dalam kategori | Tips Kesehatan

Menghadapi Cuaca Panas

Menghadapi Cuaca Panas

Cuaca panas yang kini sedang dialami beberapa negara termasuk Indonesia, mau tidak mau menuntut kita untuk selalu waspada akan terjangkitnya suatu penyakit. Pada kasus-kasus yang serius, hawa panas juga dapat membuat Anda sakit parah.

Dr. Janyce Sanford, Kepala Pengobatan Kedaruratan di Universitas Alabama Birmingham mengatakan, gangguan akibat panas dapat dimulai dari kram.

“Ketika berlanjut, tahap berikutnya adalah kelelahan. Gejalanya mungkin akan berkembang menjadi sakit kepala, mual, muntah, dan merasa kelelahan yang parah,” ujarnya.

Penyakit yang paling parah yang berhubungan dengan hawa panas adalah heatstroke. “Ketika anda mencapai titik ini, suhu tubuh yang sangat tinggi menyebabkan perubahan mental, pusing dan akhirnya dapat menyebabkan hilangnya kesadaran,” kata Sanford.

“Otot-otot dapat mulai memecah, menyebabkan gagal ginjal, ini membuat heatstroke menjadi penyakit yang mengancam nyawa,” lanjutnya.

Secara umum tubuh manusia mampu melakukan pekerjaan yang cukup baik dalam menyesuaikan diri terhadap iklim panas, tapi tentunya harus diberi kesempatan terlebih dahulu untuk beradaptasi. Sementara itu keringat merupakan salah satu cara tubuh melakukan pendinginan.

“Jika tubuh tidak bisa menyesuaikan diri dengan suhu yang meningkat tajam pada tahun ini, maka bisa membuat sebagian dari kita merasa sakit,” ujar Dr david Claypool, MD, asisten profesor emergency medicine di Mayo Clinic, seperti dikutip dari HuffingtonPost.

Suhu udara yang meningkat atau terasa panas memang kadang tidak menyebabkan penyakit yang biasa muncul seperti infeksi bakteri atau virus. Tapi kondisi ini tetap bisa mempengaruhi bagaimana tubuh bekerja.

“Udara yang panas maupun dingin tetap bisa mempengaruhi fisiologi, jadi suhu udara yang panas tetap berpengaruh terhadap tubuh seseorang,” ujar Dr Claypool.

“Orang yang sangat muda dan sangat tua lebih rentan terhadap fluktuasi temperatur yang ekstrem sehingga lebih mungkin memiliki risiko tinggi terkena penyakit yang berhubungan dengan udara panas,” ungkapnya.

Jika memang harus menghabiskan waktu di luar dengan suhu yang lebih tinggi dari normal, Claypool merekomendasikan untuk mengekspose tubuh secara moderate sehingga tidak menimbulkan penyakit.

Cuaca Panas Bisa Picu Stroke

Belum lama ini Badan Pencegahan dan Pengendali Penyakit Amerika Serikat,CDC (Centers for Disease Control and Prevention) mengeluarkan pernyataan, agar masyarakat berhati-hati dalam melakukan aktivitas olahraga dalam cuaca musim panas. Karena menurut penjelasan resmi yang dikeluarkan oleh CDC, latihan khusus pada cuaca panas dapat menyebabkan dehidrasi atau gangguan serius dan stroke.

Gangguan yang sering terjadi adalah Heat Exhausting yaitu gangguan ringan yang terjadi beberapa hari akibat ketidakseimbangan cairan yang keluar dengan yang masuk. Biasanya tubuh kita sudah membangun keseimbangan dengan pemekatan cairan darah. Pada orang tua,kondisi ini memicu naiknya tekanan darah. Gejalanya adalah berkeringat sangat banyak, pucat, kram otot, letih, lelah, pusing, mual, kulit terasa dingin dan lembat, detak jantung cepat dan lemah, napasnya lambat dan berat. Bila tidak segera ditangani dapat terjadi heat stroke.

Sementara gangguan yang bernama Heat Stroke merupakan ancaman serius karena dapat berakibat kematian atau kecacatan fatal. Temperatur tubuh naik secara cepat, kemerahan, kulit kering, detak jantung cepat, pusing, sakit kepala, mual, kebingungan dan tidak sadarkan diri.

Cuaca Panas dan Radang Tenggorokan

Cuaca panas dalam beberapa hari terakhir dapat menimbulkan polusi udara dan meningkatnya intensitas debu di jalanan sehingga warga rentan terkena radang tenggorokan.

“Jika debu-debu yang mengandung bakteri atau virus masuk ke dalam tenggorokan dapat menyebabkan radang tenggorokan,” kata Dokter Spesialis Telinga Hidung dan Tenggorokan Prof Delfitri Munir di Medan.

Radang tenggorokan ini penyakit yang paling sering dialami manusia, bahkan semua orang pernah menderita penyakit jenis ini. Radang tenggorokan merupakan pembengkakan pada dinding tenggorokan yang terasa sakit saat untuk menelan makanan.

“Karena tenggorokan itu sering terpapar udara yang masuk dari mulut maupun hidung. Tiap hari ada orang yang datang ke rumah sakit ataupun puskesmas dengan keluhan ini, karena kalau udara panas dan kering salah satu pemicunya,” katanya.

Menurut dia ciri-ciri radang tenggorokan ini antara lain ada perasaan tidak enak di mulut, sakit saat menelan, suara terkadang menjadi serak, dan untuk beberapa kasus mengalami demam.

Saat cuaca panas, lanjutnya, makanan berminyak seperti gorengan dan minuman es sebaiknya dihindari, karena keduanya dapat menyebabkan iritasi dan infeksi pada tenggorokan.

Ia menyarankan sebaiknya masyarakat pada cuaca panas harus memperbanyak minum air putih dan konsumsi buah dan sayur, terutama buah dan sayur yang mengandung vitamin C.

Selain untuk mengobati sakit tenggorokan, vitamin C juga berguna untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit flu dan batuk.

“Perbanyak minum air putih dan konsumsi buah-buahan. Kalau cuaca panas sebaiknya memakai penutup atau masker kalau mau keluar rumah. Tapi sebaiknya, kalau cuaca panas jangan keluar dari rumah,” katanya.

Cara terbaik untuk menghadapi Cuaca Panas agar terhindar dari Penyakit adalah:

  • Lindungi diri dari sengatan sinar matahari pada siang dan sore hari, penggunaan krim sunblock sangat dianjurkan untuk melindungi kulit dari sengatan matahari dan ancaman kanker kulit akibat sinar UV.
  • Sebaiknya, gunakan pakaian yang berwarna terang atau yang berbahan ringan.
  • Makan makanan bergizi dan sehat yaitu memperbanyak asupan sayuran dan buah-buahan, karena mengandung antioksidan dan antiaging.
  • Konsumsi suplemen bila dirasa asupan makanan kita tidak memadai untuk nutrisi tubuh, pilih suplemen yang benar-benar aman untuk tubuh dan pastikan bahwa suplemen itu benar-benar memenuhi semua nutrisi tubuh (suplemen yang tepat).
  • Ketika berada di luar pastikan mendapat banyak asupan cairan bahkan meski sedang tidak berolahraga, dan mengganti mineral dan garam yang keluar melalui keringat.
  • Sebaiknya keluar ruangan atau rumah jika memang benar-benar diperlukan, dan pastikan berhenti sejenak di tempat teduh untuk beristirahat. Jika memang sedang tidak sehat sebaiknya hindari keluar ruangan.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu