dalam kategori | Asupan Sehat

Memilih keju yang sehat

Memilih keju yang sehat

GARAM sangat penting untuk membuat keju yang baik, tetapi penelitian terbaru menunjukkan kandungan garam yang tinggi menimbulkan kekhawatiran berlebih. Jadi, bagaimana Anda memilih sepotong keju yang sehat?

Kebanyakan garam yang terkandung dalam keju berasal dari air laut, seperti yang diungkapkan Consensus Action on Salt and Health (Cash) yang mempublikasikan hasil penelitian terhadap kandungan garam pada hampir 800 varietas keju yang dijual di supermarket. Penelitian menunjukkan bahwa setelah roti dan daging bacon, produk olahan susu merupakan kontributor terbesar ketiga dari penggunaan garam. Demikian seperti dilansir Guardian, Senin (10/12/2012).

Susu alami mengandung kadar natrium sederhana, tetapi tidak untuk produk olahannya. Sebagian besar garam yang kita konsumsi dalam produk olahan susu digunakan pula oleh produsen keju. Sebagian besar orang tahu bahwa keju merupakan bahan yang asin, tetapi mungkin Anda akan terkejut jika tahu bahwa ternyata 30 gram keju cheddar lebih asin dibandingkan 30 gram keripik.

Seperti diketahui, garam merupakan sumber utama natrium dan menjadi unsur yang sangat penting bagi kesehatan. Tubuh kita membutuhkannya untuk membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh, membantu mengirimkan impuls saraf dan proses kontraksi dan relaksasi otot.  Namun, konsumsi garam dalam jumlah berlebihan dapat merugikan kesehatan, yang dapat menyebabkan gangguan keseimbangan kalsium dan menyebabkan penyakit darah tinggi, sehingga memicu risiko penyakit jantung.

Dalam catatan yang sama, terdapat perbedaan kandungan garam pada setiap jenis keju yang berbeda. Terkadang, keju merek yang satu enam kali lebih asin dibanding jenis keju yang lain.

Garam diperlukan untuk kematangan dan rasa keju, seperti pada keju parmesan. Garam menghentikan pertumbuhan bakteri dalam proses pembuatan keju dan memberikan sentuhan akhir rasa gurih pada keju. Keju yang baik mengandung nutrisi yang tinggi, kaya kalsium, vitamin, dan mineral.

Hasil penelitian tersebut tentu berguna untuk menjelaskan kepada mereka yang masih takut mengonsumsi keju karena memiliki kandungan garam. Khususnya bagi orang tua, mereka bisa tahu bahwa setiap merek keju memiliki kadar garam berbeda, bisa saja dalam takaran yang jauh berbeda.

Katherine Jenner, ahli gizi kesehatan masyarakat dan Direktur Kampanye pada Cash mengatakan bahwa dua iris keju dan dua potong roti memiliki perbedaan 2 gram garam. Dia menegaskan, tidak ada larangan mengonsumsi sandwich atau sejenisnya, tapi hindari penggunaan keju dimana produsen menambahkan garam yang seharusnya tidak perlu.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu