dalam kategori | Featured, Penyakit

Lupus, Penyakit Seratus Wajah

Lupus, Penyakit Seratus Wajah

PENYAKIT ini memang populer dengan sebutan “penyakit dengan seratus wajah” karena manifestasinya yang amat mirip dengan sekitar seratus penyakit lain, sehingga diagnosis sukar ditegakkan. Penyakit ini berkembang secara perlahan-lahan selama beberapa tahun, dengan gejala dan keluhan aneka penyakit seperti potongan-potongan teka-teki, sehingga sering terjadi keterlambatan diagnosis.

Maklum, keluhan yang muncul biasanya berupa lekas capai, keletihan terus tiap hari, kelesuan fisik dan mental, demam rendah, tidak suka makan, berat badan turun, rambut rontok, pegal linu seluruh badan, nyeri di sendi-sendi tanpa artritis, dan peka terhadap sinar Matahari sampai timbul bercak kupu-kupu di muka. Karena semua keluhan itu serupa dengan penyakit lain, maka dokter sering tidak menduga bahwa pasien yang diperiksanya menderita lupus.

John Darmawan MD PhD FACR, dokter spesialis rematik dari Semarang yang juga menjabat Penasihat Ahli Rematik WHO (World Health Organization) mengungkapkan, diagnosa lupus harus memenuhi lima dari 11 butir kriteria dari American College of Rheumatology. Kelima kriteria dikumpulkan berdasarkan riwayat sejak mulai sakit.

Kriteria itu antara lain yang sudah disebutkan di atas termasuk keluhan tidak khas sebelum timbul tanda arthritis yang hanya berlangsung beberapa bulan, sariawan tanpa nyeri yang tidak kunjung sembuh selama beberapa minggu, bercak di muka yang berlangsung lama, dan peka terhadap sinar Matahari (bagian yang kena sinar Matahari menjadi merah selama beberapa jam atau lebih lama).

Apabila gejala masih kurang dari 1-2 butir kriteria, maka untuk mendiagnosis lupus dapat diperkuat dengan uji laboratorium. Kalau salah satu atau dua tes laboratorium hasilnya positif, misalnya tes ANA (anti-nuclear antibody) dan anemia berat, maka seseorang bisa didiagnosis lupus. Lupus bisa diindikasikan oleh jumlah leukosit yang kurang dari 4.000/cc, jumlah trombosit kurang dari 100.000/cc dan seterusnya. Selain darah, kelainan ginjal dan kekebalan juga menjadi indikator lupus.

Prevalensi lupus yang rendah, 40/100.000, memungkinkan banyak dokter tidak pernah menemui kasus lupus di dalam praktiknya.

Penanganan bersama

Menurut John Darmawan, ahli penyakit rematik biasanya menangani penderita lupus. Namun, kompleksnya penyakit lupus dan pengobatannya membutuhkan penanganan bersama spesialis lain, sesuai organ tubuh yang diserang. Lupus ginjal misalnya, lebih baik ditangani bersama antara ahli penyakit ginjal dan ahli penyakit rematik, lupus kulit bekerja sama dengan ahli penyakit kulit, dan lupus otak diobati bersama dengan ahli penyakit saraf.

Secara garis besar ada tiga jenis lupus, yaitu LES (lupus eritematosus sistemik), lupus diskoid, dan lupus obat. Lupus yang timbul akibat efek samping obat akan sembuh sendiri dengan memberhentikan obat terkait. Lupus diskoid adalah lupus kulit dengan manifestasi beberapa jenis kelainan kulit.

Sedang LES dapat menimbulkan komplikasi seperti lupus otak, lupus paru-paru, lupus pembuluh darah jari-Jari tangan atau kaki, lupus kulit, lupus ginjal, lupus jantung, lupus darah, lupus otot, lupus retina, lupus sendi, dan lain-lain.

Pemilihan obat tergantung jenis lupus yang diobati. Semua obat termasuk obat untuk penyakit lupus mempunyai efek samping. Untuk mencegah efek samping-karena obat harus diminum jangka panjang-maka tubuh harus mendapat asupan kalsium dan kalium yang cukup melalui makanan, minuman (susu dan produk dari bahan susu), buah-buahan, dan vitamin D. Ini sekaligus untuk mencegah rapuh tulang karena lupus dan obat lupus mengroposkan tulang.

Faktor risiko

Lupus dapat terjadi pada kedua jenis kelamin dalam semua umur. Namun, risiko timbulnya lupus pada wanita dewasa berusia subur delapan kali lebih tinggi dibanding pria dewasa.

Obat sulfa, penisilin, hidralasin, prokainamid, juga sinar ultra-violet, dan infeksi, dapat mencetuskan lupus pada wanita dengan kecenderungan penyakit ini. Penderita dalam remisi dengan terapi pemeliharaan dan dalam remisi bebas terapi dapat kambuh apabila faktor risiko seperti sinar Matahari, stres fisik dan mental tidak dihindari.

“Teriknya Matahari sepanjang tahun di negara tropik seperti Indonesia, merupakan faktor pencetus kekambuhan. Penderita yang peka sinar Matahari misalnya dapat timbul bercak merah di muka hanya dalam perjalanan Magelang-Semarang dengan mobil,” kata John Darmawan.

Oleh karena itu, ada beberapa pantangan yang harus dipatuhi penderita lupus termasuk sinar Matahari langsung. Pantulan sinar Matahari dari jalan aspal ke dalam mobil atau kaca mobil yang tembus sinar ultraviolet sebaiknya dihindari.

“Suntikan dengan bahan silikon untuk bibir, pipi, atau pembesaran payudara dan pantat, merupakan pantangan bagi penderita lupus. Menggunakan cat rambut juga tidak boleh,” tambah dia.

Kerja lembur, pekerjaan yang melelahkan fisik, olahraga berat, sebaiknya dihindari. Penderita lupus dengan kencing manis pantang minum obat steroid, demikian pula halnya dengan penderita yang pernah menderita perdarahan lambung. Sendi dengan artritis akut (bengkak, kemerah-merahan, hangat, nyeri, dan kaku) tidak boleh dilatih, kecuali gerakan pasif yang tidak mencetuskan nyeri.

Anjuran

Penderita lupus harus selalu didukung secara moril oleh orang-orang terdekatnya, karena stres sewaktu-waktu dapat timbul. Kontrol teratur sesuai dengan anjuran dokter mutlak harus ditaati. Apabila merasa lupusnya kumat, dokter harus segera dihubungi. Tenggang waktu kumat dan laporan ke dokter tidak boleh melewati tujuh hari.

Para penderita juga dianjurkan untuk mengenakan pakaian menutup lengan dan tungkai, bertopi atau berpayung yang tidak tembus sinar ultraviolet, bila sedang ke luar rumah.

Menu makanan sehari-hari yang dianjurkan John Darmawan untuk penderita lupus adalah asupan gizi kaya kalsium, kalium, seng, vitamin B6, C, dan D. Sebaiknya penderita juga banyak memakan makanan yang kaya protein namun rendah karbohidrat.

Semua buah-buahan dan sayur-mayur dianjurkan. Contoh, pisang, blewah, buah yang dikeringkan, pisang sale, nangka, durian, asparagus, brokoli, ubi-ubian, bayam, kangkung, dan lain-lain. Susu, yoghurt, dan keju, juga masuk dalam daftarmakanan yang dianjurkan. (SN Wargatjie)

2 respon to “Lupus, Penyakit Seratus Wajah”

  1. Freddy says:

    Bgm dgn dokter yg dpt menyembuhkan ? Praktek dimana ? Tolong info yah thanks



Trackbacks/Pingbacks


Komentar Anda

ads
Fitzania Weekly
Dapatkan informasi kesehatan mingguan berkala dari Fitzania langsung di inbox email Anda.

powered by MailChimp!

Anda punya informasi seputar dunia kesehatan?
Berkenan untuk membagikannya disini?
Lakukan sekarang, karena mungkin akan bermanfaat bagi mereka yang sedang mencarinya.

berbagisehat

Rubrikasi

Fitzania Follows

palmer puspromkes who-id who-id bpjs bfl dokter medis pedulisehat selamatkanibu