dalam kategori | Pola Hidup

Mendengkur saat tidur, berbahaya bagi kesehatan

Mendengkur saat tidur, berbahaya bagi kesehatan

Mendengkur alias ngorok dialami hampir semua orang terutama jika tidur dalam kondisi yang terlalu letih. Dan ternyata kebiasaan buruk yang sering mengganggu orang lain ini bisa membakar kalori. lmuwan menemukan bahwa orang yang sering mendengkur dalam tidurnya dapat membakar kalori lebih banyak ketimbang orang yang jarang mendengkur. Hal ini berdasarkan alasan bahwa mendengkur dan gangguan pernapasan dipicu akibat peningkatan aktivitas dari sistem saraf. Sehingga, orang yang sering mendengkur akan membakar kalori lebih banyak.

Ilmuwan dari University of California mempelajari 212 orang yang sering mendengkur, berbicara (ngigau) saat tidur, mengalami kesulitan bernapas dalam tidur atau bahkan mengalami penghentian napas secara periodik. Kemudian, ilmuwan menghitung berapa banyak kalori yang terbakar pada beberapa tingkat masalah kesehatan yang berbeda. Hasilnya, seperti dilansir dari GeniusBeauty, orang yang selalu mendengkur (teratur) dapat membakar sekitar 2000 kalori per hari, sedangkan orang yang hanya mendengkur sewaktu-waktu (kadang-kadang) membakar 1626 kalori. Namun dengan hasil penelitian ini, bukan berarti semua orang yang mendengkur memiliki tubuh langsing. Karena pada dasarnya, orang yang mendengkur adalah orang yang mengalami gangguan tidur dan kelelahan.

Selain itu, orang yang kurang tidur normal dan mendengkur cenderung memiliki sedikit energi di siang hari, belum lagi kurangnya kebugaran dan latihan fisik lainnya. Kondisi ini bila dikombinasikan dengan pola makan tinggi kalori, maka dapat membuat orang menjadi obesitas (kegemukan). Mendengkur dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti amandel membesar, peradangan mukosa nasofaring yang disebabkan oleh alergi atau infeksi, pembengkakan, alkoholisme dan lain-lain. Penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa orang yang tidur dengan binatang peliharaan sejak kecil, seperti anjing, cenderung memiliki risiko mendengkur lebih tinggi.

Namun sebaiknya orang justru menghilangkan kebiasaan mendengkur karena bisa berbahaya. Penelitian menunjukkan bahwa masalah pernafasan pada saat tidur menandakan ada masalah yang serius di tubuh seseorang. Apnea atau gangguan pernafasan yang terjadi berulang kali dan mengganggu tidur seseorang, terjadi ketika otot bagian belakang tenggorokan gagal membuka jalur udara untuk pernafasan. Hal ini dapat menyebabkan pola tidur yang salah dan rendahnya asupan oksigen dalam darah, dan ujung-ujungnya mengarah pada berbagai penyakit seperti hipertensi, jantung, masalah mood dan ingatan.

Penyebab Mendengkur

  • Kelainan anatomi hidung
  • Palatum berbentuk panjang dan lemah dapat menyentuh dinding belakang tenggorok ketika bernapas
  • Posisi kepala yang salah saat tidur
  • Penyempitan rongga pernapasan akibat radang atau infeksi
  • Tumbuh tumor di rongga hidung, belakang hidung atau belakang tenggorok

Empat Pola Mendengkur

  1. Mendengkur ringan yang terjadi hanya bila seseorang tidur telentang, tidak disertai henti napas (apnea)
  2. Mendengkur yang menetap pada semua posisi tidur, tanpa henti napas
  3. Mendengkur yang menetap dengan beberapa episode henti napas dan sering mengantuk di siang hari
  4. OSA (Obstructive Sleep Apnea), yaitu mengorok dan mengalami henti napas hingga jalan napas tertutup rapat sehingga orang tersebut akan gelagapan di dalam tidurnya

Gejala-gejala Khas OSA

  • Sering berganti posisi tidur
  • Mimpi tercekik atau mimpi buruk
  • Sering terbangun pada malam hari dengan jantung berdebar
  • Saat bangun pagi, biasanya penderita merasa tidak cukup tidur dan kurang segar
  • Penderita juga bangun pagi dengan rikuh, serba salah, mulut kering dan sakit kepala
  • Selalu pindah posisi tidur dan gelisah, tidur menendang-nendang
  • Hiperaktif
  • Selalu pusing bila bangun tidur, mata merah
  • Selalu buang air kecil selama waktu tidur, sehingga mengalami iritasi
  • Hearthburn (dada terasa panas)
  • Bangun tidur dengan kondisi lesu dan haus
  • Kehilangan memori
  • Kehilangan daya konsentrasi
  • Terganggunya syaraf motorik
  • Kelelahan sepanjang hari
  • Selalu mengantuk sepanjang hari

Mendengkur yang disertai henti napas, apalagi saluran napasnya sampai tertutup, amat berbahaya. Keadaan itu mengakibatkan pasokan oksigen ke otak menjadi berkurang dan tekanan darah pun meningkat. Dalam kondisi seperti itulah orang bisa terkena serangan jantung atau stroke.

Untuk mengatasi gangguan mendengkur ada dua cara, yaitu :

Tanpa Bedah

  • Menurunkan berat badan
  • Menghindari minum alkohol atau obat tidur
  • Mengatur posisi tidur dengan mencegah posisi telentang
  • Berolahraga untuk memperbaiki tonus otot
  • Memberikan obat-obat tertentu yang mengaktifkan syaraf

Degan Bedah

  • Tonsilo adenoidektomi untuk menghilangkan dengkuran maupun OSA seperti pada anak-anak yang dicetuskan oleh hipertrofi tonsil
  • Operasi mengangkat tumor, polip, dan rekonstruksi jalan napas kalau diakibatkan oleh kelainan patologik.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu