dalam kategori | Asupan Sehat

Mengapa Sebaiknya Organik?

Mengapa Sebaiknya Organik?

Dulu sebelum industrialisasi pertanian, Kita hanya mengenal makanan organik. Saat itu para petani menggunakan pupuk alami untuk menyuburkan tanaman dan pestisida alami untuk mengusir hama. Tanaman hasil rekayasa genetika juga belum dikenal. Kini, hampir sebagian besar makanan yang kita makan dihasilkan dengan pupuk kimia dan pestisida buatan. Beberapa buah-buahan dan sayuran hasil modifikasi genetik mungkin juga tanpa kita sadari memasuki meja makan kita. Untunglah, dalam beberapa tahun terakhir kesadaran mengkonsumsi makanan organik mulai tumbuh di masyarakat. Meskipun belum ada statistik, pertumbuhan konsumsi produk organik di negara kita kelihatannya tidak kalah dengan negara-negara maju seperti Kanada dan Amerika Serikat yang mencapai 20% lebih.

Apa itu makanan organik?

Makanan organik adalah makanan yang dihasilkan dari pertanian organik, sebuah metode produksi berdasarkan prinsip-prinsip yang dimaksudkan untuk: melindungi lingkungan, mempertahankan keanekaragaman hayati dan menghormati siklus alam.

Istilah “organik” mengacu pada cara produk pertanian dibudidayakan dan diproses. Persyaratan khusus harus dipenuhi dan dipertahankan agar produk dapat diberi label “organik”.

Tanaman organik harus dipelihara di tanah yang aman, tidak dimodifikasi secara genetis dan harus selalu terpisah dari produk konvensional. Petani tidak diperbolehkan menggunakan pestisida sintetis, organisme hasil rekayasa genetika (GMO) dan pupuk buatan. Meski demikian, residu pestisida tanaman organik tidak selalu nol karena pestisida masih dapat masuk melalui angin, air atau tanah.

Ternak organik harus memiliki akses ke luar ruangan dan diberi pakan organik. Mereka tidak boleh diberi antibiotik, hormon pertumbuhan atau produk sampingan hewani.

Agar mendapatkan label organik, sebuah produk makanan olahan harus mengandung paling sedikit 95% bahan organik bersertifikat.

Manfaat mengkonsumsi makanan organik.

Lebih bergizi
Beberapa studi menunjukkan bahwa buah dan sayuran organik (misalnya, beras, tomat, kubis, bawang dan selada organik) mengandung lebih banyak nutrisi seperti vitamin, magnesium, fosfor, zinc dan besi. Susu organik mengandung lebih banyak vitamin E.

Lebih sehat
Makanan organik tidak dibentuk menggunakan pupuk kimia, pestisida kimia serta bahan kimia lain sehingga tidak merugikan tubuh manusia. Susu organik memiliki 50-80% lebih banyak antioksidan yang mengurangi risiko tumor.

Lebih enak
Banyak orang merasa bahwa makanan organik lebih enak daripada makanan non-organik. Alasan utamanya karena makanan itu dihasilkan dengan sarana produksi alami. Makanan organik juga sering dijual secara lokal sehingga masih segar.

Kelestarian Lingkungan
Menjaga lingkungan dari polusi tanah, air dan udara sehingga menciptakan dunia yang aman bagi kehidupan generasi mendatang.

Kesejahteraan Hewan

Kesejahteraan hewan merupakan aspek penting dalam produksi susu, daging, ayam dan ikan organik. Orang merasa senang mengkonsumi produk dari hewan yang tidak terkungkung sengsara dalam sangkar.

Tren masa depan

Tren hidup sehat Indonesia yang semarak dalam beberapa tahun terakhir diperkirakan masih akan bertahan. Bahkan, makin banyak masyarakat yang beralih ke sajian makanan sehat berbasis organik.

Yang cukup menggembirakan adalah meningkatnya kesadaran para pelaku bisnis untuk menghadirkan makanan sehat berbahan organik. Makanan jenis ini adalah makanan yang tumbuh secara alami tanpa bantuan pupuk kimia atau obat pestisida. Begitupun dengan ikan dan daging-dagingan yang dibesarkan tanpa bantuan obat.

Jenis bahan dasar tersebut memang memerlukan perlakuan yang khusus. Itu mengapa bahan baku makanan itu sulit ditemukan di pasaran dan terbilang mahal. “Karenanya beberapa petani di Lembang dan Sukabumi mulai menanam jenis makanan tersebut,” ujar pengamat kuliner, Arie Parikesit.

Meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengkonsumsi makanan sehat juga terlihat dari kecenderungan mereka untuk menghindari makanan kaya lemak, berkolesterol, dan makanan yang diolah dengan teknik gorengan. “Makanan yang direbus, dikukus, dan dibakar akan makin diminati masyarakat,” katanya.

Kesadaran akan makanan sehat juga tercermin dari kecenderungan masyarakat untuk mengurangi konsumsi nasi. Namun, Arie mengakui makanan pengganti untuk itu, seperti kentang, masih sulit diterima karena dinilai tidak mengeyangkan.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu