan, kehilangan mobilitas (gerakan) dan deformitas (kelainan bentuk). Ia dapat menyebabkan kehancuran dari sendi-sendi leher.
  • Ankylosing spondylitis. Tipe dari arthritis yang terutama mempengaruhi tulang belakang. Secara khas ia mulai pada punggung bagian bawah namun dapat berlanjut ke punggung bagian atas dan leher.

Penyakit-penyakit cakram (disk/diskus). Sama seperti persoalan-persoalan dengan lumbar spine dan thoracic spine dapat menyebabkan nyeri punggung, persoalan-persoalan dengan cervical spine dapat menyebabkan nyeri leher:

  • Syaraf terjepit. Ketika seseorang menua, cakram-cakram intervertebral yang berfungsi sebagai bantalan antara vertebrae dari spine mulai mengering. Ini menyempitkan ruang-ruang pada kolom tulang belakang, tempat dimana syaraf-syaraf keluar, dan memberikan tekanan (menjepit) syaraf-syaraf tulang belakang.
  • Penyakit degeneratif cakram. Cakram-cakram memburuk dan menekan syaraf-syaraf.
  • Herniated disc. Cakram-cakram intervertebral adakalanya robek atau menggelembung, yang berarti isinya yang gelatinous (seperti agar-agar) menonjol keluar atau bocor, melalui lapisan cakram yang kuat.

Cervical stenosis. Penyempitan dari kanal tulang belakang yang menjepit sumsum tulang. Ketika seseorang menua, cakram-cakram intervertebral mulai mengering, mengurangi peran mereka sebagai  peredam kejut yang melindungi sumsum tulang belakang (spinal cord). Perubahan degeneratif pada tulang belakan dapat juga mendorong perkembangan pertumbuhan dari bone spurs yang menekan akar-akar syaraf. Akhirnya, tulang-tulang dan ligamen-ligamen pada spine secara berangsur-angsur menebal dan menjadi kurang lentur. Semua dari perubahan-perubahan ini menyempitkan kanal tulang belakang. Gejala-gejala yang berhubungan dengan cervical stenosis termasuk nyeri leher, mati rasa dan kelemahan dari tangan, ketidakmampuan untuk berjalan cepat, perburukan dari ketrampilan-ketrampilan motorik halus dan kejang-kejang otot pada tungkai-tungkai.

Meningitis. Nyeri leher yang berhubungan dengan sakit kepala dan demam mungkin adalah tanda dari meningitis, infeksi dari selaput-selaput yang mengelilingi otak. Kekakuan yang ekstrim pada leher, sulit atau tidak dapat menyentuhkan dagu pada dada, mungkin adalah tanda dari meningitis dan menuntut perhatian medis yang segera.

Encephalitis. Peradangan otak. Gejalanya termasuk kekakuan atau nyeri punggung atau leher.

Fibromyalgia. Penyakit kronis yang ditandai oleh gangguan otot rangka (Musculoskeletal disorders), nyeri dan kekakuan, kepekaan dari jaringan-jaringan lunak, kelelahan dan gangguan-gangguan tidur. Nyeri leher adalah diantara gejala-gejala yang umumnya dihubungkan dengan fibromyalgia.

Myofascial pain syndrome. Kondisi gangguan otot rangka kronis yang seringkali dihubungkan dengan trauma, postur yang buruk, terlalu lama duduk depan komputer atau melakukan tugas-tugas yang berulang-ulang. Pasien seringkali melaporkan merasakan nyeri pada berbagai bagian dari tubuh termasuk leher dan mungkin mengalami kesulitan tidur atau menikmati istirahat meskipun tetap dapat tidur.

Polymyalgia rheumatica. Kondisi peradangan dengan gejala nyeri dan kekakuan pada leher, pundak-pundak dan pinggul-pinggul.

Myositis. Kelompok dari kondisi-kondisi peradangan otot. Myositis secara khas menimpa area-area dekat batang tubuh (trunk), seperti leher, pundak dan pinggul.

Osteoporosis. Penyakit penipisan tulang, yang paling umum dialami wanita selama dan setelah menopause. Tidak ada gejala pada stadium awal, namun pada stadium-stadium lanjut osteoporosis dapat menyebabkan patahnya tulang belakang, yang mungkin menimbulkan nyeri punggung atau leher.

Penyakit Paget. Penyakit metabolik tulang yang melibatkan perusakan dan pertumbuhan kembali tulang yang menyebabkan kelainan bentuk (deformitas). Penyebab dari penyakit ini tidak diketahui, namun ia seringkali berakibat pada nyeri leher.

Payudara yang besar dan berat. Wanita-wanita dengan payudara besar seringkali mengalami nyeri pada leher bagian atas, yang biasanya disebabkan oleh tekanan yang meningkat pada otot-otot. Beberapa memilih untuk menjalani operasi untuk mengurangi ukuran payudara dan membebaskan diri dari nyeri leher, pundak dan punggung.

Kondisi-kondisi lain. Pada kasus-kasus yang jarang terjadi, nyeri leher adalah akibat dari penyakit-penyakit medis lain seperti kanker, infeksi-infeksi atau kelainan-kelainan kelahiran (congenital) dari tulang belakang. Nyeri leher dapat juga adalah gejala dari serangan jantung. Nyeri leher mungkin juga disebabkan oleh kondisi-kondisi yang menyebabkan nyeri sendi yang meluas, seperti penyakit Lyme, lupus, sindrom kelelahan yang kronis, anemia sel sabit atau sarcoidosis.

Metode-Metode Pencegahan Untuk Nyeri Leher

Sumber utama dari nyeri leher adalah postur yang buruk, yang dapat dengan mudah dikoreksi. Postur yang tepat mempertahankan leher pada posisi yang netral dengan kepala bagian kebelakang, sehingga bertempat persis diatas tulang berlakang. Juga adalah penting untuk menghindari menggertakan gigi, yang dapat menimbulkan ketegangan pada otot-otot leher.

Langkah-langkah yang dapat diambil untuk memperbaiki postur dan ergonomics termasuk:

  • Sering jeda istirahat. Orang-orang yang mengemudi jarak jauh atau bekerja pada komputer berjam-jam cenderung untuk menderita ketegangan otot-otot leher. Beristirahat memberikan otot-otot leher kesempatan untuk mengendur.
  • Duduk dengan tepat. Kursi dan meja ditempat kerja harus disesuaikan sehingga monitor komputer berada pada tingkat mata dan lutut sedikit lebih rendah daripada pinggul. Kursi harus juga mempunyai tangan kursi. Orang-orang yang duduk untuk periode waktu yang lama dalam mobil harus menempatkan bantal yang kecil atau handuk yang digulung antara leher dan headrest. Ini mempertahankan lengkungan leher yang alamiah.
  • Hindari menyelipkan telepon antara telinga dan pundak. Orang-orang yang seringkali menggunakan hape harus menggunakan headset sebagai gantinya.
  • Sering latihan dan perenggangan. Otot-otot leher dapat diregangkan dengan mengangkat pundak keatas dan kebawah. Juga membantu untuk menarik tulang-tulang belikat bersama dan kemudian mengendurkannya. Menarik pundak-pundak kebawah sementara menyandarkan kepala pada setiap sisi dapat juga meregangkan otot-otot leher. Berjalan menyebabkan spine berputar, yang merupakan latihan yang sangat baik untuk otot-otot leher.
  • Menyeimbangkan posisi dasar. Meregangkan otot-otot dinding dada dan memperkuat otot-otot sekitar tulang belikat dan belakang pundak dapat membentuk posisi dasar yang seimbang untuk penyanggah leher.
  • Hindari tidur diatas perut (tengkurap). Tidur diatas perut menaruh tekanan pada leher. Pilh bantal yang mendukung lengkungan leher yang alamiah.
  • Jangan membaca di ranjang. Ini menyebabkan ketegangan leher, terutama ketika kepala disangga keatas pada bantal dengan leher ditekuk kedepan dan lengan-lengan dijulurkan untuk memegang buku. Orang-orang yang tidak dapat menghentikan kebiasaan membaca di ranjang harus membeli wedge pillow atau meja mini yang didisain khusus untuk membaca di ranjang.
  • Jaga berat terdistribusi secara merata. Jangan membawa barang terlalu lama pada salah satu pundak. Jika mungkin, bawa barang-barang dalam backpack, yang secara merata mendistribusikan berat. Bagaimanapun juga, jangan membawa backpack yang terlalu berat.
  • Gunakan teknik-teknik mengangkat yang tepat. Angkat dengan lutut, bukan pinggang, untuk melindungi leher dan punggung bagian bawah. Ketika mengangkat obyek-obyek yang berat, jaga punggung rata dan beban dekat pada tubuh. Jangan memutar punggung ketika mengangkat. Jika obyek terlalu berat, jangan mengangkatnya tanpa batuan rekan.
  • Sebagai tambahan, luka-luka leher dapat dicegah dengan mengambil tindakan-tindakan pencegahan pada situasi-situasi dimana leher mudah kena luka. Ini mungkin termasuk memakai seat belt (sabuk pengaman) ketika mengemudi atau naik sepeda motor, memakai alat pelindung ketika memainkan olahraga-olahraga, dan berhati-hati untuk tidak menyelam dalam air-air yang dangkal ketika berenang.

Peranan Fisioterapi dalam penanganan nyeri leher

Seorang Fisioterapis dapat mendiagnosis dan menerapi penderita nyeri leher dengan berbagai cara, tergantung penyebab dan sakitnya melalui metoda ;

  • Mobilisasi: perhatikan pola gerak dalam beraktifitas, kurangi pembebanan pada tulang punggung, terutama saat posisi duduk, berdiri, tidur maupun saat mengangkat beban berat.
  • Manipulasi sendi dan otot: dengan latihan kelenturan serta penguatan otot punggung (stretching & strengthening).
  • Elektroterapi: dengan mempergunakan modalitas terapi Diathermy (pemanasan dalam), TENS (stimulasi syaraf), Ultrasound (gelombang suara) maupun Traksi (melebarkan jarak antar dua sendi punggung).
  • Koreksi Postur: memperbaiki postur tubuh yang dapat menambah nyeri leher

Fisioterapi juga memberikan cara agar penderita sakit leher dapat menolong diri sendiri untuk mengurangi sakit dan mengoreksi penyebabnya. Fisioterapis juga memberikan saran-saran praktis dalam melakukan tugas di kantor atau rumah dan menyesuaikan beban dan latihan yang diberikan tergantung pada kondisi penderita.

Meditasi 15 Menit Ampuh Redakan Nyeri Leher

Sebuah penelitian di Jurnal Brain menegaskan stres membuat orang kehilangan toleransi terhadap rasa nyeri. Makin tinggi kadar kortisol atau hormon stres di air liurnya, makin tinggi pula aktivitas otak di bagian pusat penerimaan rangsang nyeri.

Meningkatnya aktivitas otan di bagian tersebut membuat seseorang lebih sensitif terhadap rasa nyeri. Misalnya sama-sama duduk berjam-jam di depan komputer, nyeri leher akan lebih mudah menyerang karyawan yang stres daripada yang merasa baik-baik saja.

Sementara itu, penelitian lain di Thomas Jefferson University, AS, menunjukkan bahwa rasa nyeri akibat stres bisa ditangkal dengan cara yang sangat mudah yakni meditasi. Tidak butuh waktu berjam-jam untuk melakukannya, cukup meluangkan 15 menit saja.

Menurut penelitian tersebut, meditasi selama 15 menit bisa menurunkan level stres sebanyak 25 persen. Dikutip dari Mesnhealth.com, keluhan nyeri leher pada 56 persen responden yang mengalami stres juga berkurang atau bahkan hilang sama sekali berkat latihan meditasi ini.

Dalam penelitian ini, para partisipan melakukan meditasi setiap hari dalam delapan pekan, masing-masing selama 15 menit saja. Bentuk meditasinya bermacam-macam, bisa dengan mendengarkan denyut jantungnya sendiri atau bisa juga dengan latihan yoga.

Stres itu sendiri tidak hanya meningkatkan sensitivitas terhadap rasa nyeri. Penelitian juga mengungkap bahwa stres bisa meningkatkan nafsu makan sehingga lebih berisiko gemuk. Bagi yang berminat, boleh juga mencoba meditasi untuk menahan lapar.

 

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu