dalam kategori | Pola Hidup

Minum kopi sebelum Olahraga

Minum kopi sebelum Olahraga

Minum kopi? Mungkin hampir sebagian besar orang melakukannya secara rutin. Mulai dari sekedar teman beristirahat di siang atau sore hari, hingga untuk menangkal kantuk di pagi ataupun malam hari. Memang, asal dikonsumsi dalam jumlah yang normal – kurang lebih dua gelas per hari – kandungan kafein dalam kopi tidak membahayakan kesehatan tubuh kita. Namun, ternyata ada juga yang gemar minum ngopi sebelum melakukan aktivitas olahraga. Disinilah kontroversi dimulai. Beberapa pihak menyatakan bahwa minum kopi sebelum berolahraga berbahaya, namun di pihak lain berpendapat bahwa kopi memberikan manfaat bagi tubuh. Berikut silang pendapat yang ada.

Minum Kopi sebelum olahraga: bermanfaat

Membantu proses pembakaran lemak

Para peneliti dari Australian Institute of Sport, seperti disebutkan dalam Good Health, menemukan bahwa satu cangkir kopi dapat memicu otot untuk menggunakan lemak sebagai sumber energi, ketimbang karbohidrat. Fakta lain, menurut Dr. Michael Colgan, penulis Optimum Sports Nutrition, seperti dirilis Live Strong, pembakaran lemak dapat meningkat hingga 100 persen bila minum kopi sebelum olahraga.

Meningkatnya pembakaran lemak ini tidak hanya membantu menurunkan berat badan, tetapi juga menambah waktu yang dibutuhkan tubuh untuk mencapai titik lelah saat berolahraga.

Membuat daya tahan lebih baik

Para peneliti juga menjumpai bahwa pesepeda yang dibolehkan menyesap kopi saat sedang mengayuh sepeda, mampu berjalan lebih jauh ketimbang yang hanya minum air. Penelitian dari Inggris menunjukkan bahwa kafein dapat meningkatkan daya tahan dan kekuatan otot kaki.

Kafein juga dapat memperbaiki performa aktivitas dengan meningkatkan kekuatan dari kontraksi otot. Hal itu terutama cukup signifikan bagi orang yang berlatih dengan kecepatan eksplosif dan melakukan olahraga kekuatan seperti angkat beban.

Mengurangi nyeri

Kafein bekerja pada sistem otak dan saraf tulang belakang (sistem neuromodulatori adenosin) yang terkait dengan proses nyeri. Ketika kafein menghambat adenosin, rasa nyeri selama dan usai berolahraga keras tampaknya dapat dipangkas. Efek itu kebanyakan ditandai ditandai pada mereka yang mengonsumsi kafein dalam jumlah normal.

Selain itu, berdasar rekomendasi Dr. Colgan, pilihlah kopi arabika. Meski sedikit mahal, tetapi lebih mudah dicerna di dalam saluran pencernaan.

Minum Kopi sebelum olahraga: berbahaya

Sebuah penelitian yang dilakukan American College of Cardiology mengungkapkan, sejumlah asupan kafein dari kopi bisa menahan kemampuan tubuh untuk meningkatkan aliran darah ke jantung selama melakukan olahraga.

Hal ini merupakan masalah. Pada saat berolahraga, aliran darah ke jantung sudah pasti meningkat, karena tubuh butuh asupan oksigen dan nutrisi lebih banyak.

Penelitian ini dilakukan terhadap para pecandu kopi. Mereka diminta puasa minum kopi selama 36 jam, kemudian melakukan olahraga. Sebelum dan setelah berolahraga, pembuluh darah mereka diperiksa.

Pada tahap berikutnya, responden diminta mengonsumsi tablet kafein yang setara dua cangkir kopi, dan kembali dilakukan pemeriksaan pembuluh darah sebelum dan sesudah olahraga.

Kafein tidak berpengaruh pada pembuluh darah pada saat responden tidak minum kopi dalam 36 jam. Tapi setelah mengonsumsi tablet kafein, terjadi penurunan aliran darah sebesar 22%. Responden yang melakukan olahraga di tempat bertekanan tinggi bahkan bisa mengalami penurunan aliran darah lebih besar yaitu 39%.

Beberapa penelitian lain sempat mengungkapkan bahwa kopi adalah stimulan pemacu tenaga sebelum berolahraga. Oleh karena itu banyak atlet yang mengonsumsi kopi sebelum berlatih atau bertanding. Tapi penelitian di atas membuktikan hasil yang berbeda.

Kafein memang bisa menstimulasi kerja otak, meningkatkan konsentrasi dan kesigapan. Atlet yang mengasup kafein sebelum bertanding merasakan stimulasi semangat, konsentrasi, dan fokus tinggi. Tapi sebetulnya pada pembuluh darah justru terjadi penurunan kerja.

Pada saat aliran darah di tubuh lebih rendah daripada yang diperlukan, tubuh akan mengalami kekurangan oksigen. Terutama suplai oksigen ke otot, otak, dan jantung. Hal itu bisa menyebabkan pusing mendadak bahkan pingsan.

Selain kopi, minuman lain yang tak dianjurkan dikonsumsi sebelum olahraga adalah soda ataupun minuman berenergi. Minuman yang paling baik dikonsumsi sebelum olahraga adalah air.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat
ads

Rubrikasi

Fitzania Follows

depkes palmer puspromkes who-id who-id bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu