dalam kategori | Pola Hidup

Nikmati hidup dan hiduplah lebih lama

Nikmati hidup dan hiduplah lebih lama

Hidup sehat. Dua kata sederhana yang sebenarnya juga membutuhkan usaha sederhana untuk mewujudkannya. Namun sampai saat ini masih banyak di antara Anda yang sering mengabaikannya.

Bahkan berbagai penelitian telah dilakukan untuk meyakinkan seluruh masyarakat dunia bahwa gaya hidup sehat haruslah menjadi budaya untuk meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Hidup lebih Lama dengan Berolahraga

Sebuah studi yang meneliti hubungan antara rutinitas berolahraga dan umur panjang telah dipublikasikan dalam The U.S. National Cancer Institute .

Studi ini menemukan bahwa orang yang aktif secara fisik (rajin berolahraga) di atas umur 40 tahun dapat hidup 2-7 tahun lebih lama daripada mereka yang tidak berolahraga. Bahkan, jika orang tersebut memiliki kelebihan berat badan dan aktif secara fisik, ia tetap mendapatkan manfaat yang sama.

“Jika Anda tidak berolahraga dan kemudian memulai olahraga hanya dalam beberapa menit saja, ini berarti Anda telah mengalami peningkatan penting dalam harapan hidup,” ungkap Steven Moore dari The U.S. National Cancer Institute .

Hasil penelitian ini serupa dengan hasil penelitian yang pernah disampaikan peneliti lainnya, Michael Mosley, kepada BBC beberapa waktu lalu. Dalam penelitian sebelumnya, Mosley mengatakan bahwa latihan intensitas tinggi jangka pendek dapat mengurangi risiko diabetes dan serangan jantung.

Namun ternyata manfaat kesehatan juga bisa didapat dari latihan jangka pendek dengan intensitas biasa, misalnya olahraga jalan kaki. Jalan kaki adalah olahraga paling sederhana dan memiliki banyak manfaat kesehatan. Jalan kaki sebanyak 450 menit dalam seminggu ( rata-rata 1 jam perhari) bisa menambah masa hidup selama 3-4 tahun.

“Setiap orang pasti mengerti bahwa olahraga bisa membuat tubuh sehat. Dan mereka akan lebih bersemangat jika hasil penelitian kembali menyegarkan ingatan mereka akan pentingnya berolahraga,” kata Dr. David Katz dari Yale University’s Prevention Research Center.

Kulit bisa Mendeteksi Penyakit Jantung

Penelitian terbaru yang dipresentasikan dalam the American Heart Association’s Scientific Sessions 2012 menunjukkan jika seseorang menunjukkan tanda-tanda penuaan di permukaan, maka orang tersebut bisa jadi mengalami gangguan kesehatan, seperti gangguan jantung atau organ tubuh lainnya.

Studi tersebut mencatat dari 10, 885 orang yang diteliti, sebanyak 3. 938 orang mengalami kebotakan, 3.405 mengalami peningkatan timbunan lemak di sekitar mata. Dan 10 tahun kemudian peneliti menemukan sebanyak 3.401 orang mengembangkan penyakit jantung dan 1.700 orang mengalami serangan jantung.

Berikut tanda-tanda penuaan dini di permukaan yang bisa menjadi indikator buruknya tingkat kesehatan seseorang menurut tim peneliti the American Heart Association’s Scientific Sessions 2012.

  • Rambut berubah warna menjadi abu-abu
  • Muncul lebih banyak keriput
  • Rambut rontok berlebihan hingga mengalami kebotakan
  • Terjadi lipatan pada daun telinga
  • Deposit lemak di sekitar kelopak mata

Mereka yang mengalami 3-4 gejala di atas memiliki risiko 57 persen lebih besar terkena serangan jantung dan 39 persen lebih tinggi mengalami penyakit jantung.

Para ahli menunjukkan bahwa keriput dan tanda penuaan dini lainnya berkembang akibat DNA yang rusak secara perlahan. Menjalankan gaya hidup yang lebih sehat mulai dari olahraga sampai menjalankan pola makan kaya akan antioksidan dapat menurunkan risiko kerusakan DNA dan penuaan dini.

Turunkan Berat Badan untuk Perbaiki Kualitas Tidur

Jika Anda mengalami insomnia dan tidak mendapatkan kualitas tidur yang baik, maka menurunkan berat badan bisa menjadi solusinya. Tim peneliti dari Johns Hopkins University School of Medicine menemukan jika kualitas tidur akan cenderung meningkat jika berat badan seseorang berkurang.

“Kami menemukan bahwa peningkatan kualitas tidur secara signifikan berhubungan dengan turunnya berat badan seseorang. Terutama jika orang tersebut berhasil mengurangi lemak di bagian perutnya,” tutur Kerry Stewart selaku pimpinan penelitian.

Studi ini menguji 77 orang overweight yang mengalami diabetes tipe 2 atau pre diabetes. Setelah 6 bulan penelitian, para partisipan berhasil menurunkan berat badan hingga 7 kg dan 15 persen diantaranya berhasil mengurangi timbunan lemak di perut, dan mereka mengaku mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik dari sebelumnya.

Itulah tiga poin utama yang menjadi topik hangat dalam dunia kesehatan. Masih banyak hasil penelitian lain yang membuktikan bahwa gaya hidup sehat bukanlah sesuatu yang merugikan, melainkan cara hidup yang baik untuk meningkatkan kualitas kehidupan Anda secara keseluruhan.

Ingin Panjang Umur? Menikahlah!

Hasil penelitian terbaru ini dikeluarkan oleh Newsmaxhealth. Tim peneliti dari Duke University Medical Center, North Carolina menunjukkan bahwa orang yang menikah dapat meningkatkan kesejahteraan hidup seseorang di usia paruh baya, kesejahteraan ini berhubungan dengan kesehatan. Sebaliknya, jika seseorang memilih tidak menikah memiliki peluang tiga kali meninggal lebih cepat dibanding rekan mereka yang menikah.

Penelitian ini juga menemukan bahwa menjadi lajang setelah usia 40 tahun atau tidak memiliki pasangan (setelah bercerai atau pasangan meninggal) akan meningkatkan risiko meninggal lebih awal di usia paruh baya. Keuntungan lain bagi pasangan menikah adalah perubahan perilaku tidak sehat, misalnya saja tidak merokok atau berhenti minum minuman beralkohol.

“Memiliki pasangan saat usia paruh baya adalah bentuk perlindungan,” demikian yang dijelaskan Ilene Siegler, salah seorang peneliti.

Salah satu penyebab hal ini adalah perubahan gaya hidup seseorang setelah menikah. Seseorang yang telah menikah cenderung memilih makanan lebih sehat, punya lebih banyak keluarga dan mendorong untuk saling peduli kesehatan masing-masing.

Memutar musik dapat menaikkan antibodi Anda

Mendengarkan musik jazz sekitar setengah jam dapat meningkatkan immunoglobulin A sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi dan infeksi pada pernafasan yang dapat menaikkan sekitar 14%, studi tersebut melibatkan sekitar 66 siswa Universitas Wilkes-Barre, Pennsylvania.

Studi tersebut diterbitkan dalam Journal of Perceptual and Motor Skills. Kenaikan antibodi tidak mempengaruhi frekuensi suhu tubuh menurut IgA. Namun musik yang menenangkan dapat membantu Anda untuk lebih rileks dan mempercepat penyembuhan, ujar Michael G. McGuire, professor dan direktur Music Therapy at Eastern Michigan University di Ypsilanti.

Nikmati hidup dan hiduplah lebih lama

Nikmatilah pertunjukan seni, seperti nonton film, atau sekedar menghadiri konser di akhir pekan. Mungkin Anda bisa hidup lebih lama. Sebuah studi pada 1.200 orang di Swedia menemukan bahwa sekitar 36% masyarakat yang terbiasa menghadiri even-even tradisional cenderung lebih memiliki daya hidup lebih lama dibanding mereka yang jarang menonton even tersebut. Mengapa? Seperti yang dilaporkan di British Medical Journal, seperti bersenang-senang dapat meningkatkan sistem kekebalan dan membantu meredakan rasa sakit.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu