dalam kategori | Pola Hidup

Mencukur bulu mengurangi bau badan

Mencukur bulu mengurangi bau badan

Sebagian besar orang dengan masalah bau badan memang tidak menyadarinya. Tapi jika ia sudah tahu bahwa dirinya memiliki masalah bau badan, hal-hal apa saja yang harus dilakukan?

dr Amaranila Lalita Drijono SpKK menyarankan agar mengurangi makanan yang memiliki bau tajam seperti bawang putih, karena bisa mempengaruhi bau badannya, mengganti pakaian seperti jins secara teratur agar keringat tidak menumpuk serta mencukur bulu.

“Untuk itu cowok juga disarankan agak dirapihkan bulunya agar jangan terlalu lebat. Tapi kalau cowok nggak mau dibilang nggak macho karena bulunya dicukur, ya tidak apa-apa asal yang penting jaga kebersihannya, mandi teratur,” ujar dokter lulusan Spesialis Kulit dan Kelamin FKUI.

Umumnya bagian tubuh ketiak dan kelamin yang paling sering mengeluarkan bau. Hal ini karena bulu di daerah tersebut cukup lebat sehingga kelenjar apokrin bekerja lebih aktif.

“Kalau orangnya jorok, nggak mandi, keringatan ditambah udaranya lembab dan panas, maka keringat ini akan menumpuk di bulu dan bisa dibayangkan bagaimana baunya campur-campur,” ujar dokter yang akrab disapa dr Nila.

Pada udara lembab dan panas daerah ini jadi lebih mudah dan gampang berkeringat yang akan menumpuk di bulu, ditambah dengan tertutup sehingga memudahkan kuman berkembang biak. Reaksi kimia yang terjadi dalam tubuh kuman ini menghasilkan metabolit yang menimbulkan bau.

“Ada hasil studi yang menunjukkan pada orang yang bulu ketiaknya dihilangkan permanen melalui laser kelenjar apokrinya tidak berfungsi lagi sehingga secara alami mengecil, jadinya tidak bau atau mengurangi bau,” ujar dr Nila yang praktik di Perempuan Klinik dan Rumah Puan.

Sementara itu dr Irma Bernadette, SpKK dari divisi Dermatologi Kosmetik di RSCM Kencana menuturkan kalau ada orang yang memiliki masalah bau badan biasanya diintervensi dulu gaya hidupnya, dilihat apakah punya gangguan emosi atau tidak, suka makan spicy food atau tidak, lalu diberikan edukasi.

Berikut saran-saran yang diberikan oleh dr Nila dan juga dr Irma untuk mengatasi bau badan yaitu:

1. Mencukur bulu ketiak agar tidak terlalu lebat sehingga kelenjar apokrin tidak terlalu aktif.

2. Mengurangi konsumsi makanan spicy serta yang memiliki bau tajam seperti jengkol, petai dan bawang putih, serta perbanyak mengonsumsi sayuran dan buah.

3. Menjaga higienitas atau kebersihan dengan mandi secara teratur, menghindari cuaca lembab dan panas, tidak menggunakan celana jins berkali-kali. Jika memang tidak mau dicukur maka diperlukan perhatian lebih untuk menjaga kebersihannya.

4. Kalau cara ini tidak berhasil, dianjurkan menggunakan tawas atau formalin 10 persen. Tapi ini hanya memberikan efek yang sementara saja.

5. Jika semua cara sudah dilakukan tapi bau badan tak kunjung hilang maka bisa dilakukan botox untuk merilekskan otot sehingga keringat berkurang atau operasi dengan mengangkat kelenjarnya.

“Tidak ada obat oral atau yang diminum untuk mengatasi masalah bau badan, hal ini karena masalah tersebut bersifat lokal misalnya cuma ada di ketiak saja. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah tentang kebersihan diri,” ujar dr Irma.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu