dalam kategori | Featured, Penyakit

MEMBEDAKAN HEARTBURN DENGAN HEART ATTACK

Rasa tidak nyaman muncul di sekitar ulu hati, dan menjalar hingga ke kerongkongan. Rasanya seolah terbakar. Serangan jantungkah ? Belum tentu. Sensasi yang dikatakan awam sebagai nyeri ulu hati itu adalah heatburn atau acid indigestion.

Menurut literature medis, heartburn adalah sensasi terbakar, yang awalnya muncul ke area bawah tulang dada, merambat ke dada, esophagus (kerongkongan), leher, hingga ke pangkal rahang. Heatburn acap kali dikaitkan dengan penyakit kronis, semisal bentuk yang kunjung reda, asma, maupun gangguan jantung.

Multi Faktor

Pola makan merupakan pemicu utama heatburn. Terutama, makanan yang menyebabkan asam lambung meninggi, semisal kopi (termasuk decaf), soda, tomat, alkohol dan coklat. Kegemukan juga turut andil karena dua alasan. Yang pertama, karena timbunan lemak diperut dan dada ke atas, dikenal dengan istilah hiatus hernia, dan memungkinkan asam lambung naik kembali ke kerongkongan. Faktor kedua, mengingat obesitas tidak terlepas dari pola makan – banyak mengonsumsi makanan berlemak, misalnya – hal tersebut semakin memperbesar risiko heartburn.

Makan dengan porsi melimpah juga mempertinggi potensi heartburn, karena membuat perut membesar, sehingga klep yang membatasi lambung dengan kerongkongan, disebut lower esophageal sphircter (LES – otot cincin di bagian bawah esogafel), tidak menutup sempurna, menyisakan rongga bagi asam lambung untuk naik ke atas.

Selain pola makan, gaya hidup pun berpengaruh besar. Salah duanya adalah kebiasaan merokok, serta tidur setelah makan.

Obat-obatan tertentu juga mempertinggi risiko, termasuk obat asma, hipertensi, jantung, peradangan, gangguan kegeliasahan (anxiety disorder), insomenia, nyeri, kejang otot serta kanker. Obat pemicu hormon juga memiliki imbas serupa.

Di samping itu, heartburn mungkin timbul sebagai manifestasi dari berkurangnya suplai oksigen ke jantung akibat penyempitan arteri, atau saat suplai oksigen tidak mencukupi, misalnya saat seseorang berolahraga atau aktivitas berat. Untuk factor yang satu ini, heartburn disebut juga nyeri iskemik-nyeri yang timbul akibat ketidakseimbangan suplai dan demand oksigen. Tetapi biasanya, saat aktivitas mengendur, dan kebutuhan jantung akan oksigen menurun, nyeri ulu hati akan hilang dengan sendirinya.

Could it Be Your Heart ?

Mengingat faktor pemicu terakhir, tak heran jika masyarakat awam kerap salah mengartikan heatburn sebagai serangan jantung. Dr.M. Abas Basamalah, Sp.JP kardiologis dari Rumah Sakit Omni Medical Center Pulomas, pun membenarkan hal tersebut. “ Memang, salah satu gejala gangguan jantung adalah nyeri di ulu hati atau heartburn.

Dr. Abas kemudian memaparkan gejala lain yang mungkin timbul saat ada yang tidak beres dengan jantung. “Sebenarnya, tergantung dari bagian jantung mana yang terganggu. Gejala paling umum adalah nyeri di dada sebelah kiri. Lalu, jika yang mengalami gangguan adalah jantung bagian bawah, manifestasinya adalah nyeri di ulu hati atau heartburn. Sebaliknya, jika yang terganggu adalah jantung bagian atas, rasa nyeri akan menjalari leher, pangkal rahang, bahkan punggung.”

Sebagai petunjuk, apakah anda mengalami nyeri iskemik atau serangan jantung, perlu diperhatikan waktu timbulnya keluhan heartburn, saran Dr. Abbas. “ Jika nyeri di ulu hati terjadi saat beraktivitas yang lebih berat dari biasanya, kemungkinan Anda mengalami heartburn, akibat suplai oksigen yang kurang pada arteri koroner yang menyempit. Tetapi, jika saat anda bersantai pun nyeri tetap timbul, kemungkinan besar Anda mengalami serangan jantung, yang berarti pembuluh darah koroner yang menyempit tadi telah tersumbat total akibat terbentuknya gumpalan darah (thrombus).”

Selain keluhan heartburn, pada serangan jantung biasanya disertai keluhan jantung berdebar-debar dengan tidak normal, peluh membanjir (keringat dingin) dan kadang sulit bernapas. Jika itu terjadi, Anda sebaliknya segera menghubungi paramedis atau rumah sakit terdekat.

Jangan tunggu lama

Sebagian besar kasus heartburn memang tidak berbahaya. Jika hearburn terjadi karena aliran balik asam lambung ke kerongkongan, sensasi tersebut bias diredam denga antisida. Tetapi, jangan lantas menganggap enteng. Sebab, bila kejadian tersebut berulang lebih dari sekali seminggu, artinya Anda mengalami GERD (gastroesophageal reflux disease), yang berpotensi menimbulkan kanker esophagus.

Di sisi lain, jika heartburn terjadi sebagai manifestasi dari kurangnya suplai oksigen, seperti yang telah dijelaskan di atas, maka sensasi tersebut akan hilang dengan sendirinya setelah tubuh beristirahat. Tetapi, bukan berarti tidak berbahaya, Dr. Abbas menjelaskan, “Plak pada dinding-dinding pembuluh darah yang sudah mengalami atherosclerosis (dinding arterinya menebal dan kurang lentur) sangat rapuh dan gampang mengelupas. Luruhan dinding pembuluh tersebut dapat merangsang darah untuk menggumpal (clotting) yang memicu timbulnya serangan jantung akut (heart attack).

Karena alasan itulah, Dr. Abbas menyarankan agar segera meminta pertolongan medis sesaat setelah mengalami heartburn. “ Saran saya, temuilah internis (dokter spesialis penyakit dalam). Jika internis mendiagnosis nyeri ulu hati disebabkan oleh gangguan jantung, barulah ia merujuk pasien untuk menemui kardiolog.”

Dr. Abbas pun mengutarakan satu kalimat penting yang wajib digaris-bawahi, “Setiap menit berharga terutama pada kasus penyakit jantung. “ Karena itu, jangan ragu menghubungi dokter setiap kali anda mengalami nyeri ulu hati alias heartburn.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu