dalam kategori | Featured, Layanan Kesehatan

Menuju Pengobatan Alternatif yang lebih Rasional

Menuju Pengobatan Alternatif yang lebih Rasional

Pada saat ini pengobatan alternatif semakin populer di masyarakat Indonesia.

Pengobatan alternatif merupakan bentuk pelayanan pengobatan yang menggunakan cara, alat atau bahan yang tidak termasuk dalam standar pengobatan kedokteran modern (pelayanan kedokteran standar) dan dipergunakan sebagai alternatif atau pelengkap pengobatan kedokteran modern tersebut. Manfaat atau khasiat serta mekanisme dari pengobatan alternatif biasanya masih dalam taraf diperdebatkan.

Dari data diketahui bahwa penggunaan terapi alternatif pada penyakit kanker bervariasi antara 9 % sampai dengan 45% dan penggunaan terapi alternatif pada pasien neurologi bervariasi antara 9 sampai dengan 56%.

Dalam buku pengobatan alternatif disebutkan beberapa jenis dan macam pengobatan tersebut diantaranya : Pengobatan dengan tanaman obat, Akupuntur, pijat, aromaterapi, kinesiology, kiropraktik, color therapy, homoeopathy, hypnotherapy, iridology, naturopathy, nutritional therapy, polarity therapy, refleksiologi , ayurveda, dsb.

Pengobatan alternatif dengan menggunakan bahan-bahan alami dapat dilihat dengan semakin banyak beredar suplemen  makanan tambahan yang dipercaya dapat membantu meningkatkan kesehatan, mencegah berbagai macam penyakit dan mudah didapatkan tanpa resep obat. Banyak pula buku, artikel dan iklan yang secara antusias mempromosikan keuntungan dan keamanan dari tanaman obat ini dengan akibat makin banyaknya masyarakat yang mengkonsumsi dan menyisihkan uangnya untuk membelanjakan suplemen makanan yang secara relatif lebih bebas pengawasan dari Pemerintah untuk terus berpromosi.

Pengobatan dengan bahan-bahan alam ini seringkali pula dipromosikan bersifat alami dan karenanya tidak merugikan , namun sediaan bahan-bahan alam tidak berarti lepas dari efek samping. Perdebatan seringkali  pula mengenai apakah obat-obat dari bahan alam ini harus juga mendapat izin produksinya sama seperti obat-obat dari bahan-bahan kimia agar dapat meningkatkan standar dari kualitas, keamanan dan keefektifannya.

Pengobatan alternatif lainpun tak kalah populernya dengan penggunaan tanaman obat. Di Koran dan majalah banyak dipromosikan mengenai pengobatan alternatif ini yang di promosikan dapat menyembuhkan berbagai penyakit .

EFIKASI PENELITIAN PENGOBATAN ALTERNATIF

Saat seseorang yang berobat untuk menghilangkan suatu keluhan yang dideritanya dengan menggunakan alat atau bahan tertentu dan setelah menggunakannya menghilangkan keluhan tersebut belum dapat disimpulkan bahwa alat ataupun bahan tersebut benar-benar memberikan efek terapetik.

Beberapa hal yang dapat memberikan kesimpulan yang salah dari satu bahan/alat yang sebenarnya tidak mempunyai efek namun seolah-olah memberikan efek penyembuhan adalah sebagai  berikut:

  1. Beberapa penyakit secara alami dalam kondisi tubuh yang baik dapat sembuh sendiri meskipun tanpa pemberian obat-obatan. Sehingga untuk menyimpulkan suatu terapi memang bekerja harus didukung oleh data-data persentase pasien yang berhasil diobati lebih banyak dibandingkan dengan tanpa intervensi terapi.
  2. Beberapa penyakit mempunyai siklus tertentu. Sebagai contoh arthritis,multiple sklerosis, asma, alergi, migraine, dan lain-lain yang tidak mengejutkan pula sang pasien datang pada saat memang penyakitnya sedang pada siklus perbaikan.
  3. Efek placebo. Banyak dari pengobat alternatif membuat kesan setiap penyakit dapat disembuhkan sehingga memberikan efek psikologis bagi pasiennya. Sebagai contoh adalah penanganan nyeri kronik pada pasien seringkali nyerinya berkurang dengan pendekatan psikologis tanpa menyentuh faktor patologi yang mendasari nyeri terjadinya tersebut.
  4. Remisi spontan.  Mengenai efek remisi spontan ini masih belum dapat dipahami benar mekanismenya. Seperti pernah dilaporkan seorang onkologis adanya 12 kasus remisi spontan penyakit dari 6000 kasus yang ditanganinya. Sehingga bila seorang pengobat alternatif menyembuhkan satu penyakit yang sulit untuk disembuhkan sebaiknya pula mencamtumkan berapa persentase kesembuhan dari jenis penyakit yang sama yang pernah ditanganinya.
  5. Psikosomatis. Banyak pasien dengan gejala ini datang berobat ke dokter dikatakan tidak ada penyakit namun akhirnya dia datang ke pengobat alternatif dan dikatakan memang benar  menderita penyakit dan jika pada akhirnya “kesembuhan” terjadi pasien pun makin yakin ia memang menderita penyakit.
  6. Praktisi pengobatan seringkali pula mempunyai sifat antusias dan kepribadian yang karismatik yang juga mempengaruhi dari sisi psikologis pasien.

Selain daripada itu adanya stereotypes yang ada di masyarakat sehingga menimbulkan hal yang kontraproduktif dalam pelayanan kesehatan seperti :

  • Masyarakat menganggap bahwa pengobatan tradisional bersifat holistik sedangkan pengobatan modern hanya melihat penyakit saja.
  • Pengobat tradisional biasanya yang dituakan , sangat dihormati, dan karena itu memegang peranan penting pada pelayanan kesehatan primer.
  • Adanya budaya dalam masyarakat yang masih membuat dikotomi penyakit ke dalam dua jenis yaitu; penyakit-penyakit yang dapat disembuhkan oleh dokter dengan cepat dan Penyakit-penyakit ‘ tradisional’ yang tidak dapat disembuhkan oleh dokter.

Dokter sendiri kurang memahami mengenai pengobatan tradisional sehingga adanya kesulitan untuk mendiskusikan dengan pasien yang membutuhkan informasi yang sebenarnya.

Dari data diketahui bahwa sebagian obat tradisional Indonesia belum dikaji secara ilmiah khasiatnya. Pengetahuan tentang khasiat obat lebih banyak didasarkan pada pengalaman secara empiris yang diperoleh secara turun menurun sehingga untuk menentukan efektifitas obat tradisional masih menjadi tanda tanya besar. Dalam penggunaan obat tradisional ini seringkali pula yang dilaporkan hanya keberhasilannya saja sedangkan efek samping dan ketidakberhasilan obat enggan untuk disampaikan.

Jadi apakah pengobatan alternatif benar-benar dapat memberikan efek terapi terhadap pasien ?. Penelitian dengan menggunakan metoda double blind trials adalah satu-satunya cara untuk menjawabnya secara keilmuan. Banyak praktisi pengobatan alternatif tidak mau untuk melakukan studi ini ataupun seandainya mau tidak selalu sama mengenai bagaimana menginterpretasikan hasilnya.

Secara statistik juga terdapat kesulitan untuk menilai efektifitas dari pengobatan alternatif ini pada satu grup populasi yang besar. Misalnya saja pada beberapa pengobatan alternatif yang tidak memberikan obat untuk diminum terdapat kesulitan untuk melakukan penelitian double blind trials.

Namun setiap praktisi pengobatan alternatif yang mengklaim menyediakan jasa yang lebih baik pada pengobatan suatu penyakit sebaiknya mempersiapkan pula untuk membuktikannya secara sistematik. Namun di satu sisi sangat tidak realistik mengharapkan pengobat alternatif untuk memberikan bukti ilmiah secara sistematik khususnya dalam cara/metode penelitian dan dukungan dana untuk melakukan penelitian tersebut.

Suatu pertanyaan penting pula bila seandainya pengobatan alternatif tidak didukung dasar ilmiah mengapa banyak pasien yang berpendidikan tetap menggunakan pengobatan alternatif sebagai satu cara untuk penyembuhan penyakitnya? Dari sudut pandang  pasien bukan suatu hal yang urgen mengenai pertanyaan dasar ilmiah. Pengguna jasa pengobatan alternatif ini biasanya sudah mencoba pengobatan yang konvensional yang mana tidak menyembuhkan penyakitnya. Hal ini membuat mereka menilai bahwa nilai statistik adalah tidak penting daripada mencari pengobatan yang dapat menyembuhkan pada beberapa individu yang mungkin dengan cara yang unkonvensional.

EFEK SAMPING TANAMAN OBAT

Saat ini banyak dipromosikan berbagai suplemen kesehatan yang dikatakan tidak ada efek samping karena bersifat alami .  Namun dari beberapa penelitian ternyata beberapa tanaman pun dapat menimbulkan reaksi alergi dari mulai gejala yang ringan sampai dengan syok anafilaktik.

Royal jelly yang sering digunakan sebagai suplemen kesehatan dapat pula menimbulkan reaksi bronkospasme pada individu yang sensitif.

Beberapa tanaman obat China yang diklaim bisa menguruskan badan telah dilaporkan mengakibatkan gangguan ginjal. Jamur Shiitake yang banyak digunakan sebagai tanaman obat telah pula dilaporkan berhubungan dengan dermatitis pada beberapa kasus. Kombucha, tanaman obat yang saat ini dikenal dengan berbagai khasiatnya mulai dari penyembuhan kanker sampai dengan mengatasi alopesia dilaporkan pula telah menimbulkan efek toksik pada dua kasus.

Ginseng merupakan tanaman obat yang sangat popular penggunaannya dan telah digunakan lebih dari 2000 tahun. Ginseng banyak digunakan untuk mencegah penuaan, meningkatkan stamina dan konsentrasi, namun penggunaan ginseng yang berlebihan dapat pula menimbulkan efek samping yang cukup berat seperti arteritis serebri.

Jadi apakah tanaman obat lebih atau kurang aman dibandingkan obat resep dokter ?

Efek samping obat ada dua macam tergantung dosis atau tidak tergantung dosis ( reaksi alergi/idiosinkrasi). Minimnya data penelitian tanaman obat sebelum dipakai oleh masyarakat memungkinkan penggunaannya terjadi kelebihan dosis yang menimbulkan efek samping ataupun pada beberapa individu yang hipersensitif mengakibatkan reaksi alergi.

Pada penggunaan suplemen tinggi serat pun perlu mendapat perhatian khusus karena adanya serat yang berfermentasi dapat menstimulasi proliferasi pada usus besar.

Saat ini banyak pula tanaman obat yang telah terbukti aman dibandingkan obat kimiawi seperti misalnya bawang putih yang digunakan untuk menurunkan kholesterol darah dan jahe yang banyak digunakan untuk mengobati rematik.

Jadi penggunaan tanaman obat tidak selamanya aman. Pada beberapa kasus dapat menimbulkan efek samping. Memang beberapa tanaman obat telah terbukti secara empiris dengan perjalanan waktu yang lama untuk mengobati berbagai macam penyakit Namun sebaiknya sama seperti obat lain alangkah baiknya dilakukan penelitian yang lebih mendetil mengenai efek samping tanaman obat ini.

Sebaiknya pula berhati-hati penggunaan tanaman obat dalam dosis yang besar maupun penggunaan yang terus menerus tanpa pemantauan efek sampingnya. Publikasi dan promosi mengenai kemanjuran tanaman obat sebaiknya pula disertai dengan efek sampingnya sehingga masyarakat bisa menimbang –nimbang untung rugi dari tanaman obat yang dikonsumsinya.

PERANAN DOKTER DALAM MENYIKAPI PENGOBATAN ALTERNATIF

Seorang dokter pada hakekatnya memiliki berbagai fungsi diantaranya adalah fungsi sebagai pendidik, penyuluh kesehatan , pemberi pengobatan dan manajemen sarana pelayanan kesehatan formal.

Peranan dokter dalam hal pengobatan alternatif ini antara lain.

  • Dokter harus membimbing pasien dalam membuat informasi pilihan tentang perawatan kesehatan dan harus pula menerima untuk berdiskusi dengan pasien yang meminta informasi mengenai pengobatan alternatif .
  • Dokter harus sensitif pada kekuatiran pasien terhadap penyakit-penyakit yang sukar disembuhkan maupun penyakit kronis seperti kanker, nyeri kronik, dan penyakit saraf degeneratif.

Semakin banyak beredarnya suplemen-suplemen makanan yang dikatakan alami dan tidak ada efek samping, tanpa petunjuk dan manfaat yang jelas seringkali juga merugikan masyarakat. Dalam hal ini dokter berperan untuk mengkomunikasikan masalah ini pada masyarakat dengan cara yang efektif dan dinamik tentang masalah tidak jelasnya maupun adanya kemungkinan efek samping dari bahan-bahan yang dikatakan alami ini.

Perlu adanya riset-riset ilmiah tentang pengobatan alternatif ini yang menjadi dasar untuk mengevaluasi keamanan dan penggunaan yang lebih rasional. Banyak data awal dari tanaman obat yang berperan dalam penyembuhan penyakit yang cukup menjanjikan.

 

dr. Yuda Turana/medikaholistik.com

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu