dalam kategori | Asupan Sehat, Featured

Makanan Anti Penuaan

Makanan Anti Penuaan

Penting untuk dipahami bahwa sejumlah zat gizi bekerja lebih efektif dalam tubuh dengan kehadiran antioksidan. Saat dikonsumsi antioksidan akan memerangi oksidan dengan melekatkan dirinya pada radikal bebas, dan akhirnya mengurangi peradangan yang berkaitan dengan banyak aspek dari proses penuaan. Tak terbatas pada penyakit jantung dan kerutan saja.

Dari sejumlah makanan bergizi, ada tiga makanan yang layak dipertimbangkan guna memperlambat penuaan, yaitu ikan salmon, bluberi, dan teh hijau.

Ikan salmon mengandung antioksidan sangat bagus yang membuat vitamin C dan E bekerja lebih lama, meningkatkan kesehatan mata dan kulit. Ikan salmon juga merupakan sumber protein yang dibutuhkan untuk membuat seluruh sel, kulit, rambut, mata, otot, dan organ-organ. Juga mengandung lemak sehat, yaitu omega-3, yang meningkatkan HDL guna menurunkan efek negatif dari kolesterol LDL.

Beri mengandung antosianin yang membantu vitamin C dan E bekerja lebih baik dalam tubuh. Penelitian yang dilakukan di Denmark menunjukkan bahwa beri digunakan dalam pengurangan inflamasi dan pencegahan atau pengobatan alzheimer, parkinson, pikun, dan gangguan mood atau suasana hati.

Teh hijau adalah minuman menyehatkan. Bulan Februari lalu, ditulis dalam journal of Nutrition and Biochem, oleh para peneliti Jepang, katekin yang ada pada teh hijau merupakan sumber antioksidan penjaga bagi neuron otak dan mencegah penurunan kognitif.

Tiga makanan antioksidatif kuat tersebut sebaiknya dimasukkan dalam menu makanan harian guna menjaga kesehatan mental dan fisik. Selain itu, juga ditambah buah dan sayur kaya antioksidan lainnya seperti:

• Alpukat. Buah ini merupakan sumber yang baik untuk lemak tak jenuh tunggal yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Alpukat juga menjadi somber vitamin E yang bisa membantu mempertahankan kesehatan kulit dan mencegah penuaan kulit. Vitamin E juga bisa menolong simtom hot flush atau rasa terbakar pada wajah. Kaya akan potasium yang membantu mencegah penahanan cairan dan tekanan darah tinggi.

• Beri. Beri hitam, bluberi, anggur hitam mengandung fitokimia yang dikenal sebagai antioksidan kuat flavonoid, yang membantu melindungi tubuh terhadap kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas dan penuaan.

• Kubis. Keluarga dari sayuran cruciferous, termasuk kubis, kembang kol, brokoli, brussels sprout, radish, menolong tubuh dalam melawan toksin dan kanker. Disarankan mengonsumsi sekitar 115 gram sayuran jenis ini setiap harinya. Bila memungkinkan, konsumsi mentah atau direbus sesaat sehingga enzim yang penting tetap utuh.

• Bawang putih. Efek perlindungan terhadap jantung dari bawang putih sudah dicatat sejak lama. Hasil penelitian tahun 1994, di Iowa, AS, terhadap 41.837 perempuan berusia 55-69 tahun menunjukkan bahwa perempuan yang mengonsumsi satu siung bawang putih setidaknya sekali setiap minggu menurunkan risiko 50 persen berkembangnya kanker kolon. Penelitian lain di Tasgore Medical College, India, menunjukkan bahwa bawang putih menurunkan kadar kolesterol dan membantu mengencerkan darah lebih efektif ketimbang aspirin dan juga mengurangi risiko penyakit jantung.

• Jahe. Akar berempah ini dapat meningkatkan sistem pencernaan dan sirkulasi tubuh yang sangat bermanfaat terutama bagi-orang lanjut usia. Jahe juga dapat membantu meredakan sakit dan nyeri rematik.

• Kacang-kacangan. Kacang-kacangan merupakan sumber baik dari mineral, terutama kenari dan kacang brasil. Walau berkalori tinggi, kenari kaya potasium, magnesium, zat besi, zinc, tembaga dan selenium. Menambahkan kacang-kacangan pada diet Anda dapat meningkatkan fungsi saluran cerna dan sistem imun, memperbaiki kulit dan mencegah kanker. Kacang-kacangan juga membantu mengontrol kadar kolesterol.

• Yoghurt. Kaya akan mineral penting seperti potasium, kalsium, protein, dan vitamin B. Hal lain yang membuat yoghurt menjadi satu dari sekian banyak makanan penting adalah kehadiran bakteri hidup di dalamnya. Bakteri ini membantu penyerapan zat gizi dalam usus dan menstabilkan sistem imunitas tubuh.

• Beras merah dan pasta gandum. Karbohidrat merupakan makanan berenergi. Ganti pasta dan nasi putih dengan pasta gandum dan nasi merah dan Anda akan secara cepat merasakan perbedaan pada kadar energi.

• Semangka. Tak hanya memiliki efek alkali (bersifat basa) terhadap tubuh, tetapi juga menyediakan cairan esensial yang dibutuhkan tubuh untuk melakukan beragam tugas.

• Air. Tak ada yang bisa menandingi kehebatan air. Air mengeluarkan racun dari tubuh juga menyediakan cairan untuk aliran darah.

Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu