dalam kategori | Tips Kesehatan

Mengenai Food Combining

Mengenai Food Combining

Food combining adalah metode pengaturan asupan makanan yang dlselaraskan dengan mekanisme alamiah tubuh, khususnya yang berhubungan dengan sistem pencernaan. Efek pola makan ini meminimalkan jumlah penumpukan sisa makanan dan metabolisme sehingga fungsi pencernaan dan penyerapan zat makanan menjadi lancar dan pemakaian energi tubuh juga lebih efisien. Dengan food combining perilaku makan kita akan dituntut agar secara sadar:

  • Mengoptimalkan masukan dan penyerapan zat gizi dengan cara mengkonsumsi makanan yang serasi saja setiap kali makan.
  • Mendayagunakan fungsi sistem pencernaan dengan cara menyesuaikan apa yang dimakan dengan kebutuhan asam basa dan siklus alamiah tubuh agar metabolisme seimbang.

Meski sudah banyak bukti positif, sebagian besar ahli medis dan gizi masih saja menentang pola makan ini. Dengan dalih bahwa secara alamiah setiap makanan memang mengandung semua unsur gizi dan dicerna melalui saluran yang sama, mereka gigih berpendapat bahwa pencernaan manusia pasti mampu mencerna semua makanan sekaligus. Sehingga metode memisahkan makanan-makanan tertentu sebagai pola makan ini dianggap sebagai perilaku yang tidak masuk akal.

Dipopulerkan oleh Dr. William Howard Hay, seorang dokter dan ilmuwan asal Amerika Serikat, food combining awalnya merupakan sebuah konsep diet.

Namun, penelitian lebih lanjut menjelaskan bahwa diet ala Hay ini juga sangat berpengaruh pada kesehatan seseorang secara umum. Bahkan dengan menerapkan konsep food combining yang tepat, seseorang bisa terbebas dari penyakit berat seperti tekanan darah tinggi, ginjal kronis, dan pembengkakan jantung.

Dr. Hay sendiri adalah orang pertama yang menerapkan pola makan sehat yang disusunnya sendiri. Ia yang mengalami obesitas dan penyakit kronis mendapati dirinya memiliki berat badan ideal dan terbebas dari penyakit-penyakit berat setelah menjalani diet food combining selama 3 bulan.

Food combining adalah sebuah konsep yang mengacu pada fakta bahwa setiap kelompok makanan memiliki waktu cerna dan serap yang berbeda-beda.

Asal-usul food combining berakar dari pola makan alamiah yang diterapkan oleh bangsa Esseni di Palestina sekitar 2000 tahun yang lalu, mengikuti ajaran-ajaran murni kitab Taurat. Ajaran-ajaran yang berhubungan dengan pola makan tersebut misalnya: tidak menggabungkan roti dengan daging pada waktu yang bersamaan. juga susu dengan daging; tidak makan darah, bangkai, dan daging binatang yang diharamkan seperti babi. ikan tanpa sirip dan insang atau binatang melata; tidak makan berlebihan dan mengutamakan makanan alamiah. Pola makan ini juga mengharuskan puasa yang dilakukan secara berkala sebagai upaya pensucian jiwa untuk menyatukan diri dengan energi Allah. Pola makan ini dipopulerkan kembali sekilar tahun 1800-an di Jerman dan sejak itu banyak mendapat pengikut di Eropa. Amerika. sampai Australia.

Nyatanya, jika mengonsumsi makanan dalam satu kelompok, penyerapan nutrisi akan jauh lebih efektif dan tidak akan menimbulkan masalah pencernaan.

Setiap kelompok makanan yang akan dicerna memerlukan enzim cerna yang berbeda-beda. Beberapa kelompok makanan memerlukan zat asam sedangkan lainnya membutuhkan zat alkali. Ketika makanan yang tidak satu kelompok dikonsumsi bersamaan, alkali dan asam bertemu sehingga menetralisir satu sama lain dan akhirnya menghambat pencernaan.

Oleh karenanya, diet food combining tidak menyarankan orang-orang untuk menyantap nasi, lauk pauk, sayuran, dan buah sekaligus dalam 1 jam makan.

Segala jenis protein memerlukan suasana asam di dalam lambung, sebaliknya jenis karbohidrat justru memerlukan suasana lambung beralkali. Jika zat pati (karbohidrat) dan protein ada di dalam lambung secara bersamaan maka hal ini akan memicu pertentangan dan menghasilkan suasana lambung yang tidak kondusif.

Sebagai hasilnya adalah gangguan pencernaan, gas pada lambung, dan penyerapan yang miskin nutrisi. Untuk itu, kombinasi makanan sehat yang baik adalah karbohidrat ditambah sayuran, protein, dan kacang-kacangan yang dikonsumsi pada jam yang berbeda.

Karbohidrat dan buah adalah kombinasi yang harus dihindari. Konsumsi kelompok makanan yang berbeda harus disesuaikan dengan waktu cerna setiap jenis makanan.

Segelas air adalah konsumsi yang tepat jika perut masih kosong. Jus dicerna selama 15-20 menit, buah segar dicerna selama 30-40 menit, sayuran selama 30-40 menit, karbohidrat 90 menit, kacang-kacangan 2,5 hingga 3 jam, sedangkan protein hewani dicerna dari 30 menit (telur) hingga 3-4 jam (sapi).

Yang tak kalah penting dari konsep food combining ini adalah, seseorang diwajibkan untuk mengunyah makanan hingga mencapai konsistensi yang berair dan kemudian baru boleh menelannya. Ini dimaksudkan agar proses pencernaan dan penyerapan nutrisi berjalan efektif.

Di berbagai belahan dunia, banyak orang yang meyakini bahwa diet food combining adalah jalan yang alami untuk mendapatkan berat badan ideal dan tubuh terbebas dari penyakit.

Tetapi tak sedikit pula yang memandang konsep kombinasi makanan sehat ini dengan sebelah mata tanpa mengaplikasikannya terhadap diri mereka terlebih dahulu.

Didukung Banyak Ahli

Di tengah arus mereka yang tetap skeptis, food combining justru semakin berkibar ke seluruh dunia. Para ilmuwan yang sudah mengikuti pola makan ini menjadi giat melakukan penelitian dengan mengikuti setiap perkembangan dan penemuan baru dalam bidang medis, terutama masalah gizi dan pencernaan. Karena sudan merasakan sendiri manfaat nyata dari pola makan ini, mereka juga merasa perlu membukukan pengalaman pribadi atau penelitian yang be rhasil selama bertahun·tahun terhadap pasien·pasien mereka. Di antara mereka misalnya:

Dr. Herbert M. Shelton ( 1895·1985), seorang naturopath. ahli gizi, pengajar dan sekaligus pendiri Dr. Shelton’s Health School di San Antonio – Texas. Ia juga peneliti dan tokoh kesehatan alamiah yang sangat gigih menentang arus pada zamannya. Hasil penelitiannya mengenai food combining dan puasa banyak digunakan oleh ahli·ahli gizi sebagai sumber kepustakaan.

Harvey dan Marilyn Diamond dari Amerika. sepasang suami istri penulis buku terkenal Fit for Life. lsi bukunya mengungkapkan pengalaman pribadi mereka ketika mengalami kegemukan dan menderita sakit perut akut selama bertahun tahun yang membuat mereka ketergantungan pada obat penahan sakit. Penyakit Harvey dan Marilyn sembuh dalam waktu singkat setelah mengikuti pola makan food combining. Dalam satu bulan Harvey berhasil mengurangi 25 kg kelebihan beral badannya, sedangkan Marilyn 10 kg dalam enam minggu. Sejak itu keduanya beralih profesi menjadi konsultan gizi dan mengambil gelar kesarjanaan dalam bidang ilmu gizi dari American College of Health Science di Austin, Texas.

Kathryn Marsden, ahli gizi dan penulis buku gizi terkenal di lnggris. Ia mulai menulis masalah food combining sejak suaminya yang selama sembilan tahun menderita kanker sembuh dengan pola makan ini, meski lambung dan limpanya sudah terlanjur diangkat. Dengan food combining, suaminya masih memperoleh kesempatan hidup sampai 12 tahun kemudian. lni merupakan mukjizat, karena secara normal tidak ada orang yang bisa bertahan hidup sekian lama tanpa lambung dan limpa.

Dr. Norman W. Walker, D.Sc, dikenal sebagai penulis buku-buku masalah kesehatan dan gizi. Selama 70 tahun tidak pernah berhenti melakukan penelitian mengenai kemampuan manusia berumur panjang dan tetap sehat. Ia sendiri adalah contoh penganut food combining yang mampu mencapai usia 109 tahun dan terbukti tetap produktif sampai akhir hayatnya. Ia bahkan sedang duduk menulis pada saat terakhirnya. Berdasarkan  pemeriksaan medis, kematian Dr. Walker bukan disebabkan penyakil. melainkan karena usia lanjut. Semua organ tubuhnya dinyatakan masih dalam kondisi yang sangat prima untuk usia selanjut itu.

Doris Grant, penulis wanita terkemuka di lnggris. Sejak usia 5 tahun ia mengidap gangguan pencernaan dan pada usia 26 mengalami serangan rematik akut yang sempat membuatnya lumpuh. Setelah mengikuti food combining, semua gangguan pencernaan yang diidapnya selama 15 tahun hilang dalam waktu seminggu. Kelebihan berat badan turun sampai 10 kg dalam 2 minggu, dan penyakit rematiknya sembuh secara dramatis hanya dalam waktu 4 minggu. Sejak sembuh ia giat menulis buku-buku pola makan sehat, terutama yang berhubungan dengan food combining.

Tips menjalankan pola makan Food Combining

  1. Makan buah, satu macam maupun beberapa, tidak dicampur dengan makanan jenis lain. Berilah tenggang waktu 10 – 15 menit sebelum mengkonsumsi makanan lain.
  2. Makanlah buah atau minum jus buah sedikit-sedikit agar tidak mengakibatkan lonjakan kadar gula darah secara mendadak.
  3. Ganti camilan Anda dengan buah. Boleh saja mengudap buah sepanjang hari, asal sekitar setengah jam sebelum makan, stop makan buah.
  4. Makanan tinggi protein dan tinggi pati sebaiknya tidak dimakan bersama-sama, tetapi masing-masing dikombinasikan dengan sayuran. Misalnya daging plus sayur, atau nasi plus sayur. Hindari daging plus nasi, apalagi dengan porsi sama banyak.
  5. Jika siang hari sudah makan menu tinggi protein, misalnya kombinasi daging-sayur, malam hari mesti ganti dengan menu pati-sayur. Boleh saja bertukar waktu. Artinya, menu pati-sayur di siang hari, malam hari menu protein-sayur.
  6. Sebaiknya tidak mengkonsumsi lebih dari satu macam protein hewani pada saat yang sama. Satu jenis protein hewani sehari sudah mencukupi kebutuhan asam-asam amino. Sedangkan protein nabati boleh lebih dari satu macam, karena kandungan asam amino makanan nabati umumnya kurang lengkap. Makanan pati beberapa macam boleh dimakan bersama-sama. Misalnya nasi plus perkedel jagung.
  7. Masaklah makanan secukupnya, dengan menggunakan bahan makanan yang sesegar dan seutuh mungkin, bukan bahan olahan, instan, atau awetan. Makanan yang berkali-kali dipanaskan akan musnah khasiat gizinya.
  8. Gunakan lemak dan minyak seperlunya saja.
  9. Makanlah seberagam mungkin, baik jenis maupun cara pengolahannya. Selain menghindari bosan, juga agar tubuh tidak kelebihan dosis suatu zat gizi tertentu.
  10. Ikuti food combining secara bertahap, agar tubuh dapat menyesuaikan diri dengan nyaman. Anda juga tidak perlu terlalu kaku menerapkan food combining. Misalkan Anda ‘lalai’ (makan asal-asalan) di siang hari, bisa ditebus makan yang benar sesuai food combining nanti malam. Yang penting, kebiasaan menyantap berbagai makanan secara bersamaan tidak menjadi rutinitas.

CONTOH MENU FOOD COMBINING

PAGI

  • 1-2 gelas air masak hangat + sedikit air jeruk nipis > pembentuk basa
  • 1-2 gelas jus buah segar  (jeruk, pepaya, nanas, melon, dll) > pembentuk basa
  • 1 porsi buah segar jika masih lapar (pepaya, mangga, apel, dll) > pembentuk basa

KUDAPAN PAGI

  • 1-2 gelas jus buah segar  (jeruk, pepaya, nanas, melon, dll) > pembentuk basa
  • 1 porsi buah segar jika masih lapar (pepaya, mangga, apel, dll) > pembentuk basa

MAKAN SIANG

  • 1 porsi ayam panggang kecap asin (maks. ½ ekor ayam kampung) > pembentuk asam
  • 1 porsi setup aneka sayuran (wortel & buncis) > pembentuk basa
  • 1 gelas jus sayuran mentah (wortel, mentimun, bit, seledri, dll) > pembentuk basa

KUDAPAN SORE

  • 1 gelas jus buah segar atau 1 buah pisang atau 1 gelas susu kedelai > pembentuk basa
  • 1-2 potong kue kecil atau jajan pasar (asal tidak terlalu sering) > pembentuk asam

MAKAN MALAM

  • 1 porsi nasi beras merah > pembentuk asam
  • 1 porsi balado terong > pembentuk basa
  • 1porsi perkedel tahu jamur panggang > pembentuk basa
  • 1 porsi urap aneka sayuran > pembentuk basa
  • 1 gelas jus sayuran mentah > pembentuk basa

SEBELUM TIDUR

  • 1 gelas jus sayuran mentah

 

Food Combining guidelines - www.detoxifynow.com

Food Combining guidelines – www.detoxifynow.com
view full image

Food Combining Illustration - food-pictures.feedio.net

Food Combining Illustration – food-pictures.feedio.net
view full image

Food Combining - www.ahseng.net

Food Combining – www.ahseng.net
view full image

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu