dalam kategori | Layanan Kesehatan

Menkes: Khasiat Herbal Perlu Diriset

Menkes: Khasiat Herbal Perlu Diriset

Terapi herbal saat ini makin meningkat. Pemanfaatan herbal sebagai terapi komplementer dan alternatif, menjadi pertimbangan pemerintah untuk mengem­bang­kan pengobatan tersebut.

Dalam kunjungannya Jawa Pos Group dan Rakyat Merdeka, Menteri Kesehatan Endang Ra­hayu Sedyaningsih mengakui penggunaan herbal sebagai obat tradisional terus meningkat.

Salah satunya adalah meng­gu­nakan jamu. Sebelum digunakan, Menkes menyarankan perlu ada uji coba atau riset lebih rinci me­ngenai khasiat jamu, termasuk herbal lainnya.

Menkes khawatir kalau ma­sya­rakat tidak teliti atas khasi­at obat herbal, itu bisa memba­ha­yakan diri sendiri. Apalagi pen­jualan her­­bal dari berbagai merek di lapangan sudah begitu pesat.

”Nah, inilah perhatian Kemen­kes untuk melakukan riset ter­ha­dap khasiat pengobatan her­bal. Selama memenuhi ketentuan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), terapi herbal tidak masalah. Tapi kalau tidak, itu membahayakan,” jelasnya.

Terkait progres Kemenkes me­ngembangkan penelitian ter­ha­dap herbal, Menkes enggan mem­beri tahu program apa yang akan dikembangkan dalam pe­ngobatan herbal ini.

Padahal, penggunaan herbal cen­derung meningkat karena ma­sih ada masalah kesehatan yang tidak dapat diatasi secara efektif atau tidak memuaskan dengan menggunakan pengoba­tan kon­ven­sional dan obat mo­dern. Ter­utama mengobati pe­nya­kit kro­nik, degeneratif dan kanker, serta efek samping dari penggunaan obat kimia.

”Pada prinsipnya, Kemenkes mendukung pengembangan pe­ngo­batan herbal ini. Hanya saja jenis pengobatan ini harus betul-betul teruji khasiatnya, steril dan mem­berikan rasa aman bagi tubuh, dan teregistrasi BPOM,” jelasnya.

Menurut dia, pengembangan pengobatan herbal di dunia ke­sehatan memang tidak bisa dila­kukan buru-buru karena perlu ada riset lebih rinci. Endang menam­bah­kan, ada beberapa rumah sa­kit yang melakukan riset terhadap pengunaan obat herbal, terma­suk akademisi di bidang farmasi.

”Nah proses inilah yang akan dikembangkan nanti. Bagaimana pun penggunaan obat herbal harus memberikan rasa aman bagi tubuh kita,” ujarnya.

Selain itu, Kemenkes bersama BPOM dan Ikatan Dokter Indo­nesia (IDI) akan melakukan pe­nga­wasan obat konvesional mau­pun herbal di lapangan. Itu dila­kukan guna memberikan rasa aman bagi masyarakat yang mengkonsumsi obat herbal.

[fik]

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu