dalam kategori | Featured, Pola Hidup

Mitos Medis yang Tidak Terbukti Secara Ilmiah

Mitos Medis yang Tidak Terbukti Secara Ilmiah

Kasus ini bukan sesuatu yang tidak anda ketahui, bahwa anda dapat menghadapi kesulitan ini. Ini merupakan kasus yang anda ketahui dengan pasti. Berikut adalah beberapa mitos medis yang tidak benar, tidak terbukti secara ilmiah.

Mitos 1. Mengenakan gelang tembaga dapat menyembuhkan radang sendi.

Mereka yang mempromosikan gelang tembaga mengatakan bahwa tembaga diserap melalui kulit dan membantu meregenerasi tulang rawan.

Namun cara ini tidak pernah terbukti. Tidak ada bukti bahwa tembaga meregenerasi tulang rawan yang rusak untuk mengurangi rasa sakit.

Tubuh kita hanya memerlukan sedikit tembaga, dan kami menemukan hal ini sudah terkandung dalam makanan sehari-hari kita saat mengkonsumsi sayuran, kentang serta sejumlah kacang-kacangan serta gandum. Jika gelang tembaga adalah jawabannya, jutaan orang Amerika Utara akan memakainya untuk membantu menghilangkan rasa nyeri mereka.

Mitos 2. Anda tidak dapat tertular penyakit seksual lewat toilet duduk.

Ini tidak mungkin terjadi, namun tidak ada jaminan hal ini tidak dapat terjadi. Dr. Trudy Larsen, peneliti pada Universitas California, telah meminta pasien herpes aktiv untuk duduk di sebuah toilet duduk selama beberapa detik.

Kemudian, dia meneliti toilet itu dan menemukan bahwa virus herpes dapat bertahan selama empat jam. Ini berita mengejutkan. Sebelumnya telah diyakini bahwa virus itu cepat mati bila terkena udara. Jadi, nasehat ibu-ibu benar, “Jangan menggunakan toilet duduk umum!”

Mitos 3. Asupan dengan serat tinggi dapat mencegah kanker usus.

Serat membantu menyembuhkan sembelit, sehingga hal tersebut kelihatannya dapat mengurangi karsinogen pada usus dengan cepat, dengan demikian mengurangi resiko kanker usus besar.

Namun, sejumlah penelitian sejauh ini gagal menunjukkan bahwa makanan berserat tinggi akan mencegah bahaya kanker ganas pada usus besar. Akan tetapi jangan pesimis dengan kandungan serat. Makanan berserat tinggi dapat mengurangi resiko obesitas, diabetes, serangan jantung dan diverticulosis (hernia).

Mitos 4. Vitamin C dapat mencegah influenza.

Linus Pauling telah menyampaikan pemikiran ini dan dia telah menerima dua hadiah Nobel. Namun dengan menggunakan 1.000 mg vitamin C setiap hari gagal menunjukkan pengaruh yang signifikan dalam mengurangi penyakit ini.

Pauling yakin bahwa kegagalan ini disebabkan akibat dosis Vit C yang kurang cukup, sehingga dia merekomendasikan penggunaan vit C dari 6.000 hingga 10.000 mg perhari.

Jumlah seperti ini merupakan hal yang tidak mungkin digunakan dalam sebuah riset. Tidak ada produsen yang mengeluarkan uang sebanyak ini hanya untuk riset semacam ini, karena vit C tidak bisa dipatenkan. Namun Vit C dosis tinggi dapat mengobati penyakit jantung.

Mitos 5. Hamburger aman dikonsumsi selama dagingnya tidak berwarna pink.

Pesanlah hamburger yang matang. Jangan mencoba-coba E coli 0157:H7, yang dapat hidup dalam daging giling sekalipun yang berwarna pink.

Infeksi ini dapat mengakbatkan sakit perut dan disentri kronis. Sekitar 5 persen dari orang lanjut usia dan anak di bawah lima tahun mudah terserang uremic hemolytic syndrome apabila mengkonsumsi hamburger yang kurang matang.

Hal ini dapat mengakibatkan pecahnya sel darah merah dan gagal ginjal dan 3 hingga 5 persen pasien ini dapat menghadapi resiko kematian. Terlalu tinggi resiko yang dihadapi akibat makan sepotong hamburger. (EpochTimes/sua)

Dr. Gifford-Jones, seorang jurnalis medis yang bertugas di Toronto

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu