dalam kategori | Penyakit

Mendeteksi Diabetes Tipe 1 pada anak

Mendeteksi Diabetes Tipe 1 pada anak

Pada banyak kasus, penyakit diabetes tipe 1 pada anak-anak sering tidak terdiagnosis oleh dokter. Hal ini disebabkan karena gejala awal diabetes tipe 1 memang tidak begitu kentara hingga sampai pada akhirnya anak mengalami gejala traumatis seperti mual, muntah, nyeri perut dan bernafas cepat. Hal ini tentunya mencemaskan para orang tua karena diabetes yang dapat menyerang anaknya tidak dapat dicegah sejak dini. Hampir setiap tahun sejumlah 29.000 anak-anak yang didiagnosis, namun hanya 25% saja yang dapat didiagnosis menderita penyakit diabetes ketoasidosis dimana anak-anak tersebut menunjukkan gejala traumatis dan kadang-kadang ada pula yang akhirnya jatuh koma.

Melalui jurnal British Medical, seorang diabetotologist konsultan anak di John Radcliffe Hospital, Oxford bernama Dr Julie Edge melaporkan bahwa ada sekitar 35% anak-anak yang didiagnosis diabetes tipe 1 sebelum mereka berumur 5 tahun. Sementara itu Seorang konsultan endokrinologi pediatrik dan diabetologist di Nottingham University Hospital bernama Dr Tabitha Randell juga mengatakan bahwa mengompol adalah masalah yang umum terjadi pada anak-anak. Sebenarnya mengompol dapat sembuh dengan sendirinya jika orang tua dapat mendidik anaknya untuk buang air kecil sebelum tidur.  Namun jika gejala mengompol pada anak Anda tak kunjung sembuh, maka Anda patut waspada bisa jadi anak Anda menderita diabetes tipe 1.

Penyakit diabetes tipe 1 pada anak terjadi karena hilangnya sel beta penghasil insulin pada pulau-pulau Langerhans pankreas sehingga menyebabkan berkurangnya kadar insulin dalam sirkulasi darah. Hilangnya sel beta pankreas ini disebabkan karena kesalahan reaksi autoimunitas yang dapat menghancurkan sel beta pankreas.

Reaksi autoimunitas sendiri merupakan kegagalan suatu organ tubuh untuk mengenali dirinya sendiri yang dapat disebabkan karena adanya infeksi pada tubuh. Diabetes tipe 1 pada anak dapat juga diturunkan dari orangtuanya yang mengalami defisiensi insulin akibat kerusakan sel beta pankreas dalam tubuhnya. Kondisi tersebut menyebabkan anak menjadi kekurangan hormon insulin.

Anak-anak yang menderita diabetes tipe 1 sangat rentan terhadap komplikasi jangka pendek yang berbahaya. Komplikasi tersebut yaitu hiperglikemia dan hipoglikemia. Hiperglikemia merupakan kondisi dimana kadar gula darah terlalu banyak di dalam sirkulasi darah. Sedangkan hipoglikemia merupakan kondisi dimana tubuh kekurangan kadar gula darah. Penderita diabetes tipe 1 juga mempunyai risiko lain, yaitu keracunan senyawa keton yang berbahaya. Senyawa keton ini berasal dari hasil samping metabolisme tubuh yang menumpuk (ketoasidosis). Jika kondisi ini terus berlanjut maka anak tersebut dapat mengalami koma diabetik, yaitu menurunnya kesadaran seseorang karena diabetes.

Dokter telah menyarankan kepada para orang tua untuk segera membawa anak-anak mereka ke dokter jika anak mereka mengalami gejala-gejala seperti yang dialami penderita diabetes tipe 1. Pada dasarnya diabetes tipe 1 pada anak memiliki gejala yang mirip dengan gejala diare seperti muntah, sering buang air besar, mengompol, kesadaran menurun/koma, dehidrasi berat, kejang-kejang dan lain sebagainya. Namun beda dengan gejala diare, gejala diabetes tipe 1 pada anak mempunyai ciri khas yaitu nafas si anak berbau asam/aseton.

Dari informasi di atas, dapat disimpulkan bahwa diabetes tipe 1 yang menimpa anak perlu menjadikan perhatian orang tua sejak dini, karena penyakit ini sulit terdeteksi oleh dokter. Sebagai orangtua kita harus perhatian terhadap anak, terutama masalah kebiasaan makan dan aktivitas fisik anak di rumah. Jangan lupa pula untuk selalu memantau perkembangan berat badan si anak. Anak yang mengalami gejala diabetes tipe 1 biasanya sering buang air kecil dan mengompol, sering cepat merasa lapar dan haus, dan juga berat badannya tidak pernah naik.

Jika anak Anda mengalami gejala demikian, maka segeralah bawa anak Anda ke dokter untuk memeriksakan kadar gula darahnya. Tes kadar gula darah dapat membantu memastikan apakah anak Anda mengalami diabetes tipe 1 atau tidak. Kadar gula darah yang normal pada anak sama dengan kadar gula yang normal pada orang dewasa yaitu antara 100-140 mg/dl. Jika anak Anda positif menderita gejala diabetes tipe 1, dokter akan memberikan terapi insulin dan berbagai obat-obatan. Selain itu juga anak Anda perlu menjaga pola maka dan rajin olahraga. Diabetes tipe 1 pada anak memang tidak dapat disembuhkan, namun gejalanya dapat dihilangkan jika Anda sebagai orang tua mau mengikuti saran yang telah diberikan dokter kepada anak Anda.

Berikut adalah daftar gejala yang akan membantu Anda untuk mendeteksi diabetes pada anak:

  1. Sering buang air kecil dan / atau inkontinensia. Peningkatan urinasi dapat dideteksi dalam beberapa cara berbeda. Mungkin anak Anda telah tidur sepanjang malam dan tiba-tiba mulai mengompol. Jika anak Anda masih menggunakan popok, Anda mungkin menemukan bahwa Anda harus mengganti popok lebih sering. Atau mungkin anak Anda dilatih toilet dan tiba-tiba, mulai mengalami kecelakaan.
  2. Lekas ​​marah. Anak Anda mungkin mengalami pergeseran dalam sikap umum, seperti menjadi lebih lengket, pemarah, atau mudah tersinggung.
  3. Peningkatan haus. Apakah anak Anda mengalami peningkatan rasa haus? Anda mencari lebih banyak untuk perubahan dalam kebiasaan biasa dari asupan keseluruhan.
  4. Peningkatan kelaparan. Apakah anak Anda memiliki keduanya kelaparan meningkat atau jumlah makanan yang ia makan?
  5. Kelelahan. Apakah anak Anda selalu bersemangat untuk kegiatan baru dan sekarang tampaknya lelah dan lesu?
  6. Penurunan berat badan. Apakah anak Anda baru saja kehilangan berat badan?
  7. Infeksi jamur kronis (atau kulit). Ini adalah gejala yang tidak selalu di radar setiap orang dalam diabetes, tapi itu titik penting. Ketika gula darah tinggi, lebih banyak makanan tersedia bagi ragi untuk pakan.
  8. Kabur. Penglihatan kabur mungkin lebih sulit untuk mendeteksi pada anak, tetapi perhatikan jika anak Anda menjelaskan perubahan dalam kualitas visinya.
  9. Muntah atau sakit perut. Meskipun kurang umum, beberapa anak mengalami sakit perut atau muntah jika mereka memiliki diabetes yang tidak diobati.

Tipe I diabetes sering menyerang orang muda usia lima hingga tujuh tahun ketika kecenderungan genetik mereka adalah “diaktifkan” oleh pemicu lingkungan, seperti infeksi virus (kita semua tahu bagaimana virus dapat terjadi di seluruh sekolah). Saat kunci lain adalah awal dari pubertas, ketika anak-anak akan melalui perubahan hormonal besar. Kabar baiknya adalah bahwa, sebagai orangtua, Anda akan mampu mendeteksi perbedaan yang halus dalam anak Anda yang dapat dengan mudah diabaikan oleh dokter. Ingat bahwa banyak anak-anak dengan diabetes berakhir di krisis diabetes sebelum penyakit mereka semakin melihat, berbuat salah di sisi hati-hati dan membawa anak Anda dalam untuk check, jika Anda melihat gejala-gejala diabetes di atas Anda anak.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu